KAI Bangun Customer Experience Agar Ramah Disabilitas dan Semua Warga, Pengamat: Setara bagi Seluruhnya
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat Transportasi, Djoko Setijowarno, mengapresiasi langkah PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang terus memperkuat layanan yang lebih inklusif agar setiap pelanggan memperoleh pengalaman perjalanan yang nyaman dan setara.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai fasilitas dan layanan, mulai dari guiding block, portable ramp, kursi roda, toilet ramah penyandang disabilitas, ruang laktasi, hingga petugas yang telah dibekali pelatihan untuk mendampingi pelanggan berkebutuhan khusus.
“Pendekatan ini menunjukkan bahwa customer experience tidak hanya diukur dari teknologi maupun kecepatan layanan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menghadirkan akses yang setara bagi seluruh pelanggan,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Dia juga mengungkapkan inovasi layanan merupakan bagian penting dalam pengembangan transportasi publik dan aspek inklusivitas menjadi salah satu indikator penting kemajuan tersebut.
Karena itu, layanan harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat agar mampu memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik.
“Jika dibandingkan dengan sejumlah negara maju, layanan transportasi publik Indonesia sudah mampu bersaing. Pengalaman studi banding ke luar negeri juga memperlihatkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan standar layanan yang kompetitif,” kata Djoko.
Dari sudut pandang berbeda, hal senada juga disampaikan oleh Taufik Effendi, Travel Content Creator yang telah menjajal layanan kereta api di 24 negara.
Ia menilai kualitas sebuah perjalanan tidak lagi hanya ditentukan oleh kecepatan atau ketepatan waktu, tetapi juga oleh pengalaman yang dirasakan pelanggan sejak memasuki stasiun hingga tiba di tujuan.
“Banyak yang bisa dinikmati selama perjalanan. Orang sekarang bukan hanya melihat tujuan akhirnya, tetapi juga menikmati pengalaman selama berada di kereta. Hal-hal seperti pelayanan, kenyamanan, hingga fasilitas pendukung menjadi
Load more