Tanggapi Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Tamsil Linrung: Indikator Ekonomi Positif, Masih Ada Harapan
- Istimewa
“Ini sesuatu yang positif, apalagi ada kebijakan yang mengurangi jumlah BUMN karena setiap pengurangan itu ada implikasi yaitu efisiensi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Tamsil mendukung rencana rasionalisasi sektor perbankan nasional. Saat ini, jumlah bank di Indonesia dinilai berlebihan (kelebihan sekitar 100 bank), dengan jumlah ideal sekitar 25 bank.
“Sisa aset dan potensi investasi dari rasionalisasi ini dinilai tepat untuk dialokasikan ke Badan Pengelola Investasi Danantara,” jelasnya.
Selain itu, Tamsil juga menyoroti rencana penataan ulang izin operasional bank asing di daerah guna menerapkan asas resiprositas (reciprocity) yang adil, sebagaimana berlaku bagi bank nasional di luar negeri.
"Jadi masih ada harapan, tidak 'gelap-gelap banget' seperti yang dikhawatirkan beberapa pengamat. Kita belum bisa memvonis gagal karena indikator ekonominya bagus. Meski belum 100 persen sempurna dan masih ada celah kelemahan yang juga diakui oleh Presiden. Langkah perbaikan ini patut diapresiasi," pungkas Tamsil.
Load more