Gubernur Sherly Tjoanda Dibuat Kesal saat Sidak Sekolah di Malut Kurang Layak: Lampu Putus, WC Rusak
- Tangkapan layar YouTube GubSherly
Selain penerangan, Sherly juga menyoroti kondisi banyaknya WC sekolah yang rusak. Ia tidak menyangka pihak sekolah tidak memiliki keinginan untuk selalu menjaga kebersihan.
"Septic tank di kamar mandi sebelah berapa lama rusak? Bapak tunggu apa baru kuras septic tank? Enggak butuh kehadiran Ibu Gubernur datang untuk septic tank dikuras. Tinggal telepon hari ini, besok juga jasa kuras septic tank datang. Bisa bayar itus nguras septic tank pakai uang BOSP," sentil dia.
Kepala sekolah menyebut BOSP di SMAN 1 Halteng selama satu tahun sebanyak Rp946 dari pemerintah pusat. Adapun Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) dari Pemerintah Provinsi Malut Rp120 juta.
Sherly mengimbau kepala sekolah hingga para guru di SMAN 1 Halteng. Kehadiran mereka tidak sekadar melakukan penyusunan laporan administrasi, namun juga menyelesaikan persoalan mendasar di sekolah.
Ia berpendapat kondisi yang tida memungkinkan, mulai dari belum ada kipas angin, lampu mati atau terputus, permasalahan septic tank hingga papan tulis di ruang kelas yang rusak bisa diselesaikan dengan anggaran sekitar Rp1 miliar per tahun.
"Kerja itu bukan hanya tentang laporan yang lengkap, kerja itu menyelesaikan masalah di lapangan. Enggak perlu saya yang turun, anak-anak murid pun tahu apa yang harus dilakukan. Mohon kepeduliannya karena ada Rp1 miliar di sekolah ini," pesannya.
Sherly meminta para siswa tidak perlu takut melaporkan kondisi yang kurang layak di sekolah melalui fitur DM media sosialnya hingga https://kondisisekolah.gubsherly.com/.
"Nanti saya akan launching link. Kalian bisa curhat permasalahan semua sekolah. Memang semua SMA yang ada di se-Maluku Utara ini fasilitas dasarnya banyak yang tidak bagus," tukasnya.
(hap)
Load more