News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Dokter PPDS Anestesi Unri di RSUD Siak Ditemukan Tewas di Semak Belukar, Berawal dari Hilang Kontak

Berikut kronologi dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Universitas Riau (UNRI) tewas di semak dekat RSUD Tengku Rafian, Siak.
Kamis, 16 Juli 2026 - 13:07 WIB
dr Alex Kristo Loris, Dokter PPDS Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau (RIAU) di RSUD Tengku Rafian yang ditemukan tewas di semak belukar
Sumber :
  • Instagram/@fkunri_official

Siak, tvOnenews.com - Seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri) di RSUD Tengku Rafian, Siak, Riau mengegerkan publik.

Dokter PPDS residen anestesi bernama Alex Kristo Loris alias AKL (30) ditemukan tewas. Jenazahnya telah dalam kondisi telentang meninggal dunia di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian pada Selasa (14/7/2026), sekitar pukul 11.30 WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ps Kasi Humas Polres Siak, Aiptu Dedek Prayoga menyampaikan bahwa, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tujuannya untuk mengidentifikasi secara awal pasca mendapat laporan penemuan jasad dokter PPDS asal Unri tersebut.

"Dari data yang dihimpun, identitas korban bernama AKL, seorang dokter yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis residen anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak. Korban berasal dari Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku," ujar Dedek dalam keterangan diterima, Kamis (16/7/2026).

Kronologi Penemuan Jenazah Dokter PPDS di Semak Belukar

Ilustrasi jenazah ditemukan di semak belukar
Ilustrasi jenazah ditemukan di semak belukar
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

1. Hilang Kontak

Awal mula kasus ini terungkap berasal dari istri korban. Pada Senin, 13 Juli 2026 sore hari, sang istri berinisial YM (31) coba menghubungi suaminya.

YM yang juga berprofesi sebagai dokter terkejut nomor dalam telepon genggam AKL sudah tidak aktif. Hal ini membuat istri korban resah karena suaminya hilang kontak.

Sang istri berupaya untuk mendatangi RSUD Tengku Rafian sebagai tempat AKL melaksanakan kegiatan sehari-harinya. YM bertanya terkait keberadaan suaminya kepada semua rekan sejawatnya.

Alih-alih mendapatkan jejaknya, tak sedikit dari rekan-rekan sesama dokter tidak mengetahui keberadaan korban. Pada akhirnya, YM berusaha menghubungi keluarga korban di Bagan Batu, Rokan Hilir.

Upaya tersebut lagi-lagi tidak menemukan jawaban sesuai harapan. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga di Bagan Batu, korban tidak berada di lokasi tersebut.

2. Periksa Rekaman CCTV

Lanjut Dedek, istri korban bersama petugas keamanan rumah sakit kemudian melakukan pemeriksaan kamera CCTV. Mereka mengecek rekaman di bagian radiologi RSUD Tengku Rafian.

Dari rekaman tersebut, terdapat petunjuk jejak terakhir AKL. Dokter PPDS residen anestesi itu tertangkam kamera sedang berjalan kaki keluar dari area rumah sakit.

AKL terekam keluar melalui pintu keluar di depan pos sekuriti II. Korban saat itu tengah menuju ke arah keluar RSUD Tengku Rafian.

Sayangnya kamera tersebut tidak menunjukkan tujuan akhir korban pasca meninggalkan area rumah sakit. Hal ini membuat pencarian dilanjutkan pada keesokan harinya.

3. Ditemukan di Semak Belukar

Pada Selasa (14/7/2026), sekitar pukul 07.30 WIB, petugas keamanan sempat kembali bertanya kepada tenaga medis maupun aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di RSUD Tengku Rafian. Mereka tidak mengetahui keberadaan korban yang masih menjadi misteri.

Rekan-rekan sejawat dan pihak rumah sakit sempat ikut melakukan pencarian. Sayangnya proses penyisiran tersebut tidak berbuah hasil sehingga menggerakkan tiga orang petugas berinisiatif menyisir ke area tempat lain.

Ketiga orang tersebut menjadi saksi. Statusnya merupakan dua petugas keamanan rumah sakit bernama Arif Syahdu (31) dan Yuudi Arianto (35), sedangkan satunya merupakan seorang pengemudi ambulans bernama Selamat (55).

Pada pukul 11.30 WIB, ketiga saksi coba melakukan penyisiran ke area semak belukar. Letaknya hanya berada di luar rumah sakit.

Alasan ketiganya menyisir ke area semak belukar karena menjadi titik terakhir pergerakan AKL saat terekam dalam kamera CCTV.

Seorang saksi coba memanjat pagar pembatas rumah sakit untuk melihat di sekitarnya yang berada di luar area rumah sakit. Di momen inilah, ia melihat seorang jenazah dalam posisi telentang dan telah tewas di tengah semak belukar.

Jarak jasad korban hanya sekitar 5 meter dari pagar pembatas RSUD Tengku Rafian. Jika dari tepi Jalan Raja Kecik, lokasi korban hanya berjarak 30 meter.

4. Polisi Olah TKP

Penemuan ini membuat pihak rumah sakit melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Pihak kepolisian langsung bergegas untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, polisi juga memasang garis polisi hingga mengamankan sejumlah barang bukti. Saat jenazah ditemukan, petugas mendapatkan sebuah tas sandang diduga milik AKL.

Tidak hanya tas sandang berwarna hitam, barang bukti yang diamankan yakni sejumlah alat medis, dompet, telepon genggam, kartu identitas atau ID Card RSUD Tengku Rafian milik korban.

Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Pekanbaru. Tujuannya untuk langsung diautopsi agar motif kematian dokter PPDS tersebut terang benderang.

5. Hasil Autopsi Sementara

Kasubbid Penmas Polda Riau, AKBP Rudi Samosir mengungkap hasil autopsi sementara terhadap jenazah AKL. Hasil pertama mengenai rentang waktu korban meninggal dunia diperkirakan sudah 12-24 jam.

Jenazah korban telah memasuki kondisi pembusukan awal. Selain itu petugas medis juga mendapatkan adanya luka berbentuk titik serta pembengkakan di punggung tangan kiri.

"Ada juga ditemukan memar pada kepala akibat kekerasan tumpul," lanjut Rudi.

Terkait luka pasca-kematian, polisi menduga pola dan gambarannya akibat gigitan serangga. Hal itu menyasar pada daerah leher, dada, perut, punggung, serta kedua lengan korban.

Hingga kini, penyebab kematian korban belum diketahui secara pasti. Polisi masih menunggu hasil autopsi secara keseluruhan.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PCNU Nias Kembalikan Rp250 Juta ke KPK Diduga Terkait Muktamar NU

PCNU Nias Kembalikan Rp250 Juta ke KPK Diduga Terkait Muktamar NU

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi telah menerima pengembalian uang sebesar Rp250 juta dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nias, Sumatera
The Jakmania Dilarang Away 6 Laga, Bung Ferry Justru Sebut Sanksi Komdis PSSI Adil

The Jakmania Dilarang Away 6 Laga, Bung Ferry Justru Sebut Sanksi Komdis PSSI Adil

Bung Ferry menilai larangan away enam laga bagi The Jakmania sudah adil setelah kericuhan di laga Persija vs Persita. Ia menyebut sanksi itu jadi pelajaran.
Resmi! Khvicha Kvaratskhelia Cedera ACL usai Bawa PSG Menang Atas Barcelona, Terancam Selesaikan Musim Lebih Cepat

Resmi! Khvicha Kvaratskhelia Cedera ACL usai Bawa PSG Menang Atas Barcelona, Terancam Selesaikan Musim Lebih Cepat

PSG mendapat kabar buruk usai menang 4-2 atas Barcelona. Khvicha Kvaratskhelia mengalami cedera ACL, harus menjalani operasi, dan terancam absen satu musim.
Kata Menpora Erick Thohir usai Kontingen Indonesia Berhasil Lampaui Target Medali Emas di Asian Para Games 2026

Kata Menpora Erick Thohir usai Kontingen Indonesia Berhasil Lampaui Target Medali Emas di Asian Para Games 2026

Indonesia berhasil melampaui target medali emas pada gelaran Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya usai cabang olahraga Boccia meraih 3 medali emas hari ini.
Viral Video Dugaan Penangkapan Nusron Wahid, KPK: Bukan, Kami Masih Berharap Kooperatif

Viral Video Dugaan Penangkapan Nusron Wahid, KPK: Bukan, Kami Masih Berharap Kooperatif

Media sosial dihebohkan dengan video bernarasi penangkapan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di tengah polemik perkara dugaan suap lahan HGB Summarecon Bogor, Jawa -
Hasil Bali United Vs Garudayaksa FC: Serdadu Tridatu Pesta Gol, Langsung Dekati Persija di Puncak Klasemen

Hasil Bali United Vs Garudayaksa FC: Serdadu Tridatu Pesta Gol, Langsung Dekati Persija di Puncak Klasemen

Hasil Bali United vs Garudayaksa FC berakhir 5-0. Queven da Silva menyumbang dua gol dan membawa Serdadu Tridatu menembus posisi kedua Super League 2026/2027.

Trending

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Berikut profil Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, penceramah yang viral akibat dinilai merendahkan santriwati dan perempuan lansia sehingga diboikot oleh MUI.
Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Sempat dipanggil ke skuad Hong Kong untuk ajang FIFA, nama pemain keturunan ini tiba-tiba muncul di pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20.
Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Perairan Selat Malaka kembali memanas! Tim gabungan Aparat Penegak Hukum (APH) berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba terbesar tahun ini, Rabu (21/10/2026)
Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menerbitkan keputusan pengangkatan Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030.
Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Sosok ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yakni Briptu Asky Rizal Toding menjadi sorotan setelah aksi arogannya yang menyenggol mahasiswa dalam demo karhutla.
Anak Diduga Mutilasi-Rebus Ayahnya di Brebes, Polisi: Potongan Tubuh Korban Direbus Dua Hari hingga Hancur

Anak Diduga Mutilasi-Rebus Ayahnya di Brebes, Polisi: Potongan Tubuh Korban Direbus Dua Hari hingga Hancur

Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus anak mutilasi hingga rebus ayahnya sendiri di Brebes, Jawa Tengah. Anak itu mengaku merebus potongan tubuh ayahnya selama dua hari sebelum dibuang ke Sungai Kluwut. Sementara itu, tulang belulang ayahnya dibakar hingga menjadi abu.
Mitsubishi Resmi Luncurkan Pajero Terbaru di Thailand, Kapan Masuk Indonesia?

Mitsubishi Resmi Luncurkan Pajero Terbaru di Thailand, Kapan Masuk Indonesia?

Mitsubishi resmi meluncurkan Pajero terbaru di Thailand dan menyiapkan ekspansi ke 100 negara. Lantas, kapan SUV legendaris ini akhirnya dijual di Indonesia?
Selengkapnya

Viral