Basarnas Catat 203 Penumpang Hilang dalam Kecelakaan Kapal Selama Januari-Agustus
- TVR Parlemen
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat sebanyak 203 orang dinyatakan hilang dalam kecelakaan kapal di laut selama periode Januari hingga 15 Agustus 2026.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam rapat dengan Komisi V DPR di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).
Syafii menjelaskan selama periode tersebut, Basarnas telah melakukan 601 kali operasi SAR. Total penumpang yang menjadi korban kecelakaan kapal berjumlah 3.607 orang.
“Kami mencatat ada 601 kali operasi SAR yang dilaksanakan di mana dari jumlah operasi yang kami laksanakan adanya korban yang terdampak yaitu 3.607 korban,” ujar Syafii.
Dari total tersebut, 220 di antaranya adalah Warga Negara Asing (WNA). Dia mengatakan jenis kecelakaan berbeda-beda mulai dari kapal bocor sampai misi medical evacuation.
“3.165 diselamatkan dalam kondisi selamat, kemudian 239 dalam kondisi meninggal dunia, dan yang dinyatakan hilang berjumlah 203 orang,” bebernya.
Syafii menyebut Basarnas telah memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah daerah maupun unsur terkait untuk mencegah dan meneken jumlah korban kecelakaan kapal.
Sejumlah rekomendasi yang diberikan yakni meminta agar kondisi badan kapal, mesin penggerak, sistem navigasi, serta sistem komunikasi harus dipastikan layak dan siap digunakan.
Selain itu, Basarnas juga menyoroti soal mayoritas kapal yang kecelakaan tidak mengaktifkan Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB).
“Seharusnya bahwa EPIRB pada saat adanya kedaruratan itu diaktifkan, akan mempermudah kami dalam pelaksanaan operasi. Namun yang terjadi hampir sebagian besar bahwa fasilitas emergency itu tidak digunakan,” tandas Syafii. (saa/rpi)
Load more