Anindya Bakrie Beberkan Alasan Tetap Optimistis Meski Neraca Dagang RI Defisit US$1,61 Miliar
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
“Kemarin saya dari Indonesia-China Investment Forum, itu mengatakan bahwa contohnya satu negara saja, tahun lalu China dan Hong Kong US$18 miliar, tahun ini jumlahnya mungkin bisa US$21-22 miliar untuk investasi di Indonesia. Nah, itu artinya pertumbuhannya besar dan itu diperjelas oleh kementerian investasi,” tukas dia.
Tak hanya investasi, nilai perdagangan Indonesia dengan China juga diproyeksikan melonjak tajam dari sekitar US$148 miliar tahun lalu menjadi lebih dari US$200 miliar tahun ini.
“Dan dagang juga dengan Cina tahun lalu US$148 miliar, tahun ini mungkin lebih dari US$200 miliar. Nah, jadi ini menandakan bahwa terlepas daripada adanya opini, noise di luar, faktanya data mengatakan trade itu jalan dan juga investasi itu jalan. Itu hanya dengan satu negara,” tandas dia.
Sebelumnya, BPS melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026, defisit pertama dalam enam tahun terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh defisit sektor migas yang mencapai US$3,76 miliar, sementara total impor sebesar US$24,81 miliar melampaui nilai ekspor yang tercatat US$23,20 miliar.(agr/raa)
Load more