News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terjadi di 2025, Terungkap Alasan Keluarga Santri Korban Dibakar Senior di Lombok Baru Laporkan Kasus pada 2026

Ibu Sahril Sobirin, salah satu dari tiga korban mengungkap alasan kasus santri dibakar senior di Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW baru dilaporkan ke polisi pada Juni 2026.
Kamis, 9 Juli 2026 - 05:03 WIB
Almarhum Sahril Sobirin, salah satu dari tiga santri menjadi korban kasus diduga dibakar senior di Pondok Pesantren Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW di Lombok Tengah, NTB & Ibunya
Sumber :
  • Instagram/@senjajaya

Lombok Tengah, tvOnenews.com - Kasus santri diduga dibakar oleh senior di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW di Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali memunculkan fakta baru.

Influencer di Lombok, Ady Senja Jaya menemukan fakta terkait laporan kasus santri dibakar senior. Hal itu didapatkan saat dirinya mengunjungi kediaman salah satu dari tiga santri yang menjadi korban, almarhum Sahril Sobirin (13).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ady bertemu dengan ibu almarhum Sobirin. Ia menemukan alasan keluarga korban baru melaporkan kasus dugaan tiga santri dibakar oleh senior pada 3 Juni 2026.

"Kenapa ini pihak korban yang meninggal dunia tidak langsung melapor ke pihak berwajib?," ujar Ady dalam keterangannya, tvOnenews.com telah diizinkan mengutipnya pada Kamis (9/7/2026).

Alasan Keluarga Santri Korban Dibakar Senior Baru Lapor Polisi

Kasus Pembakaran Tiga Santri Viral, Polda NTB Bertindak Akui Segera Tetapkan Tersangka
Kasus Pembakaran Tiga Santri Viral, Polda NTB Bertindak Akui Segera Tetapkan Tersangka
Sumber :
  • Antara

Ady mengungkap dari hasil perbincangan tersebut. Orang tua Sobirin mempunyai alasan kenapa dirinya tidak langsung melaporkan sejak terjadinya kasus tragis ini.

Ady menambahkan, hal ini berkaitan lantaran salah satu kakak korban pernah menjadi tenaga pengajar di Pondok Pesantren Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW.

"Karena ini ada juga kalau kakaknya sempat mengajar di sana. Jadinya, keluarga tidak dikasih melaporkan kasusnya sama kakaknya almarhum," lanjutnya.

Saat ditanya terkait identitasnya, orang tua Sobirin menyebut bahwa sosok yang menghalangi upaya dirinya untuk melaporkan kasus dugaan pembakaran tersebut yakni kakak ketiga korban.

"Kakak ketiga enggak kasih karena ada ikatan sempat mengajar, tapi sekarang sudah berani," kata Ady.

Fakta lain yang ditemukan bahwa kakak pertama korban mengizinkan kasus dialami adik bungsunya harus dituntaskan oleh pihak kepolisian.

"Kalau kakak yang paling besar atau pertama itu dikasih izin. Jadi, kakak yang satu ini ngotot banget melapor agar mencari keadilan adiknya," terangnya.

Hingga pada akhirnya pihak yang melaporkan insiden tragis ini adalah kakak pertama Sobirin. Hal itu terjadi setelah enam bulan dari kasus dialami adiknya pada 13 Desember 2025.

"Semoga berkat laporan kakaknya ini dapat masuk ke Pengadilan. Semoga pelakunya dikirim pulang dari Sulawesi ke Lombok," harap dia.

Apakah Kakak Korban Bisa Terseret Kasus Santri Dibakar Senior?

Menurut Ady, tindakan dari kakak ketiga korban membuat masalah semakin rumit. Keterlibatannya yang menghalangi upaya pihak keluarga sendiri melaporkan kasus tersebut rentan terseret dalam insiden tragis di pesantren tersebut.

"Kakaknya soalnya bisa ditangkap juga ini karena membantu pelaku kabur kalau bicara konsepnya. Kemungkinan keluarganya ini kena kasus pelarian pelaku," imbuhnya.

