Transaksi Rupiah-Yuan Melonjak 300 Persen, Kadin Sebut Hubungan Ekonomi RI-China Makin Kuat
- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyebut, hubungan ekonomi Indonesia dan China tidak hanya ditopang oleh lonjakan perdagangan dan investasi, kerja sama kedua negara kini semakin kuat melalui penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas batas yang disebut telah mendorong transaksi langsung rupiah-yuan melonjak hingga 300 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Anindya dalam sambutannya pada Indonesia-China Partnership Forum: Advancing Green Energy and Future Technology di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).
Menurut Anindya, fondasi kemitraan strategis komprehensif yang telah dibangun pemerintah Indonesia dan China perlu terus diwujudkan melalui kolaborasi konkret antara pemerintah dan dunia usaha.
“Nah, saya lihat bahwa kemitraan strategis komprehensif Indonesia-Tiongkok yang sudah dibuat begitu baik oleh government to government memang mesti direalisasikan dengan event-event yang baik seperti hari ini, yang tentu merupakan kehormatan Kadin bisa diajak menjadi bagian dari ini semua,” kata Anindya.
Anindya juga menyoroti semakin besarnya hubungan dagang Indonesia dan China. Ia menyebut nilai perdagangan bilateral yang telah mencapai US$168 miliar sepanjang 2025 dan sudah menembus US$101 miliar pada semester pertama 2026 menunjukkan eratnya hubungan ekonomi kedua negara.
Lebih dari itu, ia mengapresiasi meningkatnya ekspor produk bernilai tambah Indonesia yang mendorong surplus perdagangan terhadap China.
“Dan kembali ke pertumbuhan, kita lihat tadi disampaikan bahwa total sudah US$168 miliar 2025, dan tahun ini sudah US$101 miliar. Dan terima kasih untuk investasi dari teman-teman Tionghoa di Indonesia,” katanya.
“Kali ini kita berhasil mengekspor barang-barang yang mempunyai nilai tambah sehingga surplusnya menjadi US$5,8 miliar dalam enam bulan terakhir ini,” lanjut dia.
Di sektor keuangan, Anindya menilai implementasi skema Local Currency Transaction (LCT) antara Bank Indonesia dan otoritas moneter China menjadi salah satu terobosan penting dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral.
Program tersebut memungkinkan semakin banyak transaksi perdagangan dilakukan menggunakan rupiah dan yuan tanpa harus melalui dolar Amerika Serikat.
“Kami juga melihat bahwa selain daripada perdagangan, juga kelihatannya Indonesia dan Tionghoa dari sisi Bank Indonesia dan Bank of China, Bank Federal Reserve-nya, telah mencanangkan sesuatu yang sukses yang bernama Local Currency Transaction,” ujarnya.
Load more