Diplomasi Indonesia–Papua Nugini, BNPP RI Dukung Kerja Sama Listrik untuk Masyarakat Perbatasan
- BNPP RI
Safrizal menambahkan, bahwa pembahasan lanjutan bersama Papua Nugini direncanakan berlangsung pada agenda Joint Border Committee (JBC) berikutnya pada Oktober mendatang.
Sementara itu, Delegasi Papua Nugini menyampaikan bahwa usulan penyesuaian tarif semata-mata ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Wutung yang hidup berdampingan dengan masyarakat Indonesia di wilayah perbatasan.
"This tariff that this provincial government at the border that look after the border people are proposing to you now is power for the border people, which are also Indonesian people. They are family intermarriages. And so we ask the regulatory, that however the tariff is and the subsidy is, and it is affordable for the people of Wutung," jelas perwakilan Delegasi Papua Nugini.
Delegasi PNG juga menilai penyediaan listrik yang terjangkau akan memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di kedua sisi perbatasan. Oleh sebab itu, pihaknya berharap Pemerintah Indonesia bersama PLN dapat mempertimbangkan skema tarif yang mencerminkan semangat kerja sama dan kepentingan masyarakat perbatasan.
Menanggapi perkembangan tersebut, Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP RI, Amrullah M. Ridha, menekankan pentingnya penyamaan arah kebijakan pemerintah sebelum membahas aspek teknis maupun komersial pelaksanaan kerja sama.
"Yang perlu kita sepakati terlebih dahulu adalah seperti apa arah hubungan Indonesia dengan Papua Nugini ke depan. Persoalan tarif menjadi bagian yang dapat diselesaikan kemudian," ungkap Amrullah.
Menurutnya, kerja sama di kawasan perbatasan perlu dipandang sebagai investasi strategis pemerintah dalam memperkuat hubungan bilateral, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor.
"Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk meningkatkan hubungan Indonesia dan Papua Nugini. Bisa saja kita memberikan dukungan melalui skema tertentu yang memberikan manfaat lebih besar bagi kepentingan kedua negara," tambahnya.
Melalui konsultasi bilateral ini, Indonesia dan Papua Nugini menunjukkan komitmen bersama untuk terus membangun kawasan perbatasan sebagai ruang kerja sama yang produktif, inklusif, dan saling menguntungkan.
BNPP RI menegaskan akan terus mendukung berbagai langkah strategis pemerintah guna menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat di wilayah perbatasan sekaligus memperkuat hubungan persahabatan kedua negara. (ant/rpi)
Load more