Kisah Rachmat Gobel Sebelum Meninggal Dunia, Mengubah Panasonic Menjadi Raksasa Elektronik Indonesia
- Istimewa
Rachmat juga sempat bekerja di PT Matsushita Group, Jepang sebelum memutuskan kembali ke Indonesia pada 1989. Selepas itu, ia pun dipromosikan ke posisi menengah dan tanggung jawab lebih besar di PT National Gobel.
Rachmat memulai jabatannya di posisi sebagai asisten presiden direktur PT National Gobel yang kini menjadi PT Panasonic Manufacturing Indonesia. Kemudian, ia dipercaya menjadi Direktur Perencanaan, Wakil Direktur Utama, Direktur Utama Perseroan pada 1994.
Di momen inilah, Rachmat belajar banyak baik saat membuat strategi bisnis hingga menyelamatkan perusahaan dari krisis pada 1998. Ia membuat gebrakan melalui pembaharuan kerja sama antara PT Gobel Internasional dan Matsushita Electric Industrial Co Ltd.
Pada 2020, Rachmat menceritakan prestasi yang berhasil dicapai selama enam dasawarsa dalam kemitraan Gobel dan Panasonic Corp.
Menurut Rachmat, pabrik elektronik didirikan ayahnya merupakan pioner industri elektronik di Indonesia. Tujuan Thayeb, kata dia, berkomitmen membangun industri sebagai jalan berbakti memajukan Indonesia.
"Demi cita-cita tersebut, Pak Gobel kemudian memilih kerja sama, joint venture dengan Matsushita (Jepang) karena sama-sama memiliki visi membangun industri dan melakukan rinvestasi jangka panjang di Indonesia," kata Rachmat Gobel dikutip dari Antara.
Ia mengenang industri elektronik saat pertama kali dibangun oleh ayahnya. Putra tertua Thayeb mohammad Gobel itu menyebut bahwa sang ayah mulanya mendirikan PT Transistor Radio Manufacturing di Cawang, Jakarta pada 1954.
Ia menuturkan, perusahaan yang pertama kali didirikan Thayeb memproduksi radio transistor pertama di Indonesia. Merek utama yang menjadi andalan adalah "Tjawang".
Tampaknya, Thayeb telah lama membangun usahanya dengan menggandeng Matsushita Electric Industrial Co Ltd pada 1960. 10 tahun kemudian dari perkembangan kolaborasi ini, keduanya membentuk joint venture PT National Gobel sebagai perusahaan assembling & manufacturing peralatan elektronik rumah tangga.
Sejak Panasonic dipegang olehnya, Rachmat selalu berpegang teguh pada prinsip tekad ayahnya demi membangun industri dan nilai tambah untuk perekonomian Indonesia. Ia menanamkan filosofi "pohon pisang" dari Thayeb yang mengajarkan agar anaknya terus berjuang dan pantang menyerah demi menebar manfaat untuk banyak orang.
Load more