Viral Pemasangan Pagar di Mal Jakarta Dikaitkan dengan Isu Aksi Agustus, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Jakarta, tvOnenews.com - Media sosial dihebohkan dengan adanya pemasangan pagar tinggi di area sejumlah mal wilayah Jakarta.
Hal ini dikaitkan dengan akan adanya aksi di bulan Agustus dan mencegah terjadinya penjarahan.
Salah satunya, video diunggah dalam akun X @txtdrjkt, dengan keterangan “kemaren kokas, sekarang blok m plaza terlihat di pagerin tinggi juga jaks”.
Terlihat dalam video yang diunggah, salah satu mal yang tengah dipasang pagar yakni Blok M Plaza. Sejumlah pekerja tengah memasang beton untuk dipasangkan besi pagar.
Sejumlah netizen juga tampak melontarkan pertanyaan di kolom komentar mengenai pemasangan pagar ini.
“Penasaran juga, ini blok m plaza dan mall lain yg pada dipager buat keamanan atau ada alasan lain?,” tulis salah satu akun.
“lagi nunggu updatean selanjutnya, dari kemarin banyak banget konspirasi pagar pager ini. semoga semuanya masih aman terkendali ya,” ucap salah satu akun.
Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, saat ini pihak kepolisian belum menerima surat pemberitahuan tentang aksi.
"Terkait tentang pagar, dalam situasi kamtibmas, sampai saat ini Polda Metro Jaya masih belum menerima surat pemberitahuan terkait tentang aksi yang ada,” kata Budi, di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).
Namun, Budi menuturkan, walaupun belum ada surat pemberitahuan, Polda Metro Jaya melalui direktur-direktur operasional tetap melakukan pemantauan melalui dunia maya, digital, yaitu melalui Dirresiber, termasuk Dirreskrimum.
“Kita akan melihat flyer-flyer ataupun ajakan-ajakan, ini hanya sekadar lempar flyer atau memang akan ada gelombang aksi. Kami juga akan berkoordinasi dari analisa perkiraan intelijen terkait tentang situasi terkini,” jelas Budi.
Sementara itu, Budi memastikan bahwa situasi sampai saat ini dalam kondisi yang kondusif dan masih bisa dapat dikendalikan.
“Ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dengan Kodam Jaya. Jadi, menciptakan rasa aman itu bukan menjadi tanggung jawab satu institusi, tapi berbagai institusi, termasuk dari masyarakat,” jelas Budi.
Selain itu, Budi menerangkan, Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan membentuk tim Preventive Strike yang terdiri dari Direktorat Operasional yang ada di Polda Metro Jaya.
“Jadi sudah melakukan mitigasi awal, apabila ada kelompok-kelompok yang mencoba membuat kerusuhan, membuat situasi tidak nyaman dan aman di wilayah hukum Polda Metro Jaya termasuk wilayah-wilayah penyangga, akan dilakukan tindakan tepat, tegas, dan terukur,” terang Budi.
“Jadi langkah-langkah mitigasi juga sudah dilakukan. Begitu juga tadi dilakukan upaya-upaya peningkatan patroli, baik itu skala kecil, sedang, maupun besar di wilayah-wilayah penyangga, misalnya wilayah Bekasi, Depok dengan Jawa Barat, wilayah Tangerang dengan wilayah Banten. Ini terus dilakukan,” sambungnya. (ars/dpi)
Load more