GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dampak Besar Kasus Dokter PPDS Unsrat Meninggal Diduga Imbas Korban Bullying di RSUP Kandou Manado, Apa Saja?

Beberapa dampak dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi FK Unsrat, dr Adrian Rantung meninggal dunia akibat dugaan jadi korban bullying.
Selasa, 7 Juli 2026 - 16:51 WIB
Dokter PPDS FK Unsrat, dr Adrian Rantung meninggal dunia diduga akibat menjadi korban bullying
Sumber :
  • Instagram/@soalunsrat

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, dokter Adrian Rantung ditemukan meninggal dunia.

Kabar ini membuat kasus kematian dokter Adrian Rantung menghebohkan publik. Dokter PPDS itu diduga mengalami perundungan atau bullying selama bertugas di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

TRIGGER WARNING BUNUH DIRI: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Dugaan bullying menimpa Adrian sangat kuat. Kondisi ini mendorong dokter PPDS tersebut diduga mengakhiri hidup dengan cara menenggak cairan pembersih kamar mandi sehingga jasadnya ditemukan tewas di kamar kosnya di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Adrian Rantung merupakan peserta PPDS Anestesiologi Fakultas Kedokteran Unsrat. Sebelum wafat, ia menjalani pendidikan dokter spesialis di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Di tengah itu, Adrian diduga mengalami tekanan psikis yang hebat. Pola pendidikan di lingkungan rumah sakit pendidikan itu menjadi pemicunya.

Dugaan ini muncul lantaran pesan tertulis yang ditemukan di kamar kos korban. Kabar ini langsung dibagikan melalui unggahan akun @radietyaalvarabie di Threads. Ia menampilkan tangkapan layar status terakhir dr Adrian Rantung di media sosial.

Dalam unggahan itu, dr Adrian Rantung berbicara kondisinya mengalami tekanan di lingkungan pendidikannya.

Berbagai pihak berspekulasi penyebab dokter PPDS itu menenggak cairan pemberih kamar mandi akibat dugaan perundungan oleh seniornya di rumah sakit pendidikan tersebut.

"Telah berpulang dr Adrian PPDS Anestesi Univ Sam Ratulangi Manado (RS Prof Dr Kandou. Ditemukan berpulang dengan kondisi sicde saat jadwal jaga Almarhum," tulis Radietya dikutip, Selasa (7/7/2026).

Kehebohan kasus kematian Dokter PPDS tersebut menimbulkan sejumlah dampak besar terhadap berbagai pihak yang dirangkum tvOnenews.com. Apa saja?

Dampak Kasus Kematian Dokter PPDS Unsrat dr Adrian Rantung

Dokter PPDS Adrian Rantung
Dokter PPDS Adrian Rantung
Sumber :
  • Instagram @kemenkes_ri

1. Kementerian Kesehatan Respons Kasus Kematian Dokter PPDS Unsrat

Melalui unggahan Instagram resminya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut berduka atas berpulangnya dr Adrian Rantung. Kemenkes mengenang masa pendidikan dilakukan oleh dokter PPDS tersebut.

"Masa pendidikan sebagai PPDS Anestesi di RS Prof. Dr. R.D. Kandou Manado adalah teladan nyata tentang pengabdian tanpa batas," demikian keterangan tertulis Kemenkes.

"Jasamu akan selalu hidup dalam setiap helaan napas pasien yang pernah engkau bantu dan dalam kenangan rekan sejawat yang berjuang bersamamu. Selamat beristirahat dalam damai. Semoga segala amal baik menjadi penerang jalanmu, dan kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," sambung Kemenkes.

2. Pendidikan Anestesi di RSUP Kandou Manado Dibekukan Kemenkes

Kabar kematian dr Adrian Rantung juga berdampak besar pada nasib kegiatan pendidikan PPDS Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati mengabarkan bahwa, kegiatan pendidikan di rumah sakit tersebut diberhentikan sementara. Ia menambahkan, keputusan ini bukan menghentikan Prodi Anestesiologi.

Ia menyampaikan alasan pihaknya mengambil kebijakan tersebut. Kemenkes telah menurunkan tim investigasi mengusut tuntas kematian dokter PPDS yang diduga akibat korban perundungan.

Proses investigasi tim gabungan meliputi dari Kemenkes, Konsil Kedokteran Indonesia, Kolegium Anestesi, serta Kemendiktisaintek.

"Aktivitas PPDS di RS Kandou akan dibuka kembali setelah ada hasil investigasi tim terhadap kasus tersebut," katanya.

Kebijakan ini berpacu dari Instruksi Menteri Kesehatan (Menkes) yang tertuang dalam Nomor HK.02.01/MENKES/589/2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Perundungan terhadap Peserta Didik pada Rumah Sakit Pendidikan di Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Aturan ini sebagai dasar pemerintah menangani dugaan kekerasan hingga perundungan terjaddi di lingkungan pendidikan dokter spesialis.

3. DPR Desak Kemenkes Terbuka dengan Hasil Investigasi

Selain Kemenkes, kasus kematian dokter PPDS juga menuai sorotan dari DPR RI. Hal ini berkaitan agar hasil investigasi motif kematian Adrian Rantung dibuka secara transparan.

Tak hanya itu, hasil investigasi kasus kematian dokter PPDS Unsrat tersebut juga dibuka kepada publik. Tujuannya menuntaskan secara terang benderang hingga tidak terjadi lagi ke depannya.

