Tekan Impor, Mentan Amran Gandeng Akademisi Kembangkan Benih Kedelai Unggul
- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) guna mengembangkan benih kedelai unggul berproduktivitas tinggi, guna mempercepat swasembada kedelai dan mengurangi ketergantungan impor komoditas tersebut.
"Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Kampus harus menjadi pusat inovasi, TNI dan Polri membantu pendampingan di lapangan, sementara petani menjadi pelaku utama. Kalau semua bergerak bersama, saya optimistis swasembada kedelai bisa kita wujudkan," kata Amran, dikutip Selasa, 28 Juli 2026.
Dia menekankan hal tersebut saat audiensi terbatas dengan jajaran Unesa di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta. Pada audiensi itu, Mentan menantang Unesa untuk menghasilkan benih kedelai unggul berproduktivitas tinggi dalam mendukung percepatan swasembada kedelai nasional.
Dengan kolaborasi riset bersama Unesa, Kementan menargetkan lahirnya varietas kedelai yang mampu menghasilkan 5-6 ton per hektare sehingga dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.
Amran menegaskan, pemerintah siap mendukung penuh pengembangan benih unggul yang dihasilkan perguruan tinggi. Bahkan, apabila hasil penelitian mampu menghasilkan varietas dengan produktivitas tinggi dan terbukti di lapangan, Kementerian Pertanian siap memfasilitasi pengembangannya secara lebih luas.
"Kalau benihnya bagus dan hasilnya terbukti, kita akan dorong untuk dikembangkan secara nasional. Yang kita cari sekarang adalah inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas petani," ujar Amran.
Mentan juga menekankan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya, Dwi Cahyo Kartiko menyatakan, Unesa siap mengembangkan benih kedelai unggul dengan produktivitas mencapai 5-6 ton per hektare guna mendukung swasembada nasional.
Unesa juga menyatakan kesiapan mengawal implementasi benih unggul tersebut apabila hasil penelitian terbukti berhasil sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh petani di berbagai daerah.
"Kami menyampaikan kepada Pak Menteri apabila benih unggul itu berhasil dikembangkan, kami siap mengawal implementasinya," ujarnya.
Mohammad Yudha Prasetya
Load more