News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Update Kasus Pembunuhan Satpam di Waduk Jatiluhur, Dua Pekan Belum Juga Terungkap

Polisi masih terus melakukan penyelidikan demi mengungkap pelaku di balik kematian korban. Sebanyak 32 saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik.
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:59 WIB
Sumarna Satpam PJT II Waduk Jatiluhur yang ditemukan meninggal dunia dengan tangan terikat di Waduk Jatiluhur Purwakarta
Sumber :
  • Instagram @infojawabarat

Purwakarta, tvOnenews.com - Hampir dua pekan berlalu, kasus pembunuhan satpam bernama Sumarna yang ditemukan tewas mengambang dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, belum juga terungkap.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan demi mengungkap pelaku di balik kematian korban. Sebanyak 32 saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proses penyelidikan dilakukan Polres Purwakarta dengan dibantu Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami berbagai informasi serta keterangan dari para saksi untuk mencari petunjuk yang dapat mengarah kepada pelaku pembunuhan.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan saat memberikan keterangan di Mapolda Jabar, Kota Bandung.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan saat memberikan keterangan di Mapolda Jabar, Kota Bandung.
Sumber :
  • Antara

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, penyidik masih bekerja untuk mengungkap kasus tersebut. Jumlah saksi yang telah dimintai keterangan pun kini mencapai 32 orang.

"Bahwa lebih sepekan, kami telah berupaya untuk, melakukan investigasi, saat ini jugan kami masih mendalami beberapa hipotesa yang awalnya ada beberpa yang masih nambah lagi, karena dengan beberapa keterangan saksi-saksi ini menimbulkan hipotesa baru lagi, kita dalami dan telah mencapai 32 saksi yang diambil keterangannya," kata Kombes Pol Hendra Rochmawan, pada Sabtu (8/8/2026).

Hendra menyebut seluruh keterangan saksi masih terus didalami dan dikorelasikan dengan hasil penyelidikan lainnya.Dari proses pendalaman tersebut, penyidik berharap dapat menemukan titik terang serta mengarah pada identitas pelaku pembunuhan Sumarna.

"Perkemhanganya signifikan sekali dan tinggak bagaimana eksekuis kasus ini yanh sudah kita proyeksikan sebagai pelaku," katanya.

Sebelumnya, Sumarna ditemukan tewas mengambang di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, pada 24 Juli 2026. Saat ditemukan, kedua tangan korban dalam kondisi terborgol.

Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan luka pada bagian kepala korban yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

Hingga kini, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap motif, identitas pelaku, serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. (cep/muu)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Internet of Things (IoT) Makin Mengubah Dunia, Kenali Peran Programmer hingga Insinyur IoT yang Dibutuhkan di Masa Depan

Internet of Things (IoT) Makin Mengubah Dunia, Kenali Peran Programmer hingga Insinyur IoT yang Dibutuhkan di Masa Depan

Internet of Things (IoT) berkembang menjadi fondasi teknologi masa depan. Kenali cara kerja IoT, profesi yang terlibat, serta kebutuhan talenta di tengah
Gandeng BRIN, BNPP RI Bahas Model Desentralisasi Adaptif untuk Pengelolaan Wilayah Perbatasan

Gandeng BRIN, BNPP RI Bahas Model Desentralisasi Adaptif untuk Pengelolaan Wilayah Perbatasan

Kompleksitas persoalan di kawasan perbatasan, menurutnya, membutuhkan keterlibatan lintas kementerian/lembaga serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Pemkab Badung Pilih Ajukan Kasasi, Ini Kronologinya

Pemkab Badung Pilih Ajukan Kasasi, Ini Kronologinya

Kisruh menara telekomunikasi terpadu antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali dan dengan PT Bali Towerindo Sentra (BTS) masih terus berlanjut.
Lapor ke Presiden Soal Penanganan Karhutla, Polri Dalami Perusahaan Perusak Lingkungan

Lapor ke Presiden Soal Penanganan Karhutla, Polri Dalami Perusahaan Perusak Lingkungan

Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut melaporkan perkembangan dari penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim–Kaltara, Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim–Kaltara, Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

Gubernur Khofifah memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Kalimantan Utara dengan capaian transaksi final yang spektakuler.
Betapa Frustasinya Max Verstappen dengan Performa Red Bull di F1 GP Italia 2026: Saya Seperti Kura-kura!

Betapa Frustasinya Max Verstappen dengan Performa Red Bull di F1 GP Italia 2026: Saya Seperti Kura-kura!

Max Verstappen berhasil naik podium usai membawa Red Bull finis di peringkat ketiga pada gelaran F1 GP Italia 2026 kemarin.

Trending

Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi pihaknya memang telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP terhadap kematian Fajar Sahrudin.
Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Viral satu kasus bunuh diri di media sosial (Medsos) yang masih didalami oleh Kepolisian. Korban FS ditemukan tak bernyawa di kawasan GBK, Jakarta.
Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Berdasarkan hasil oleh TKP Polsek Tanah Abang bersama Polres Jakarta Pusat kalau penemuan jasad dari Fajar Sahrudin ditemukan di GBK. Kini cuitannya jadi viral
Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Para pemain Timnas Indonesia terpantau meramaikan kolom komentar salah satu podcaster Australia, Daniel Olaniran. Hal itu viral lantaran dirinya menyebut jika skuad Garuda tak mengerti sepak bola. 
Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Pihak Berwenang dalam Autobiografinya: Silahkan Autopsi, Cek Lambungku

Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Pihak Berwenang dalam Autobiografinya: Silahkan Autopsi, Cek Lambungku

Melalui surat yang ia tulis tangan secara rapi di autobiografinya tersebut, Fajar Sahrudin menyampaikan pernyataan untuk pihak berwenang boleh mengautopsinya.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral