News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Kematian Terduga Pencuri Ayam, Komisi III: Main Hakim Sendiri Rusak Supremasi Hukum dan Nilai Kemanusiaan

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mercy Chriesty Barends, menilai peristiwa itu bukan sekadar kasus pidana biasa, melainkan tragedi kemanusiaan.
Senin, 27 Juli 2026 - 13:34 WIB
Anggota DPR RI Komisi III Fraksi PDI Perjuangan, Mercy Chriesty Barends
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus kematian seorang pria berinisial KD di Tabanan Bali tengah menjadi perhatian publik.

Pasalnya KD meningga duni setelah diduga kedapatan mencuri ayam aduan milik warga. Masyarakat yang emosi lantaran kerap terjadi pencurian ayam, langsung mengeroyok KD hingga tewas di lokasi kejadian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain main hakim sendiri, massa juga diduga membakar motor terduga pelaku pencurian ayam tersebut. Hal itu kemudian memicu perdebatan di berbagai kalangan. 

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mercy Chriesty Barends, menilai peristiwa tersebut bukan sekadar kasus pidana biasa, melainkan tragedi kemanusiaan yang menjadi cermin masih lemahnya kesadaran hukum masyarakat.

Mercy juga menyebut kejadian itu menjadi pengingat kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) bahwa penanganan cepat dan sigap terhadap praktik main hakim sendiri masih terjadi.

Kini, pihak kepolisian tengah menangani dua perkara sekaligus, yakni dugaan tindak pidana pencurian dan dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Bagi saya, yang paling menyayat hati telah terjadi kekerasan berganda bukan hanya kematian seorang warga, tetapi kehancuran psikologis seorang anak yang kehilangan ayahnya. Tidak ada seorang anakpun yang pantas menyaksikan ayahnya meninggal akibat dianiaya massa di depan matanya. Tentu sangat menghancurkan hati dan mental psikologis anak melihat peristiwa ini," ujar Mercy.

Sebagai anggota Komisi III DPR RI yang membidangi penegakan hukum, Mercy menyampaikan bahwa ini adalah cambuk bagi kami di Komisi III DPR RI untuk bekerja lebih keras lagi dalam mendukung proses penegakan hukum (Law Enforcement) di Indonesia.

Pihaknya meminta jajaran kepolisian menegakan hukum seadil-adilnya, mengusut tuntas seluruh pelaku pengeroyokan tanpa pandang bulu.

"Betul pencurian tidak dapat dibenarkan. Namun ketika seseorang dianiaya hingga meninggal dunia, maka pelaku kekerasan juga harus dimintai pertanggungjawaban pidana. Negara hukum tidak mengenal keadilan yang dijatuhkan oleh massa," katanya. 

Mercy mengingatkan setiap orang memiliki hak untuk hidup sebagaimana dijamin dalam Pasal 28A UUD 1945, serta hak atas perlindungan dan kepastian hukum yang adil sebagaimana diatur dalam Pasal 28D ayat (1) UUD 1945.

Menurut Mercy, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (UU Nomor 1 Tahun 2023) memberikan sanksi pidana yang tegas terhadap setiap bentuk penganiayaan maupun kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama hingga menyebabkan luka berat ataupun kematian. Oleh karena itu, tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

"Ketika massa mengambil alih fungsi polisi, jaksa, dan hakim sekaligus, main hakim sendiri dengan cara-cara yang tidak manusiawi maka pada saat itu pula sendi-sendi negara hukum sedang diruntuhkan dan nilai kemanusiaan hilang."

Selain itu, Mercy menambahkan bahwa kasus ini juga harus dibaca dari perspektif keadilan sosial. Jika benar dugaan pencurian dilakukan karena tekanan kemiskinan, tentu ini sungguh miris sekali, negara wajib menjawab akar persoalan sistemik tersebut melalui penguatan perlindungan sosial, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Seekor ayam berapa harganya dibandingkan nyawa manusia? Sementara para pelaku korupsi mereka tidak mengalami seperti KD dianiaya sampai mati. Sebagai anggota komisi III DPR RI, hati nurani ini rasanya terkoyak melihat fakta karena seekor ayam seorang ayah tidak akan pernah hidup kembali bagi anak-anaknya. Tidak ada hukuman jalanan yang dapat dibenarkan dalam negara yang menjunjung tinggi keadilan," katanya.

