News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Isi Pesan Teror Bom yang Dikirim ke Guru Kelas 1 dan Staf TU SDN Srengseng Sawah 15 Pagi: Jangan Coba-Coba Anda Lapor Polisi

Inilah isi pesan teror bom yang dikirimkan si peneror ke guru kelas 1 dan staf TU Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026). 
Senin, 13 Juli 2026 - 13:24 WIB
Isi Pesan Teror Bom yang Dikirim ke Guru Kelas 1 dan Staf TU SDN Srengseng Sawah 15 Pagi
Sumber :
  • Luthfia Miranda Putri-Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Inilah isi pesan teror bom yang dikirimkan si peneror ke guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU) Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026). 

“Selamat pagi dan salam sejahtera, diharap bersiap-siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik,” demikian isi pesannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami pantau dari wilayah TKP. Bersiap-siap hitung 10 menit dari belakan akan rata semuanya. Jangan coba-coba Anda lapor polisi. Saya tahu di sana ada Pak RT untuk apa,” sambungnya. 

Berdasarkan foto yang diterima tvOnenews.com, tampak si peneror sempat menelepon namun tidak terjawab. 

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan identitas pelaku dugaan teror bom telah dikantongi. 

"Dari identitasnya kita sudah kantongi ya. Jadi kita sudah mencari. Semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti untuk pelaku. Tentunya yang diduga pelaku untuk meneror sendiri itu," ujarnya, Senin (13/7/2026). 

Untuk diketahui, dugaan teror bom ini berawal dari pesan WhatsApp yang diterima guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU) saat upacara hari pertama MPLS sekitar pukul 07.30 WIB. 

Akhirnya mereka melapor usai mendapatkan pesan teror itu. Para guru dan siswa dievakuasi dan MPLS dibubarkan. 

Pihak kepolisian, Gegana hingga Densus 88 langsung mengecek TKP.

"Untuk Gegana sendiri sudah menyisir sudah lebih kurang 2 jam lebih ya untuk menyisir SD Negeri Srengseng Sawah 15," terangnya.

Sampai saat ini, sambung dia, pihaknya memastikan belum menemukan benda mencurigakan dari penyisiran. Meski begitu, kasus dugaan teror bom akan ditindaklanjuti. (ant/nsi)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

7 Zodiak Paling Beruntung soal Karier Besok 14 Juli 2026: Capricorn Melesat, Gemini Panen Peluang Baru

7 Zodiak Paling Beruntung soal Karier Besok 14 Juli 2026: Capricorn Melesat, Gemini Panen Peluang Baru

Karier Anda sedang menanjak? Simak 7 zodiak paling beruntung soal karier besok, 14 Juli 2026. Apakah zodiak Anda termasuk?
Gegana dan Densus 88 Sisir SDN Srengseng Sawah 15 Usai Dapat Teror Bom, Siswa dan Guru Sudah Dievakuasi

Gegana dan Densus 88 Sisir SDN Srengseng Sawah 15 Usai Dapat Teror Bom, Siswa dan Guru Sudah Dievakuasi

Tim Gegana dan Densus 88 diterjunkan ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan usai mendapatkan teror bom melalui pesan. 
Selain Ada Korban, Ternyata Masih Ada 3 Fakta Terbaru di Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok

Selain Ada Korban, Ternyata Masih Ada 3 Fakta Terbaru di Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok

Sebelumnya surat terbuka diunggah Hotman Paris di instagramnya. Dalam kasus ini disampaikan sekiranya ada 3 santri menjadi korban, berikut penjelasannya.
Belum Pernah Bela Timnas Indonesia Meski Sudah WNI, Tim Geypens Akui Tetap Bangga Gabung Skuad Garuda: Sebuah Kebanggaan!

Belum Pernah Bela Timnas Indonesia Meski Sudah WNI, Tim Geypens Akui Tetap Bangga Gabung Skuad Garuda: Sebuah Kebanggaan!

Tim Geypens tak mampu menyembunyikan rasa bangganya setelah kembali mendapat kesempatan bergabung dengan Timnas Indonesia. Bek kiri 21 tahun itu mengaku bangga.
SPMB SDN 2 Plandaan Tulungagung Hanya Dapat 2 Siswa

SPMB SDN 2 Plandaan Tulungagung Hanya Dapat 2 Siswa

Ketatnya persaingan antar sekolah diduga menjadi penyebab minimnya pendaftar di sekolah tersebut.
Bupati Yes Pastikan MPLS Aman dan Bebas Perundungan di Hari Pertama Sekolah

Bupati Yes Pastikan MPLS Aman dan Bebas Perundungan di Hari Pertama Sekolah

Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kabupaten Lamongan mulai dilaksanakan Senin (13/7) sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.

Trending

Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner mencuri perhatian di Belanda setelah tampil impresif bersama Fortuna Sittard. Bek Timnas Indonesia itu mendapat banyak pujian dari media lokal.
Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Harapan Timnas Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Dunia semakin terbuka lebar. Wacana FIFA menambah jumlah peserta jadi kabar baik buat skuad Garuda.
Sidang Praperadilan Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ditunda

Sidang Praperadilan Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ditunda

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda sidang praperadilan yang dilayangkan oleh mantan Kepala BGN Lodewyk Pusung. 
Minyakita Langka di Kepri, Dijual hingga Rp18 Ribu per Liter, YLPK Soroti Dugaan Penyimpangan Distribusi

Minyakita Langka di Kepri, Dijual hingga Rp18 Ribu per Liter, YLPK Soroti Dugaan Penyimpangan Distribusi

Di tingkat pengecer, Minyakita masih dijual hingga Rp18.000 per liter. Kondisi ini diakui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri yang menyebut masih menemukan pedagang menjual Minyakita di atas HET.
Pemerintah Ingin Bangun Pusat Keuangan Internasional, SMSI Ungkap Risiko yang Berpotensi Rugikan Negara

Pemerintah Ingin Bangun Pusat Keuangan Internasional, SMSI Ungkap Risiko yang Berpotensi Rugikan Negara

RUU PFII masuk dalam Prolegnas 2026 sebagai usulan pemerintah dengan naskah akademik yang telah disampaikan ke Komisi XI DPR RI untuk dibahas pada Rapat Paripurna
SOSOK Tan Kian, Konglomerat Pemilik Pasific Place yang Diduga Terseret Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

SOSOK Tan Kian, Konglomerat Pemilik Pasific Place yang Diduga Terseret Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

Tan Kian diperiksa dalam dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait batu bara PT PLN (Persero), PT Asabri, Krakatau Steel, hingga PT CBS-KNI.
Prabowo: Pemimpin yang Menganjurkan "Bakar-Bakar" di Republik Ini Adalah Pengkhianat

Prabowo: Pemimpin yang Menganjurkan "Bakar-Bakar" di Republik Ini Adalah Pengkhianat

Presiden RI Prabowo Subianto menyebut pemimpin yang menganjurkan aksi pembakaran fasilitas umum sebagai pemimpin pengkhianat.
Selengkapnya

Viral