News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terang Benderang Penyebab Warga Ricuh saat Geruduk Rumah Guru ASN yang Diduga Serahkan Siswa SD agar Dicabuli Suaminya

Kepala dusun mengungkap penyebab warga ricuh saat geruduk rumah guru aparatur sipil negara (ASN) & suami yang diduga melecehkan siswa SD di Tanjungbalai, Sumut.
Jumat, 24 Juli 2026 - 09:01 WIB
Massa mengamuk saat menggeruduk rumah guru ASN dan suaminya yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswa SD di Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut)
Sumber :
  • tvOneNews

Tanjungbalai, tvOnenews.com - Jagat maya dihebohkan dengan sejumlah video viral ratusan warga ricuh saat menggeruduk rumah seorang oknum guru aparatur sipil negara (ASN) yang diduga menyerahkan siswa SD yatim piatu berinisial ARM (12) kepada suaminya berinisial A (37).

Video kericuhan warga menggeruduk rumah guru ASN tersebut viral di media sosial. Adapun lokasi kerusuhan di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala dusun setempat, Saddam Husein membenarkan video viral tersebut. Ia menyampaikan bahwa adanya keramaian di luar rumah oknum guru ASN yang terjadi hingga Kamis (23/7/2026) dini hari.

Saddam mengatakan, ratusan warga menggeruduk rumah guru ASN itu tak lepas adanya informasi pasangan suami istri tersebut diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak SD.

"Memang benar terjadi boleh kita katakan keramaian yang disebabkan dugaan sementara bahwa ada pasangan suami istri melakukan pelecehan kepada anak di bawah umur," ujar Saddam saat ditemui awak media, Jumat (24/7/2026).

Kenapa Warga Mengamuk kepada Guru ASN dan Suami yang Diduga Cabuli Siswa SD?

Video oknum guru PNS perempuan dibawa aparat ke kantor polisi di Tanjungbalai viral di media sosial
Video oknum guru PNS perempuan dibawa aparat ke kantor polisi di Tanjungbalai viral di media sosial
Sumber :
  • Facebook/Vita Mutiara

Ia mengatakan mulanya beberapa warga mendatangi rumah tersebut. Tujuannya agar guru SD dan suami itu keluar dan bertanggung jawab terhadap perbuatannya.

Namun, massa bertambah hingga mendadak mengamuk. Saddam menduga bahwa penyebab emosi ratusan warga tidak terkendali karena mendapat penolakan dari pasangan suami istri tersebut.

Guru ASN dan suaminya membantah tudingan tersebut. Pasutri itu menepis telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Ia menambahkan, warga sudah sangat meyakini adanya indikasi dugaan pelecehan seksual. Guru ASN tersebut diduga menyerahkan ARM agar memudahkan aksi suaminya melakukan tindakan asusila.

"Beberapa warga yang datang ke rumah mungkin ada perlawanan pembicaraan sehingga terjadi pemicu ramainya atau datangnya massa karena mungkin tidak setuju dugaan sementara bahwa ada pasangan suami istri melakukan pelecehan kepada anak di bawah umur," terangnya.

Saddam ditanya terkait berapa kali tindakan asusila yang dilakukan oleh A kepada siswa SD yatim piatu tersebut. Ia selaku kepala dusun setempat tidak bisa membeberkan hal itu karena tidak mempunyai kewenangan dan kasus ini masih ditangani polisi.

"Sampai saat ini kita mohon maaf selaku lingkungan dan kita yang bertugas di wilayah ini, kita tidak dapat menyampaikan berapa kali sebenarnya terjadi ini. Cuma dari beberapa informasi itu sudah pernah terjadi," tegasnya.

Sementara, Kasi Humas Polres Tanjungbalai, Ipda M Ruslan mengungkapkan identitas dan pekerjaan terlapor. Suami dari guru ASN tersebut berinisial A (37) dan bekerja sebagai buruh harian lepas.

Adapun istri dari A tengah diperiksa oleh pihak kepolisian. Statusnya sebagai saksi dan identitasnya menjadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Terkini, guru ASN yang diduga menyerahkan siswa SD agar dicabuli suaminya masih dalam tahap pemeriksaan oleh Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Satres PPA) Polres Tanjungbalai.

