Tak Ada Kursi VIP di Upacara HUT RI, Lucky Hakim Ajak Pejabat Berdiri Kepanasan Bareng Warga
- Istimewa.
Lucky menilai kenyamanan di balik ruangan berpendingin udara jangan sampai membuat pejabat lupa terhadap kondisi masyarakat yang menjalani aktivitas sehari-hari dengan berbagai keterbatasan.
"Jadi ketika kita mengambil keputusan-keputusan penting untuk rakyat Indramayu di ruangan berAC, duduk di kursi nan nyaman dengan hudangan cemilan nikmat, kita akan ingat moment upacara Agustusan ini yang bahwa di luar sana masyarakat juga lelah berdiri, dengan perut yang juga kadang masih lapar tapi harus bekerja di bawah terik matahari," tuturnya.
Perempuan Mendadak Masuk Area Upacara
Tak hanya soal kebijakan tanpa kursi VIP, upacara HUT RI di Indramayu juga diwarnai kejadian tak terduga.
Saat prosesi pengibaran bendera berlangsung, seorang perempuan tiba-tiba masuk ke area tengah lapangan dan berlari ke arah lokasi Bupati Lucky Hakim. Perempuan tersebut bahkan disebut nyaris memeluk sang bupati.
Kondisi tersebut sempat mengejutkan karena seluruh peserta upacara tengah fokus mengikuti prosesi pengibaran bendera. Petugas keamanan kemudian bergerak mengamankan perempuan tersebut.
"Tadi saat prosesi pengibaran bendera, tiba-tiba ada ibu-ibu lari masuk ke arah tengah, histeris teriak, nggak tau mau apa, saya tidak tahu persis dari mana, karena lapangan terbuka untuk umum dan banyak penonton di sekeliling Alun-alun, semua peserta dan peserta sepertinya sedang fokus melihat tiang bendera," bebernya.
Usai diamankan, perempuan yang tidak membawa identitas tersebut kemudian dibawa ke RSUD Indramayu untuk menjalani pemeriksaan. Lucky menyebut dirinya mendapat informasi bahwa perempuan tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Ia pun mengapresiasi petugas yang menangani kejadian tersebut dengan pendekatan yang menurutnya tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.
"Saya sempet tanya, setelah acara, katanya ODGJ, saya kurang paham, tapi pastinya diamankan secara humanis lah, kan mau ODGJ atau tidak, selama tidak membahayakan maka kita perlakukan dengan baik dan selayaknya. Kecuali memang misalnya membawa senjata tajam dan akan menyerang mungkin akan diproses lebih lanjut, ya ini ibarat kejutan unik aja hehehe," pungkasnya. (cmi)
Load more