Usut Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Sosok yang Terakhir Melihat Sutrimo Hingga Pengemudi Ambulans
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru dibalik pengusutan peristiwa tewasnya kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menerangkan, sejak Senin (27/7), tim penyidik telah melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi.
Salah satu saksi yang telah dimintai keterangan diantaranya pengemudi ambulans yang membawa jenazah Sutrimo.
“Saksi yang sudah dimintai keterangan, yaitu Saudara AZ, pengemudi ambulans yang membawa jenazah menuju Banyumas. Yang kedua adalah MOP, pengemudi ambulans tujuan Banyumas,” kata Budi, di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).
Kemudian, Budi menuturkan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap seseorang berinisial M di Rumah Sakit Muhammadiyah yang saat itu membantu memindahkan jenazah di ruang pemandian menuju ambulans.
“Kami juga memeriksa saudara MZ serta S, yang merupakan manajer tentang pemilik ambulans yang mengantar jenazah ke Banyumas, dan AAS pengemudi ambulans,” terang Budi.
Selain itu Budi menuturkan, saksi lainnya yang juga diperiksa yakni MA, yaitu pihak yang mengenal almarhum dan melihat terakhir kali, yaitu pada Rabu 22 Juli 2026 sekira pukul 20.00 WIB di depan Klinik Modern.
Hingga saat ini penyidik gabungan dari tim Ditreskrimum dan Polres Metro Jakarta Selatan bersama Puslabfor Bareskrim Polri telah melakukan olah tempat kejadian peristiwa dan mengambil beberapa barang bukti untuk dilakukan pendalaman.
Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menerangkan, pihaknya turut melibatkan tim Pusat Laboratorium Forensik dalam pelaksanaan olah tempat kejadian perkara pada Minggu (26/7).
“Kami juga memahami kekhawatiran serta pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat. Untuk memastikan penyebab meninggalnya saudara S, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dengan melibatkan Puslabfor dan serangkaian tindakan penyelidikan lainnya,” kata Budi, kepada wartawan, Rabu (29/7).
Budi menuturkan, dalam olah TKP ini, pihaknya juga turut mengambil sejumlah sampel untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium, guna menyelidiki meninggalnya S yang diduga tidak wajar.
Load more