Ini Respons Kepala BGN Usai Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi
- tvOnenews/Syifa Aulia.
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kembali terjadinya kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Di momen ini kami juga menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban di seluruh Indonesia, di beberapa kejadian,” ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
Dia mengungkapkan kasus keracunan MBG terjadi di beberapa daerah, seperti di Jepara, Yogyakarta, Semarang, dan terbaru di Jayapura.
Sudaryono berjanji akan memperbaiki tata kelola pelaksanaan MBG sehingga kasus keracunan tidak akan terjadi lagi ke depannya.
“Ini kami mohon maaf, barang kali, kami akan terus tingkatkan ini. Selain itu, juga kami minta izin untuk dalam waktu yang sesingkat-singkatnya ini kami perbaiki dengan segera tata kelola untuk supaya kasus keracunan ini betul-betul kami bisa nolkan,” katanya.
Sebelumnya, Sudaryono mengatakan kasus keracunan massal di wilayah itu terjadi akibat makanan dimasak terlalu cepat.
“Jadi memang memulai masaknya kecepatan, kalau enggak salah jam 7 atau setengah 8 (malam di) hari sebelumnya untuk dikirimkan di hari berikutnya di jam 11 (siang). Jadi itu sudah melanggar,” kata Sudaryono di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).
Dia menyebut penyebab keracunan di Jayapura sama seperti yang terjadi di SMK Negeri 6 Semarang.
“Termasuk yang di Semarang juga sama, dia mulai masak jam 9 malam,” ungkap Sudaryono.
Diketahui, jumlah siswa yang mengalami keracunan MBG di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura bertambah hingga ratusan orang per Selasa (4/8) malam.
“Sejak jam tujuh hingga delapan malam tadi pasien yang berdatangan bisa dipastikan mencapai 100 hingga 150 orang. Ada juga yang tidak singgah di PKM Depapre, langsung ke [RSUD] Yowari,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Anton Mote, Selasa (4/8).
Korban keracunan merupakan siswa dari beberapa SD dan SMP. Korban kemudian dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) terdekat, RSUD Yowari, RSUP Jayapura, hingga RS Dian Harapan.(saa/raa)
Load more