News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apa Saja Hasil Autopsi Motif Kematian Dokter PPDS Alex Cristo Loris Ditemukan Tewas di Semak-semak RSUD Siak?

Polres Siak berbicara hasil autopsi jenazah dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi di RSUD Tengku Rafian, Siak, Alex Cristo Loris (30).
Jumat, 17 Juli 2026 - 11:48 WIB
Ilustrasi jenazah ditemukan di semak belukar
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

Siak, tvOnenews.com - Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais mengungkapkan hasil autopsi jenazah dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) residen anestesi di RSUD Tengku Rafian, Siak, Alex Cristo Loris (30).

Raja menyampaikan hasil autopsi menyusul penemuan jenazah dokter PPDS Fakultas Kedokteran Universitas Riau (UNRI) tersebut. Alex ditemukan tewas di semak belukar pada Selasa (14/7/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kematian Alex yang tak wajar membuat pihak kepolisian langsung membawa jenazah dokter PPDS Anestesiologi ke RS Bhayangkara. Adapun hasil autopsi sementara keluar pada pukul 22.00 WIB.

Apa Saja Hasil Autopsi Kematian Dokter PPDS Alex Cristo Loris?

dr Alex Kristo Loris, Dokter PPDS Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau (RIAU) di RSUD Tengku Rafian yang ditemukan tewas di semak belukar
dr Alex Kristo Loris, Dokter PPDS Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau (RIAU) di RSUD Tengku Rafian yang ditemukan tewas di semak belukar
Sumber :
  • Instagram/@fkunri_official

Raja mengatakan bahwa, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan tim dokter forensik. Akan tetapi, polisi masih belum bisa memutuskan motif kematian Alex.

"Koordinasi dengan dokter forensik itu belum bisa menyimpulkan penyebab kematian terhadap korban karena dibutuhkan pemeriksaan laboratorium," ujar Raja saat dihubungi tvOne, Jumat (17/7/2026).

Dari hasil histopatologi forensik yang berpacu pada pemeriksaan mikroskopis terhadap sel dan jaringan tubuh, polisi mengirimkan sebanyak enam sampel. Sementara, toksikologi forensik yang dikirim sebanyak tujuh sampel sebagai kebutuhan di laboratorium.

"Ini untuk menentukan penyebabkematiannya sehingga untuk hasil autopsi masih belum bisa. Nanti akan diterangkan langsung oleh dokter forensik," terangnya.

Benarkah Ada Luka dan Memar di Tubuh Korban?

Raja ditanya mengenai hasil autopsi sementara jenazah korban. Berdasarkan informasi yang beredar, tim medis menemukan adanya pembengkakan pada tangan kiri.

Selain itu, bagian kepala korban juga mengalami memar. Penemuan ini diduga akibat kekerasan dari benda tumpul yang dialami oleh dokter PPDS tersebut.

Ada juga sejumlah luka di sejumlah bagian tubuh, mulai dari leher, dada, perut, punggung, dan lengan. Pemicunya diduga akibat setelah korban meninggal dunia.

Raja menegaskan bahwa, keterangan tersebut belum diterima secara resmi. Sejumlah penyebab kematian korban masih bisa dibantah sebelum polisi menerima hasil autopsi jenazah secara final.

"Itu nanti bisa setelah hasil autopsi keluar secara keseluruhan. Nanti akan kami lakukan BAP terhadap dokter yang melakukan pemeriksaan. Nah, nanti baru bisa kita jelaskan secara resmi bagaimananya. Untuk sampai sekarang, secara resmi hasil tersebut belum kami terima," bebernya.

Hingga kini, polisi melalui Satreskrim Polres Siak telah melakukan pemeriksaan lima saksi. Raja mengungkapkan bahwa, tiga dari kelimanya adalah pihak yang menemukan jenazah korban.

Tiga saksi tersebut bernama Arif Syahdu (31) dan Yudi Arianto (35) (petugas keamanan rumah sakit) serta Selamat (55). Adapun dua dari lima saksi di antaranya berstatus sebagai dokter pembimbing.

"Ada dua dokter pembimbing yang bersangkutan dalam residen anestesi tersebut. Ada dua yaitu dr Beni dan dr Yudo sekarang diperiksa intensif," tuturnya.

Pada Kamis, 16 Juli 2026, pihak kepolisian kembali mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Sistemnya melibatkan tim medis hingga Satreskrim Polres Siak dan Biddokkes Polda Riau.

"Kita kembali melakukan olah TKP untuk kepentingan menunjang autopsi," lanjutnya.

Polisi Temukan Barang Bukti Baru

Dari hasil olah TKP tersebut, kata Raja, pihaknya menemukan dua jenis obat di dalam tas korban. Isinya masing-masing sebanyak tiga buah.

"Itu di antaranya ada satu botol obat jenis Sedafol atau Propofol, kemudian dua ampul lidokain HCl, dan ada dua buah skuid  serta yang suntikannya kita kirimkan ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan," paparnya.

Ia mengatakan, dua di antaranya yang ditemukan polisi telah digunakan. Sementara, Sedafol Propofol diduga telah dipakai oleh korban.

"Tapi ini nanti kita tunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik," tegasnya.

Sebelumnya, kasus kematian dokter PPDS UNRI menggegerkan publik. Peristiwa penemuan jenazahnya terungkap setelah dari keresahan istri korban yang juga berprofesi dokter berinisial YM (31).