Ia hanya berharap kasus ini diusut tuntas secepat mungkin. Dalam penutupnya, ia menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum Sahril Sobirin.

"Semoga almarhum juga tenang di alam sana, semoga juga ditempatkan di sisi Allah," ucapnya.

Rekapan Versi Kronologi Kasus Santri Dibakar Senior di Lombok

Diketahui, kasus dugaan pembakaran terhadap tiga santri mencuat setelah Ady memviralkan kondisi para korban. Berbagai unggahannya langsung mengundang perhatian di ruang publik.

Ketiga korban dalam kasus dugaan dibakar oleh seniornya, di antaranya Sahril Sobirin (13), Sahid Al Hudri (13), dan Ahmad Deven Ramadhan (14). Salah satu di antara santri yang menjadi korban yakni Sobirin berakhir meninggal dunia akibat kondisinya semakin melemah.

Sementara, dua santri lainnya yang selamat dari kasus dugaan pembakaran, yakni Moh. Reyhan dan Yusuf Sapi'i.

Adapun kronologi peristiwa tragis ini memiliki beragam versi. Berdasarkan dari pihak keluarga korban, insiden tersebut terjadi di area pesantren berawal dari November hingga 13 Desember 2025.

Dari salah satu pengakuan korban, ia mengaku sempat mengalami aksi perundungan atau bullying dari kakak kelasnya yang duduk di kelas 3 SMP. Tindakan ini membuat ia melaporkan kepada Pimpinan Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW.

Terduga pelaku tampaknya telah mengetahui pengaduan tersebut. Berdasarkan data yang beredar, siswa kelas 3 SMP tersebut merupakan anak dari petinggi di ponpes.

Akibat adanya aduan tersebut, terduga pelaku mengancam bahwa korban akan dibakar. Sementara, pihak ponpes membantah adanya pengancaman dan insiden tragis ini murni kecelakaan.

Bantahan tersebut selaras dengan versi kronolgo lainnya yang diperkuat dari keterangan surat resmi kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah Nomor B-043/Kk.18.02/3/PP.00.07/06/2026.

Peristiwa ini bermula saat kelima santri berkumpul di waktu istirahat sekitar pukul 13.45 Wita. Mereka rencananya akan membuat ketapel sehingga memutuskan masuk dan mengunci sebuah ruangan.

Moh. Reyhan, salah satu dari lima santri meminta korban yakni Sobirin membeli bensin. Tujuannya untuk dibakar agar kayu bengkok bahan pembuatan ketapel bisa lurus.

Tak sengaja bensin yang tertuang dalam sebuah botol mineral dan mika tumpah ke kasur usai tersenggol ketika salah satu santri menyalakan api. Hal ini membuat kobaran api menyelimuti ruangan.

Terbaru, pihak Polda NTB memastikan kasus dugaan pembakaran santri telah naik ke status penyidikan. Polisi segera menetapkan tersangka pada pekan ini.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Trump Klaim Dirinya Menjadi Target Pembunuhan Nomor Satu Iran

Trump Klaim Dirinya Menjadi Target Pembunuhan Nomor Satu Iran

Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengeklaim bahwa dirinya kemungkinan menjadi sasaran pembunuhan nomor satu oleh Iran.
Iran Ancam Balasan Atas Serangan Terbaru AS

Iran Ancam Balasan Atas Serangan Terbaru AS

Penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran memperingatkan pada Kamis bahwa "musuh agresor dan kaki tangannya" akan "dihukum
Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam Kena Investigasi IOC, Gara-gara Dukung Donald Trump

Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam Kena Investigasi IOC, Gara-gara Dukung Donald Trump

Presiden FIFA, Gianni Infantino terancam diinvestigasi oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) usai laporan adanya dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.
Usai Antar Modi, Prabowo Langsung Temui Thaksin di Kertanegara Bahas Isu Strategis Global

Usai Antar Modi, Prabowo Langsung Temui Thaksin di Kertanegara Bahas Isu Strategis Global