"Kasus bullying sudah sangat sering terjadi dan mengakibatkan kasus kematian," tegas Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kejuaraan Dunia 2026: China Gagal Juara Umum, Prancis Catatkan Sejarah

Kejuaraan Dunia 2026: China Gagal Juara Umum, Prancis Catatkan Sejarah

China gagal menjadi juara umum usai hanya mampu menggondol satu gelar saja. Sedangkan Prancis mencatatkan sejarah di final Kejuaraan Dunia 2026.
Karier Melesat, 4 Zodiak Ini Diprediksi Sukses Besar di Tempat Kerja Besok 25 Agustus 2026

Karier Melesat, 4 Zodiak Ini Diprediksi Sukses Besar di Tempat Kerja Besok 25 Agustus 2026

Karier diprediksi makin cemerlang! 4 zodiak ini berpeluang meraih kesuksesan besar di tempat kerja besok. Cek apakah zodiakmu termasuk di dalamnya!
Sudah Hampir Satu Bulan, Polda Jabar Belum Berhasil Ungkap Kasus Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur

Sudah Hampir Satu Bulan, Polda Jabar Belum Berhasil Ungkap Kasus Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur

polisi masih mendalami sejumlah hipotesis dan mengumpulkan alat bukti untuk mengetahui penyebab kematian Sumarna serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Cyrus Margono Resmi Gabung Java United dengan Status Pinjaman dari Persija Jakarta, Bisa Masuk Skuad Timnas Indonesia?

Cyrus Margono Resmi Gabung Java United dengan Status Pinjaman dari Persija Jakarta, Bisa Masuk Skuad Timnas Indonesia?

Setelah dilepas Persija Jakarta, Cyrus Margono resmi bergabung dengan Java United dengan status pinjaman. Sang kiper masih belum mendapatkan panggilan dari Timnas Indonesia.
Enam Pesawat TNI AU Angkut 31 Ton Bantuan ke NTT dan 500 Pompa untuk Padamkan Karhutla

Enam Pesawat TNI AU Angkut 31 Ton Bantuan ke NTT dan 500 Pompa untuk Padamkan Karhutla

Pemerintah mengerahkan kekuatan udara untuk merespons bencana di sejumlah wilayah Indonesia.
Klasemen Formula 1 2026 Usai F1 GP Belanda: Lewis Hamilton Tempel George Russell, Kim Antonelli Tak Tersentuh di Puncak

Klasemen Formula 1 2026 Usai F1 GP Belanda: Lewis Hamilton Tempel George Russell, Kim Antonelli Tak Tersentuh di Puncak

Klasemen Formula 1 2026 usai F1 GP Belanda 2026, di mana persaingan antara pembalap semakin ketat. Kimi Antonelli masih berjaya di puncak, sedangkan George Russell ditempel ketat oleh Lewis Hamilton.

Trending

Ruben Onsu Resmi Gandeng JHONLBF Law Firm Hadapi Proses Hukum usai Jadi Tersangka Kasus Penipuan

Ruben Onsu Resmi Gandeng JHONLBF Law Firm Hadapi Proses Hukum usai Jadi Tersangka Kasus Penipuan

Ruben Onsu resmi gandeng JHONLBF Law Firm untuk hadapi proses hukum usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan.
Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah

Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah

Suami pedagang perabot & seragam sekolah di Pasar Bintara, Kota Bekasi, Mulyanto sedih puluhan lapak dan kios termasuk milik sang istri ludes akibat kebakaran.
Duka NTT hingga Kalimantan: Ikhtiar dengan Doa Memohon Perlindungan dari Segala Bencana

Duka NTT hingga Kalimantan: Ikhtiar dengan Doa Memohon Perlindungan dari Segala Bencana

Rangkaian bencana besar melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada beberapa hari. Mulai dari gempa bumi di NTT hingga Karhutla di Kalimantan. Bacalah doa ini
Pasar Bintara Terbakar, Puluhan Kios dan Lapak Pedagang Ludes Dilahap Api

Pasar Bintara Terbakar, Puluhan Kios dan Lapak Pedagang Ludes Dilahap Api

Peristiwa kebakaran hebat terjadi di area kawasan Pasar Bintara, Kota Bekasi, tepatnya di depan Stasiun Cakung pada Minggu (24/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Di Tengah Bencana Karhutla Kalimantan, Amalkan Shalat Istisqa’ dan Doa Meminta Hujan Agar Api Segera Padam

Di Tengah Bencana Karhutla Kalimantan, Amalkan Shalat Istisqa’ dan Doa Meminta Hujan Agar Api Segera Padam

Di tengah kekeringan akibat kemarau panjang, termasuk maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan. Baca doa meminta hujan berikut.
TPOS Gedebage Bandung Ditargetkan Rampung 2027, Bakal Olah 300 Ton Sampah

TPOS Gedebage Bandung Ditargetkan Rampung 2027, Bakal Olah 300 Ton Sampah

Tempat Pengolahan Sampah Organik dan Sirkular (TPOS) Gedebage, Bandung, ditargetkan rampung 2027 mendatang. 
Operasi Pemadaman Diperkuat, 62 Persen Area Karhutla Berhasil Dikendalikan

Operasi Pemadaman Diperkuat, 62 Persen Area Karhutla Berhasil Dikendalikan

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah terus menunjukkan perkembangan
Selengkapnya

Viral