Airlangga Bertemu Mendag China, Investasi US$2,5 Miliar Siap Dipercepat
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia memperdalam kemitraan strategis dengan China di sektor perdagangan, investasi, hingga ekonomi digital.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pertemuannya dengan Menteri Perdagangan China (MOFCOM) Wang Wentao di Shanghai menjadi momentum untuk mempercepat implementasi sejumlah proyek investasi bernilai miliaran dolar AS sekaligus memperluas kerja sama teknologi.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Airlangga mengatakan kedua negara mengevaluasi pelaksanaan nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati, mulai dari pengembangan kawasan industri hingga kolaborasi di bidang digital.
“Pembicaraan dengan Menteri Perdagangan Wang Wentao, kita membahas mengenai MoU yang sudah ditandatangani antara MOFCOM dan Kementerian Perekonomian,” kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Sabtu (18/7/2026).
Salah satu pembahasan utama adalah percepatan pengembangan program Two Countries Twin Parks, termasuk penguatan kawasan industri di Batang yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat manufaktur baru di Indonesia.
Airlangga mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasinya, terutama terkait permintaan perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Salah satunya adalah Two Countries Twin Parks di mana pengembangan industri di Batang diharapkan bisa terus ditingkatkan. Memang ada beberapa tantangan terutama perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di luar kawasan ekonomi khusus itu juga ingin mendapatkan fasilitas yang minimal setara dengan yang diberikan di kawasan ekonomi khusus,” ujarnya.
Selain membahas pengembangan kawasan industri, kedua negara juga mengevaluasi implementasi MoU investasi yang telah diteken sebelumnya dengan nilai mencapai US$2,5 miliar.
“Dan kemudian juga kami membahas mengenai MoU yang sudah ditandatangani beberapa waktu yang lalu yang investasinya sekitar US$2,5 miliar,” tutur Airlangga.
Tak hanya sektor industri, pembicaraan juga mencakup penguatan kerja sama perdagangan dan ekonomi digital yang dinilai semakin strategis bagi kedua negara.
“Tadi baru saja saya melakukan bilateral meeting dengan Menteri Perdagangan Cina MOFCOM yaitu Wang Wentao di mana mengevaluasi dari kerja sama industri dan perdagangan termasuk di dalamnya terkait dengan kerja sama di bidang digital,” katanya.
Airlangga menegaskan posisi China sebagai mitra ekonomi terbesar Indonesia. Nilai perdagangan kedua negara pada tahun lalu mencapai sekitar US$160 miliar, sementara investasi langsung dari China mencapai US$7 miliar dan melalui Hong Kong sekitar US$10 miliar.
“Indonesia sendiri dengan China trade-nya mencapai tahun lalu mencapai US$160 miliar yaitu trade terbesar dan investasi Cina ke Indonesia tahun kemarin yang langsung dari China adalah US$7 miliar sedangkan yang melalui Hong Kong US$10 miliar. Jadi ini adalah betul-betul negara strategis bagi Indonesia,” tegasnya.
Dalam rangkaian kunjungannya di Shanghai, Airlangga juga dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi guna memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor.
Selain itu, pemerintah turut menjajaki peluang kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi global asal China yang tengah berkembang pesat di bidang kecerdasan buatan, telekomunikasi, dan robotika.
“Nah selanjutnya juga saya akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi besok di mana tentu kita akan berharap bahwa kerja sama akan terus berkembang dan beberapa perusahaan juga sempat kami melakukan rapat ataupun berkunjung termasuk ByteDance, Huawei, DeepRobotics, Unitree, FiberHome,” pungkas Airlangga.(agr/raa)
Load more