Indef Catat Cadangan Emas Indonesia pada 2026 Capai 87 Ton, Ekonom: Harus Siapkan Likuiditas Agar Tetap Stabil
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Ekonom senior Indef Aviliani menyatakan bahwa Indonesia masih membutuhkan cadangan dalam bentuk valuta asing untuk menghadapi tekanan pasar, terutama karena perekonomian masih bergantung pada aliran modal asing.
Pernyataan itu disampaikan dalam merespons terkait porsi emas dalam cadangan devisa Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara lain.
Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menunjukkan cadangan emas Indonesia pada 2026 tercatat sekitar 87 ton, atau hanya 9,6 persen dari total cadangan devisa, yang nilainya setara sekitar 0,91 persen terhadap PDB 2025.
Menurut dia, rendahnya porsi emas dalam cadangan devisa Indonesia perlu dilihat dari kebutuhan menjaga likuiditas valuta asing.
"Indonesia ini masih membutuhkan sebenarnya ekspor yang luar biasa karena saat ini kita masih ketergantungan terhadap hot money, yaitu investor asing baik dalam bentuk saham maupun dalam bentuk obligasi pemerintah," kata Aviliani dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Dia menjelaskan, kondisi tersebut membuat Bank Indonesia tidak bisa serta-merta mengalihkan sebagian besar cadangan devisa ke dalam bentuk emas.
Dengan begitu, Bank sentral tetap harus menjaga ketersediaan aset likuid yang dapat digunakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
"Nah sekarang obligasi pemerintah yang dijual asing kemudian dibeli oleh Bank Indonesia itu jumlahnya ribuan triliun. Jadi nggak mungkin itu digunakan untuk membeli emas. Harus selalu menyiapkan likuiditas agar tetap Indonesia ini tetap stabil," ujarnya.
Selain kebutuhan likuiditas, kapasitas cadangan devisa Indonesia juga menjadi pertimbangan. Saat ini cadangan devisa Indonesia dinilai belum cukup besar untuk secara agresif dialihkan menjadi emas.
"Indonesia kita punya cadangan devisa itu hanya cukup untuk 5,5 bulan impor. Jadi nggak mungkin kalau cadangan devisa itu kita belikan emas," kata dia.
Meski demikian, Aviliani menilai emas tetap memiliki fungsi strategis sebagai instrumen diversifikasi cadangan.
"Dan kita lihat sebenarnya negara-negara yang melakukan pembelian cadangan emas adalah mereka yang cenderung memang cadangan devisanya besar, sudah berlebih begitu ya," ungkapnya.
Berdasarkan Data Indef menunjukkan kesenjangan tersebut cukup lebar. Amerika Serikat memiliki cadangan emas 8.133,5 ton dengan porsi mencapai 84,8 persen dari total cadangan devisa.
Load more