News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Dugaan Pencurian Raket, Pegawai Padel di Jaksel Disekap 3 Hari: Polisi Tegaskan Tak Ada Perintah Atasan

Polres Metro Jakarta Selatan memberikan klarifikasi terkait kasus penyekapan dan penganiayaan yang menimpa seorang karyawan baru berinisial AL di sebuah lapangan padel, Kebayoran Lama. 
Senin, 6 Juli 2026 - 17:56 WIB
Tempat kejadian perkara (TKP) lokasi penganiayaan dan penyekapan pegawai baru inisial AL salah satu lapangan padel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (6/7).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Polres Metro Jakarta Selatan memberikan klarifikasi terkait kasus penyekapan dan penganiayaan yang menimpa seorang karyawan baru berinisial AL di sebuah lapangan padel, Kebayoran Lama. 

Pihak kepolisian menegaskan bahwa aksi kekerasan tersebut dilakukan secara spontan tanpa perencanaan matang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan, Iptu Satrio, menjelaskan bahwa empat pelaku awalnya berniat meminta klarifikasi kepada korban terkait hilangnya 10 buah raket padel. 

Korban diduga terlibat dalam pencurian tersebut, sehingga para pelaku menahannya di dalam gudang serta lift barang untuk diinterogasi.

"Oh tidak, awalnya tidak direncanakan. Jadi hanya mau menginterogasi saja. Nah kemudian karena prosesnya mungkin agak berbelit-belit sehingga jadi terlalu lama menahan," ujar Iptu Satrio saat memimpin olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian, Senin (6/7).

Menurut Satrio, keterangan korban yang dianggap tidak konsisten selama proses interogasi membuat para pelaku terus menahan AL. 

Penyekapan tersebut akhirnya berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Senin (22/6). Korban baru dilepaskan kemudian dan segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Menindaklanjuti laporan itu, polisi mengamankan empat tersangka yang juga berstatus sebagai karyawan di tempat tersebut pada Rabu (24/6). 

Keempatnya berinisial ASB, RRK, AH, dan DW. Mereka mengaku bertindak atas inisiatif sendiri tanpa adanya instruksi dari pimpinan perusahaan.

"Tidak ada perintah yang kita dapatkan, kita belum mendapatkan adanya perintah dari atasan. Hanya karyawan saja empat-empatnya," tegas Satrio.

Dalam pantauan di lokasi pada Senin pukul 14.00 WIB, tim Inafis Polri yang berjumlah lima personel telah melakukan olah TKP guna mengumpulkan bukti-bukti terkait penganiayaan di lapangan padel tersebut.

Kasus ini mulai terungkap setelah seorang perempuan berinisial M melaporkan bahwa putranya, AL, tidak kunjung pulang ke rumah selama dua hari. 

AL yang baru bekerja selama dua bulan itu baru bisa memberikan kabar dan meminta dijemput setelah dilepaskan oleh para pelaku.

M mengungkapkan bahwa meskipun anaknya dituduh mencuri raket pada Minggu (21/6), tindakan main hakim sendiri dengan melakukan penyekapan dan penganiayaan oleh sesama rekan kerja tidak dapat dibenarkan. 

Saat ini, keempat tersangka telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (ant/dpi)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pengurus Lama TKIP-SDIP Ungkap Ada Rasa Khawatir Wali Murid Soal Status Ijazah

Pengurus Lama TKIP-SDIP Ungkap Ada Rasa Khawatir Wali Murid Soal Status Ijazah

Konflik yang terjadi antara pengurus lama dan pengurus baru Yayasan Syarief Hidayatullah Jakarta turut menuai kekhawatiran bagi orangtua siswa TKIP-SDIP Pamulang.
Running Man Akan Rayakan Pernikahan Ji Ye Eun dan Vata, Bagaimana Reaksi Para Member? Ini Jadwal Tayangnya

Running Man Akan Rayakan Pernikahan Ji Ye Eun dan Vata, Bagaimana Reaksi Para Member? Ini Jadwal Tayangnya

Running Man akan rayakan pernikahan Ji Ye Eun dan Vata, bagaimana reaksi para member? Ini jadwal tayangnya.
Pertamina Sanksi 105 SPBU di Bali Sepanjang 2026, Ini Pelanggarannya

Pertamina Sanksi 105 SPBU di Bali Sepanjang 2026, Ini Pelanggarannya

Pertamina menjatuhkan sanksi kepada 105 SPBU di Bali sepanjang 2026. Pelanggaran mencakup penyaluran BBM subsidi hingga operasional.
Fajar Sahrudin Sempat Titipkan "Surat Kecil" untuk Meong dan Guguk: Forever Home, Forever Family

Fajar Sahrudin Sempat Titipkan "Surat Kecil" untuk Meong dan Guguk: Forever Home, Forever Family

Fajar Sahrudin viral setelah pesan terakhirnya muncul di media sosial. Di balik kabar duka, Animal Friends Jogja mengenang surat kecil dan kepeduliannya
Ketum AHY Minta Kader Demokrat Tonjolkan Kompetensi dan Jalankan Tugas Sebaik-baiknya: Ingat, Kita Dipilih Masyarakat

Ketum AHY Minta Kader Demokrat Tonjolkan Kompetensi dan Jalankan Tugas Sebaik-baiknya: Ingat, Kita Dipilih Masyarakat

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta seluruh kader Demokrat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. 
4 Rekomendasi Drama Korea Thriller Tentang Perjuangan Bertahan Hidup

4 Rekomendasi Drama Korea Thriller Tentang Perjuangan Bertahan Hidup

4 Drama Korea Thriller tentang perjuangan Bertahan Hidup, mulai dari The 8 Show, Night Has Come, Again My Life, hingga Doom at Your Service.

Trending

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Viral satu kasus bunuh diri di media sosial (Medsos) yang masih didalami oleh Kepolisian. Korban FS ditemukan tak bernyawa di kawasan GBK, Jakarta.
Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi pihaknya memang telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP terhadap kematian Fajar Sahrudin.
Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Berdasarkan hasil oleh TKP Polsek Tanah Abang bersama Polres Jakarta Pusat kalau penemuan jasad dari Fajar Sahrudin ditemukan di GBK. Kini cuitannya jadi viral
Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Para pemain Timnas Indonesia terpantau meramaikan kolom komentar salah satu podcaster Australia, Daniel Olaniran. Hal itu viral lantaran dirinya menyebut jika skuad Garuda tak mengerti sepak bola. 
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
Selengkapnya

Viral