"Istrinya saat ini masih sebagai saksi.Identitas istrinya sebagai P3K paruh waktu. Untuk kasus, sejaruh ini masih pendalaman pemeriksaan oleh Satres Unit PPA Polres Tanjungbalai," ungkap Ruslan.

Peristiwa dugaan pencabulan terhadap ARM mulanya terjadi pada Senin (4/5/2026), sekitar pukul 13.00 WIB. Dari laporan warga, lokasi dugaan kekerasan hingga pelecehan seksual terhadap ARM terjadi di rumah terlapor.

Kasus ini semakin terendus setelah korban tidak masuk sekolah selama sekitar dua pekan. Padahal sekolah juga sedang menggelar pelaksanaan ujian sehingga memicu kecurigaan dari warga.

Dari hasil laporan terbaru, terlapor diduga membujuk korban. A memberikan telepon seluler agar dimainkan sehingga terjadi adanya dugaan perbuatan pencabulan terhadap ARM.

Dugaan ini semakin terungkap setelah ibu angkat korban membawa anaknya ke sebuah klinik. Korban pun mengungkapkan dirinya diduga dilecehkan menyebabkan luka di bagian anus.

Seiringnya waktu, warga mengamuk agar terduga pelaku dihukum. Dalam video viral, sejumlah polisi turut mengamankan guru berstatus P3K paruh waktu dan suaminya.

Terkini, terlapor dan guru ASN yang berstatus sebagai saksi masih dalam tahap diperiksa oleh polisi.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

AHY Bicara Kekuasaan Ada Batasnya, Begini Respons Jubir Gerindra

AHY Bicara Kekuasaan Ada Batasnya, Begini Respons Jubir Gerindra

Juru bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong mengatakan pihaknya tak masalah dan menghargai pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengatakan kekuasaan ada batasnya.
Deretan Peristiwa Kebakaran Gunung Cikuray Garut dalam 7 Tahun Terakhir, Terbaru 5 Hektare Terbakar

Deretan Peristiwa Kebakaran Gunung Cikuray Garut dalam 7 Tahun Terakhir, Terbaru 5 Hektare Terbakar

Berikut rekapan tvOnenews.com terkait peristiwa kebakaran hutan & lahan di kawasan Gunung Cikuray, Garut dalam 7 tahun terakhir, termasuk pada September 2026.
Jadi Pahlawan Comeback Persib, Balsa Sekulic Sebut Tim Tunjukkan Mental Juara

Jadi Pahlawan Comeback Persib, Balsa Sekulic Sebut Tim Tunjukkan Mental Juara

Sosok Balsa Sekulic menjadi pembeda dalam kemenangan Persib Bandung melawan PSM Makassar.
Siap-Siap Dikepung Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 9 September 2026: Scorpio Panen Dana Segar

Siap-Siap Dikepung Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 9 September 2026: Scorpio Panen Dana Segar

Rabu, 9 September 2026, diprediksi menjadi hari yang menarik bagi sejumlah zodiak dalam urusan keuangan. Siapa saja yang diprediksi bakal bercuan deras besok?
Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Palembang Instruksikan Siswa Belajar dari Rumah

Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Palembang Instruksikan Siswa Belajar dari Rumah

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Palembang Nomor 33 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Jadwal Kegiatan Belajar Mengajar sebagai Dampak Buruk Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan di Kota Palembang yang diterbitkan Wali Kota Palembang Ratu Dewa. Penyesuaian KBM ini berlaku mulai Rabu(9/9/2026).
KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Silmy Karim Terkait Penyitaan

KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Silmy Karim Terkait Penyitaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan oleh mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy

Trending

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Viral satu kasus bunuh diri di media sosial (Medsos) yang masih didalami oleh Kepolisian. Korban FS ditemukan tak bernyawa di kawasan GBK, Jakarta.
Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi pihaknya memang telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP terhadap kematian Fajar Sahrudin.
Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Berdasarkan hasil oleh TKP Polsek Tanah Abang bersama Polres Jakarta Pusat kalau penemuan jasad dari Fajar Sahrudin ditemukan di GBK. Kini cuitannya jadi viral
Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Para pemain Timnas Indonesia terpantau meramaikan kolom komentar salah satu podcaster Australia, Daniel Olaniran. Hal itu viral lantaran dirinya menyebut jika skuad Garuda tak mengerti sepak bola. 
Selengkapnya

Viral