Mercy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, tidak melakukan praktik main hakim sendiri, termasuk menolak melakukan berbagai bentuk kekerasan. Dan menyerahkan pihak yang berwajib yang melakukan proses hukum sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. (muu)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fore Ungkap Fakta Sebenarnya soal Insiden 5,7 Juta Data Pelanggan Bocor, Minta Pengguna Segera Lakukan Hal Ini

Fore Ungkap Fakta Sebenarnya soal Insiden 5,7 Juta Data Pelanggan Bocor, Minta Pengguna Segera Lakukan Hal Ini

Fore buka suara soal insiden akses tanpa izin yang berdampak pada data 5,7 juta akun pelanggan. Simak data yang terdampak dan imbauan penting untuk pengguna.
Komnas Perempuan Desak Polisi Usut Kekerasan sebelum Pembunuhan Istri Siri di Madiun

Komnas Perempuan Desak Polisi Usut Kekerasan sebelum Pembunuhan Istri Siri di Madiun

Komnas Perempuan mengingatkan penyebutan motif cemburu atau emosi pada kasus pembunuhan sadis di Madiun Jatim berisiko menormalkan kekerasan terhadap korban.
Nova Arianto Sempat Khawatir Amar Brkic Gabung Borneo FC, Ini Alasannya

Nova Arianto Sempat Khawatir Amar Brkic Gabung Borneo FC, Ini Alasannya

Nova Arianto mengaku sempat khawatir saat Amar Brkic meninggalkan Jerman untuk Borneo FC. Namun, menit bermain dan gol sang pemain membuatnya kini merasa lega.
Nyaris Bergabung dengan Ducati di MotoGP Musim Ini, Pedro Acosta Malah Bersyukur Hal Tersebut Batal Terjadi

Nyaris Bergabung dengan Ducati di MotoGP Musim Ini, Pedro Acosta Malah Bersyukur Hal Tersebut Batal Terjadi

Pedro Acosta mengungkapkan jika dirinya bersyukur tidak jadi meninggalkan KTM dan bergabung dengan Ducati di MotoGP musim ini.
Timnas Indonesia U-20 Bakal TC di Turki, Amerika Serikat dan Yordania Jadi Lawan Uji Coba

Timnas Indonesia U-20 Bakal TC di Turki, Amerika Serikat dan Yordania Jadi Lawan Uji Coba

Nova Arianto menyiapkan TC Timnas Indonesia U-20 di Turki pada November 2026. Amerika Serikat dan Yordania jadi lawan uji coba, Ousmane Camara ikut dipantau.
Jumlah Rumah Sakit Mitra BPJS Kesehatan Bertambah, Akses Layanan Rujukan Makin Luas

Jumlah Rumah Sakit Mitra BPJS Kesehatan Bertambah, Akses Layanan Rujukan Makin Luas

BPJS Kesehatan menambah 66 fasilitas kesehatan mitra, sehingga totalnya menjadi 3.287 rumah sakit dan klinik utama mulai 1 November 2026.

Trending

Emil Audero Dapat Kabar Baik usai Sempat Dicadangkan Rayo Vallecano di Pentas Copa del Rey

Emil Audero Dapat Kabar Baik usai Sempat Dicadangkan Rayo Vallecano di Pentas Copa del Rey

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, mendapatkan kabar baik usai dicadangkan oleh Rayo Vallecano. Itu terjadi dalam laga kontra Recreativo Huelva pada pentas Copa del Rey.
Kapolda Jatim Tanggapi Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto di Mabes Polri

Kapolda Jatim Tanggapi Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto di Mabes Polri

Divpropam Mabes Polri melakukan pemeriksaan intensif terhadap perwira menengah Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edy Herwiyanto. Kapolda Jatim
NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Peternakan dan Pertanian Indonesia

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Peternakan dan Pertanian Indonesia

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 akan segera hadir pada 4–7 November di ICE BSD City untuk memperkuat kolaborasi industri peternakan dan pertanian Indonesia.
5 Pengakuan Mengerikan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Potong Tulang Pakai Gergaji Portable hingga Masukkan Abu ke Karung Pakai Sekop

5 Pengakuan Mengerikan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Potong Tulang Pakai Gergaji Portable hingga Masukkan Abu ke Karung Pakai Sekop

Tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, menyampaikan pengakuan mengerikan saat melakukan rekonstruksi. Salah satu yang dikatakannya, yakni “Dilakukan pagi, istirahat, saya biarkan, nanti saya lanjut lagi".
Viral! AKBP Edy Herwiyanto Diduga Diamankan Propam Mabes Polri Terkait Korupsi

Viral! AKBP Edy Herwiyanto Diduga Diamankan Propam Mabes Polri Terkait Korupsi

Menanggapi kabar tersebut, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono belum menjelaskan secara detail mengenai duduk perkara terkait hal tersebut.
Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia-Tionghoa, menang dalam pemilihan Wali Kota Mississauga, Kanada, dengan 74.479 suara. Kenali profil dan perjalanan.
Update Pemain Timnas Voli Indonesia yang Main Abroad: Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya, Luvi Febrian Menyusul

Update Pemain Timnas Voli Indonesia yang Main Abroad: Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya, Luvi Febrian Menyusul

Update daftar pemain Timnas Voli Indonesia yang berkarier di luar negeri untuk musim 2026-2027. Megawati Hangestri kini bukan satu-satunya, usai Luvi Febrian Nugraga menambah daftar nama pevoli Indonesia yang bermain abroad.
Selengkapnya

Viral