News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menuju NU 2050, Gus Yahya: Transformasi NU Harus Perkuat Kelembagaan Tanpa Lepas dari Tradisi

Ketua Umum PBNU, Gus Yahya menyadari betul memasuki abad kedua perjalanannya, Nahdlatul Ulama (NU) akan menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks...
Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:48 WIB
Ketua Umum PBNU Gus Yahya di Unwaha, Tambakberas, Jombang, Sabtu malam (15/8).
Sumber :
  • tvOne - Rohmadi

Jakarta, tvOnenews.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2022–2027 terus memperkuat transformasi digital dengan tetap menjaga tradisi keulamaan sebagai fondasi jam’iyah.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya menyadari betul memasuki abad kedua perjalanannya, Nahdlatul Ulama (NU) akan menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mulai dari disrupsi teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), perubahan iklim yang berdampak pada basis masyarakat petani dan nelayan, hingga pergeseran demografi generasi muda. 

Oleh karena itu, Gus Yahya mengatakan bahwa pergerakan NU di abad kedua membutuhkan strategi transformasi agar kebesaran jam’iyah dapat diperkuat dengan kapasitas kelembagaan yang semakin besar. 

Saat ini struktur NU mencakup 38 PWNU, 523 PCNU, 33 PCINU, sekitar 7.000 MWC, dan lebih dari 61.000 Pengurus Ranting di tingkat desa, dengan basis warga mencapai 57,2 persen dari populasi Muslim Indonesia.

“Kebesaran ukuran organisasi harus diperkuat dengan adaptasi administrasi modern. Digitalisasi dan standarisasi tata kelola adalah jalur mutlak agar NU tetap berdaya guna dan relevan melayani umat di tingkat akar rumput,” ujar Gus Yahya di Jakarta, pada Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, PBNU mendorong perubahan tata kelola agar kerja organisasi semakin ditopang oleh sistem yang terstandar dan dapat diterapkan secara konsisten di berbagai tingkatan. 

"Transformasi tersebut salah satunya dilakukan melalui platform digital Digdaya NU yang mendukung penguatan fungsi administrasi organisasi," katanya. 

PBNU juga mengintegrasikan layanan AI WhatsApp Chatbot untuk membantu kebutuhan administratif di tingkat cabang hingga ranting, terutama di wilayah dengan keterbatasan personel teknologi informasi.

Penguatan sistem berjalan bersamaan dengan pembangunan sumber daya manusia organisasi. Program kaderisasi berjenjang seperti PD-PKPNU dan PMKNU telah meluluskan lebih dari 133.000 kader yang diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung penguatan organisasi. 

Di tengah proses modernisasi tersebut, akar tradisi dan spiritualitas tetap dipertahankan melalui program Nasrus Sanad di Pesantren Tebuireng untuk menjaga keterhubungan sanad keilmuan dan tradisi keulamaan. 

"Dengan demikian, transformasi NU tidak diarahkan untuk menggantikan tradisi dengan modernisasi, melainkan memperkuat kapasitas kelembagaan tanpa melepaskan identitas keislaman dan keulamaannya," jelasnya.

Selain penguatan organisasi di dalam negeri, PBNU juga memperluas jangkauan diplomasinya melalui penyelenggaraan berbagai forum internasional seperti Religion of Twenty (R20) dan ISORA, diplomasi dengan sejumlah negara, serta pengerahan aksi kemanusiaan global melalui LAZISNU. 

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas peran NU dalam membawa nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin ke ruang dialog internasional sekaligus memperkuat kontribusi organisasi terhadap berbagai persoalan kemanusiaan global. Namun, orientasi global tersebut tetap ditempatkan dalam kerangka tanggung jawab NU terhadap Indonesia.

“Tidak bisa kita berpikir tentang NU, kecuali pada saat yang sama kita berpikir dan bertindak tentang Indonesia,” katanya.

Muktamar ke-35 Menjadi Landasan Menuju NU 2050

Muktamar ke-35 yang mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa” akan menjadi salah satu momentum penting dalam mematangkan arah pembangunan NU menuju Visi NU 2050. 

Oleh karena itu Gus Yahya menyebut, PBNU menargetkan dua dokumen strategis sebagai bagian dari agenda tersebut:

- Pertama, Roadmap 25 Tahun NU — peta jalan integratif untuk memastikan seluruh lembaga dan badan otonom memiliki arah pengembangan jam’iyah yang selaras dalam jangka panjang.

- Kedua, Piagam Nilai Keulamaan — dokumen panduan mengenai otoritas keilmuan dan otoritas dakwah yang ditujukan untuk memandu kader dan warga menghadapi derasnya informasi keagamaan di era digital sekaligus menjadi rujukan publik dalam mengenali ulama dengan landasan sanad yang sah.

Selain itu, PBNU juga menggarisbawahi penguatan kemandirian ekonomi melalui unit usaha strategis NUNOMIC, serta perluasan integrasi teknologi hingga tingkat desa untuk mendukung kemandirian organisasi yang halal dan transparan.

Setelah lima tahun membangun berbagai fondasi organisasi, tantangan berikutnya adalah memastikan transformasi tersebut semakin terinstitusionalisasi dan dapat bekerja secara konsisten hingga tingkat cabang dan ranting. 

Kesinambungan transformasi menjadi penting agar sistem yang telah dibangun tidak berhenti sebagai program di tingkat pusat, tetapi semakin matang menjadi mekanisme organisasi yang dapat berjalan secara permanen. 

Orientasi tersebut mencakup perluasan implementasi sistem digital, penguatan kaderisasi, tata kelola yang semakin akuntabel, serta pembangunan kemandirian ekonomi organisasi.

