Soal Geng Motor Diduga Pelaku Pembunuhan Satpam di Waduk Jatiluhur, Ini Kata Polda Jabar
- Cepi Kurnia/tvOne
Bandung, tvOnenews.com - Penyidik Polres Purwakarta masih mendalami kasus tewasnya seorang satpam yang ditemukan dalam kondisi tangan diborgol di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Selain mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan melakukan autopsi, polisi juga telah memeriksa sedikitnya 11 saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Kabid Humas Polda Jabar mengatakan penyelidikan masih berlangsung, termasuk mendalami dugaan adanya keterlibatan kelompok geng motor yang sempat dikaitkan dengan peristiwa tersebut melalui sejumlah unggahan di media sosial.
"Korban ditemukan dalam kondisi cukup memprihatinkan karena tangannya terikat. Saat ini masih kami selidiki apakah peristiwa ini merupakan dugaan pembunuhan," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, di Mapolda Jabar, Kota Bandung pada Senin (27/7/2026).
- Instagram @infojawabarat
Hendra menjelaskan, meski sudah dilakukan autopsi, polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab pasti kematian karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Sejauh ini, Polres Purwakarta telah memeriksa sekitar 11 saksi guna mengumpulkan informasi terkait peristiwa sebelum dan sesudah kejadian.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah rekaman CCTV yang kini masih dianalisis sebagai bagian dari alat bukti.
"Kami membutuhkan waktu untuk bisa mengungkap kasus ini," katanya.
Terkait beredarnya unggahan di media sosial yang mengaitkan kasus tersebut dengan kelompok geng motor, Kabid Humas menegaskan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman dan belum dapat menyimpulkan adanya keterlibatan pihak tertentu.
- Istimewa
"Ada beberapa postingan di media sosial yang mengaitkan dengan kelompok pengendara sepeda motor atau geng motor. Namun kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Sebelum terdapat bukti permulaan yang cukup kuat, kami belum dapat menetapkan apakah pihak-pihak yang disebutkan tersebut sebagai tersangka atau bukan," tegasnya.
Polda Jabar mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Polisi memastikan seluruh fakta dan alat bukti akan didalami guna mengungkap secara terang peristiwa yang menewaskan satpam tersebut. (cep/muu)
Load more