YM merasa resah suaminya hilang kontak pada Senin, 13 Juli 2026 sore hari. Karena tidak bisa dihubungi, istri korban mendatangi RSUD Tengku Rafian. Upaya ini sempat mengalami kebuntuan.

YM sempat menghubungi pihak keluarga di Bagan Batu. Dari keterangan mereka, korban tidak berada di lokasi.

Istri korban pun memutuskan untuk mengecek kamera CCTV di bagian radiologi RSUD Tengku Rafian. Bersama petugas keamanan, Alex terekam sedang keluar sendirian dari area rumah sakit.

Jejak Alex terputus di area semak belukar di samping rumah sakit. Pergerakan ini membuat ketiga saksi memutuskan untuk menyisir ke area tersebut.

Seorang saksi memutuskan untuk memanjat pagar. Ia pun melihat jenazah dokter PPDS tersebut telah dalam kondisi telentang dan tidak bernyawa.

Berdasarkan hasil olah TKP pertama, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari tas sandang berwarna hitam, sejumlah alat medis, dompet, telepon genggam, kartu identitas RSUD Tengku Rafian milik korban.

Penemuan ini membuat jenazah dokter PPDS itu dibawa ke RS Bhayangkara. Adapun hasil autopsinya masih menunggu keputusan dari tim dokter di laboratorium forensik.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Benarkah Kim Jong-un Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Otak? Korea Utara Langsung Ungkap Fakta Sebenarnya

Benarkah Kim Jong-un Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Otak? Korea Utara Langsung Ungkap Fakta Sebenarnya

Media resmi pemerintahan Korea Utara, Korean Central News Agency/KCNA merilis aktivitas terbaru pemimpinnya, Kim Jong-un untuk menepis rumor meninggal dunia.
Hasil French Open 2026: Takluk dari Wakil Chinese Taipei, Langkah Fajar/Fikri Langsung Kandas di Babak Pertama

Hasil French Open 2026: Takluk dari Wakil Chinese Taipei, Langkah Fajar/Fikri Langsung Kandas di Babak Pertama

Hasil French Open 2026 sektor ganda putra yang mempertemukan wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin.
Reaksi KPK soal Kabar Nusron Wahid Berada di Malaysia Usai Mangkir Dua Kali Pemanggilan

Reaksi KPK soal Kabar Nusron Wahid Berada di Malaysia Usai Mangkir Dua Kali Pemanggilan

KPK memburu kebenaran informasi mengenai keberadaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, dikabarkan berada di
KUR BNI Pematangsiantar Salurkan Rp500 Juta untuk Bantu Pengusaha Mesin Kopi Naik Kelas

KUR BNI Pematangsiantar Salurkan Rp500 Juta untuk Bantu Pengusaha Mesin Kopi Naik Kelas

KUR BNI Pematangsiantar menyalurkan Rp500 juta untuk membantu pengusaha mesin kopi meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan mengembangkan usaha lokal.
Mau Beli Mobil Listrik Bekas? Jangan Tergiur Harga Murah, Cek 5 Hal Ini agar Tak Boncos

Mau Beli Mobil Listrik Bekas? Jangan Tergiur Harga Murah, Cek 5 Hal Ini agar Tak Boncos

Mau beli mobil listrik bekas? Jangan cuma lihat harga murah. Simak lima hal penting, mulai kesehatan baterai, garansi, hingga riwayat servis agar tak rugi.
Sidang TPPU Febrie Adriansyah, Pakar Hukum Peringatkan Bahaya Trial by Press

Sidang TPPU Febrie Adriansyah, Pakar Hukum Peringatkan Bahaya Trial by Press

Persidangan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan pemerasan yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah terus men

Trending

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Berikut profil Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, penceramah yang viral akibat dinilai merendahkan santriwati dan perempuan lansia sehingga diboikot oleh MUI.
Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Sempat dipanggil ke skuad Hong Kong untuk ajang FIFA, nama pemain keturunan ini tiba-tiba muncul di pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20.
Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Perairan Selat Malaka kembali memanas! Tim gabungan Aparat Penegak Hukum (APH) berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba terbesar tahun ini, Rabu (21/10/2026)
Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menerbitkan keputusan pengangkatan Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030.
Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Sosok ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yakni Briptu Asky Rizal Toding menjadi sorotan setelah aksi arogannya yang menyenggol mahasiswa dalam demo karhutla.
Anak Diduga Mutilasi-Rebus Ayahnya di Brebes, Polisi: Potongan Tubuh Korban Direbus Dua Hari hingga Hancur

Anak Diduga Mutilasi-Rebus Ayahnya di Brebes, Polisi: Potongan Tubuh Korban Direbus Dua Hari hingga Hancur

Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus anak mutilasi hingga rebus ayahnya sendiri di Brebes, Jawa Tengah. Anak itu mengaku merebus potongan tubuh ayahnya selama dua hari sebelum dibuang ke Sungai Kluwut. Sementara itu, tulang belulang ayahnya dibakar hingga menjadi abu.
Mitsubishi Resmi Luncurkan Pajero Terbaru di Thailand, Kapan Masuk Indonesia?

Mitsubishi Resmi Luncurkan Pajero Terbaru di Thailand, Kapan Masuk Indonesia?

Mitsubishi resmi meluncurkan Pajero terbaru di Thailand dan menyiapkan ekspansi ke 100 negara. Lantas, kapan SUV legendaris ini akhirnya dijual di Indonesia?
Selengkapnya

Viral