Kelakar Presiden Prabowo: Indonesia Bisa Buat B50, Tapi Belum Bisa Masuk Piala Dunia
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Karawang, tvOnenews.com - Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan sindiran bernada humor mengenai prestasi sepak bola nasional saat peluncuran program biodiesel B50.
Di tengah kebanggaannya atas keberhasilan Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan mandatori biodiesel B50, Prabowo mengaku masih memiliki satu kegelisahan, yakni Timnas Indonesia yang belum mampu menembus Piala Dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/).
Di hadapan jajaran menteri dan pelaku usaha, Prabowo mengatakan Indonesia telah menunjukkan kemampuan menghadirkan terobosan di sektor energi.
Namun, menurutnya, masih ada pekerjaan rumah besar di bidang olahraga yang belum mampu diwujudkan.
“Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia. Jadi saya resah, terus terang saja saya resah. Kita bisa B50, tapi tidak bisa masuk Piala Dunia,” kelakarnya.
Ucapan tersebut langsung mengundang gelak tawa para tamu yang hadir.
Presiden kemudian mempertanyakan langkah yang harus dilakukan agar Indonesia dapat lolos ke ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Ia pun mencari keberadaan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang tidak hadir dalam acara tersebut.
Prabowo kemudian menyampaikan pesannya melalui sang kakak, Garibaldi “Boy” Thohir, yang hadir dalam acara peluncuran B50.
“Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Jangan anggap enteng, sepak bola kehormatan. Siapa bertanggung jawab? Mana Erick Thohir mana? Boy? Kasih tahu adikmu ya. Haduh haduh,” ujar Prabowo.
Suasana kembali cair ketika peserta acara menyambut pernyataan tersebut dengan tawa.
Tak berhenti di situ, Prabowo juga mencari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dengan nada bercanda, ia seolah meminta solusi mengenai langkah yang diperlukan agar Indonesia mampu menembus Piala Dunia.
“Mana Menkeu? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden meresmikan implementasi biodiesel dengan campuran 50 persen minyak sawit, menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan mandatori B50. (agr/dpi)
Load more