Kondisi Tewasnya Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Polisi bakal Periksa Dokter Pemeriksa Diduga Karumga Febrie Adriansyah
- istimewa - antaranews
Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya masih menyelidiki tewasnya diduga kepala rumah tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).
Terkait beredarnya di media sosial mengenai kondisi Sutrimo yang ditemukan dalam keadaan mulut berbusa, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menuturkan, saat ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap dokter yang memeriksa S.
"Serta saat ini penyidik juga akan melakukan undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa kondisi dan yang menyatakan bahwa saudara S, almarhum S sudah meninggal dunia,” kata Budi, di Polda Metro Jaya, Jumaf (31/7/2026).
Kemudian Budi menyebutkan, pihak kepolisian juga telah mengirimkan undangan klarifikasi terhadap dokter yang dimaksud.
“Penyidik sudah mengirim undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa. Makanya nanti akan didalami dulu proses tersebut. Mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar nggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan?,” ucap Budi.
Untuk diketahui, Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru dibalik pengusutan peristiwa tewasnya kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menerangkan, sejak Senin (27/7/2026), tim penyidik telah melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi.
Salah satu saksi yang telah dimintai keterangan diantaranya pengemudi ambulans yang membawa jenazah Sutrimo.
“Saksi yang sudah dimintai keterangan, yaitu Saudara AZ, pengemudi ambulans yang membawa jenazah menuju Banyumas. Yang kedua adalah MOP, pengemudi ambulans tujuan Banyumas,” kata Budi, di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).
Kemudian Budi menuturkan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap seseorang berinisial M di Rumah Sakit Muhammadiyah yang saat itu membantu memindahkan jenazah di ruang pemandian menuju ambulans.
“Kami juga memeriksa saudara MZ serta S, yang merupakan manajer tentang pemilik ambulans yang mengantar jenazah ke Banyumas, dan AAS pengemudi ambulans,” terang Budi.
Load more