Penasihat Khusus Presiden Hasan Nasbi: Kita Harus Merdeka dari Penjajahan Algoritma
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, memberikan pesan khusus dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Ia mengimbau masyarakat untuk merdeka secara intelektual dengan cara melepaskan diri dari dominasi algoritma di dunia digital yang sering kali memengaruhi pola pikir dan emosi.
"Kita kayaknya harus belajar merdeka dari penjajahan algoritma ini," ujar Hasan usai menghadiri upacara kemerdekaan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8).
Menurut Hasan, sangat penting bagi publik untuk membentuk kebiasaan baru dalam memilah informasi agar tidak mudah terombang-ambing oleh arus media sosial.
Ia mengambil contoh kegaduhan yang sempat muncul terkait cuplikan pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai upah mengupas bawang sebesar Rp700.000.
Hasan menyayangkan perhatian masyarakat yang justru terdistorsi oleh potongan video pendek tersebut ketimbang melihat pesan utama yang disampaikan kepala negara secara keseluruhan.
"Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden, ya," ucapnya menekankan pentingnya memahami gagasan secara utuh daripada terpaku pada satu atau dua kalimat yang sengaja dipotong.
Selain berbicara mengenai literasi digital, Hasan juga memaparkan perkembangan terkini terkait musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan instruksi tegas kepada jajaran kabinet untuk terjun langsung memberikan bantuan sejak awal bencana terjadi.
"Hari ini mungkin beberapa menteri masih 'standby' di sana," jelas Hasan.
Ia menambahkan bahwa sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, hingga Wakil Menteri Sosial, saat ini berada di lokasi bencana untuk mengawal langsung fase tanggap darurat serta proses pemulihan bagi warga terdampak. (ant/dpi)
Load more