Presiden RI Prabowo Subianto melanjutkan aktivitas diplomasinya tanpa jeda usai mengantar kepulangan Perdana Menteri India Narendra Modi dari Yogyakarta.
Harga Pangan Hari Ini 9 Juli 2026: Telur Ayam Rp29.050 per Kilogram hingga Cabai Rawit Merah Rp61.450 per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini 9 Juli 2026: Telur Ayam Rp29.050 per Kilogram hingga Cabai Rawit Merah Rp61.450 per Kilogram

Inilah harga pangan hari ini 9 Juli 2026 yang dilansir dari PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia.
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab, Hidupkan Kembali Tradisi Intelektual Ulama

Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab, Hidupkan Kembali Tradisi Intelektual Ulama

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Mustofa, akan meluncurkan sekaligus membedah kitab karyanya berjudul Ithafu Ummati Al Muqtafa

Trending

Mesir Murka ke Wasit yang Pernah 'Hancurkan' Mimpi Shin Tae-yong, Kemenangan Argentina di Piala Dunia 2026 Buka Luka Lama Timnas Indonesia

Mesir Murka ke Wasit yang Pernah 'Hancurkan' Mimpi Shin Tae-yong, Kemenangan Argentina di Piala Dunia 2026 Buka Luka Lama Timnas Indonesia

Francois Letexier adalah wasit yang sama dengan pengandil yang menggagalkan Timnas Indonesia menembus Olimpiade 2024 lalu. 
Sinopsis dan Review Film Moana Live Action, Visual Memukau tetapi Sulit Melampaui Animasinya

Sinopsis dan Review Film Moana Live Action, Visual Memukau tetapi Sulit Melampaui Animasinya

Meski masih mempertahankan cerita yang sama, Moana live action mencoba memberikan pengalaman baru melalui visual yang lebih realistis, lanskap Polinesia yang megah, serta penampilan para pemeran manusia. 
Videonya Viral, Kenapa Santri Korban Pembakaran yang Hendak ke Podcast Denny Sumargo Dicegat Polisi di Bandara?

Videonya Viral, Kenapa Santri Korban Pembakaran yang Hendak ke Podcast Denny Sumargo Dicegat Polisi di Bandara?

Presenter Denny Sumargo (Densu) mengungkap alasan pihak keluarga santri korban kasus pembakaran oleh senior di pesantren di Lombok Tengah, NTB dihalau polisi.
Geger, Niat Cari Ikan, Warga Blitar Malah Temukan Benda Diduga Roket Tertancap di Dasar Sungai

Geger, Niat Cari Ikan, Warga Blitar Malah Temukan Benda Diduga Roket Tertancap di Dasar Sungai

Warga di sekitar aliran Sungai Lahar, Jalan Manggar, Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar mendadak heboh pada Rabu (8/7). 
Gelombang Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa Diimbau Tak Terprovokasi

Gelombang Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa Diimbau Tak Terprovokasi

Kondisi perpolitikan dan ekonomi sosial belakangan waktu sedang mengalami gejolak disertai rentetan gelombang aksi unjuk rasa masyarakat.
Konflik Ruben Onsu dan Jordi Onsu Kian Memanas, Ancaman Bongkar Aib Berujung Peringatan Jalur Hukum

Konflik Ruben Onsu dan Jordi Onsu Kian Memanas, Ancaman Bongkar Aib Berujung Peringatan Jalur Hukum

Konflik keduanya kembali menjadi sorotan setelah muncul pernyataan yang mengindikasikan adanya rahasia pribadi Ruben Onsu yang disebut-sebut diketahui Jordi Onsu.
Luna Maya Terseret Isu Gunung Kawi Karena Kaya dan Awet Muda, Satu Kalimatnya Langsung Ramai Dibahas

Luna Maya Terseret Isu Gunung Kawi Karena Kaya dan Awet Muda, Satu Kalimatnya Langsung Ramai Dibahas

Kali ini, bukan karena aktivitas di dunia hiburan atau kehidupan pribadinya, melainkan akibat rumor yang mengaitkan Luna Maya dengan Gunung Kawi.
Selengkapnya

Viral