“Tujuan akhir dari transformasi ini adalah menciptakan sistem tata kelola dan kemandirian ekonomi yang bekerja secara otomatis. Dengan begitu, manfaat kehadiran NU sebagai institusi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat Ranting di desa-desa,” jelas Gus Yahya.

Memasuki abad kedua, tantangan NU bukan semata menjaga kebesaran jam’iyah, tetapi memastikan kebesaran tersebut ditopang oleh sistem, kader, tradisi keulamaan, dan arah pengembangan jangka panjang yang mampu menjawab kebutuhan umat serta bangsa. (muu)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelaku Pembunuhan Perempuan Terikat Tali Rafia di Kos Pinang Ranti Ditangkap, Ada Dua Laki-Laki

Pelaku Pembunuhan Perempuan Terikat Tali Rafia di Kos Pinang Ranti Ditangkap, Ada Dua Laki-Laki

Pelaku pembunuhan perempuan yang jasadnya terikat tali rafia di sebuah kosan di Pinang Ranti akhirnya ditangkap. Kedua pelaku berjenis kelamin laki-laki ditangkap di wilayah yang berbeda, yakni Jakarta Timur dan Bekasi.
Bersaing dengan Tuan Rumah, Timnas Indonesia Putri U-17 Wajib Kalahkan Singapura Demi Segel Piala Asia

Bersaing dengan Tuan Rumah, Timnas Indonesia Putri U-17 Wajib Kalahkan Singapura Demi Segel Piala Asia

Usai mengalahkan Bahrain, Timnas Indonesia Putri U-17 menaklukkan Arab Saudi dengan skor 3-1 di Stadion Bishan, Singapura, Kamis (8/10/2026). 
Influencer Sashfir Jadi Korban Pelecehan Seksual "Voyeurism" di Toilet Restoran, Polisi: Masih Proses Penyelidikan, Belum Ada Tersangka

Influencer Sashfir Jadi Korban Pelecehan Seksual "Voyeurism" di Toilet Restoran, Polisi: Masih Proses Penyelidikan, Belum Ada Tersangka

Infulencer Sashfir atau Fira Assegaf mengaku menjadi korban pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam atau voyeurism di toilet salah satu restoran steak di Senopati. Polisi belum menetapkan status tersangka arena kasus masih dalam proses penyelidikan.
Influencer Sashfir Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual di Toilet Restoran, Pelakunya Diduga Suami Orang

Influencer Sashfir Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual di Toilet Restoran, Pelakunya Diduga Suami Orang

Influencer Sashfir menceritakan pernah menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh pria berstatus suami orang di toilet sebuah restoran di Senopati, Jakarta.
Tiga Kemenangan Beruntun Belum Cukup, Shin Tae-yong Ingin Persija Terus Menggila di Super League

Tiga Kemenangan Beruntun Belum Cukup, Shin Tae-yong Ingin Persija Terus Menggila di Super League

Bahkan, tiga kemenangan beruntun Persija pada awal musim belum cukup membuat Shin Tae-yong merasa puas.
Betrand Peto Dicecar 54 Pertanyaan Selama Delapan Jam, Gelar Perkara Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Segera Digelar

Betrand Peto Dicecar 54 Pertanyaan Selama Delapan Jam, Gelar Perkara Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Segera Digelar

Betrand Peto dicecar 54 pertanyaan selama delapan jam lebih lamanya terkait dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret namanya. Penyidik akan melakukan gelar perkara sebagai bagian dari proses penanganan dan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Trending

Bek Asing Persib Diduga Kena Serangan Rasial, Igor Tolic dan Luka Menalo Pasang Badan untuk Gabriel Mutombo

Bek Asing Persib Diduga Kena Serangan Rasial, Igor Tolic dan Luka Menalo Pasang Badan untuk Gabriel Mutombo

Persib Bandung berhasil mencatatkan remontada dengan kemenangan 3-1 atas Port FC di Stadion Thammasat, Kamis (8/10/2026).
Cetak Gol dan Assist Kemenangan dari Port FC, Luka Menalo Puji Kekompakan Skuad Persib

Cetak Gol dan Assist Kemenangan dari Port FC, Luka Menalo Puji Kekompakan Skuad Persib

Persib tampil gemilang dalam laga pekan perdana di ASEAN Club Championship 2026/2027.
Media Thailand Beritakan Jirayut setelah Viral Ikut Dukung Timnas Indonesia, Ini Reaksi sang Pedangdut

Media Thailand Beritakan Jirayut setelah Viral Ikut Dukung Timnas Indonesia, Ini Reaksi sang Pedangdut

Pedangdut asal Thailand, Afisan Jehdueramae atau Jirayut bangga bisa masuk media pemberitaan asal Thailand karena dukung Timnas Indonesia dan The War Elephants.
John Herdman Bicara soal Grup Neraka Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Singgung Jepang dan Qatar

John Herdman Bicara soal Grup Neraka Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Singgung Jepang dan Qatar

John Herdman menyadari Timnas Indonesia mendapat tantangan berat di Piala Asia 2027. Tergabung bersama Jepang, Qatar, dan Thailand, Herdman justru antusias.
Siap Duet dengan Megawati Hangestri, Setter Timnas Voli Putri Korea Selatan Ungkap Keunggulan Megatron

Siap Duet dengan Megawati Hangestri, Setter Timnas Voli Putri Korea Selatan Ungkap Keunggulan Megatron

Kim Da-in siap membangun duet bersama Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate. Setter timnas Korea Selatan itu pun mengungkap keunggulan Megatron dalam tim.
Pemilik Kos di Pinang Ranti Ceritakan Awal Mula Mayat Perempuan Terikat Tali Rafia dan Kaos Hitam Ditemukan, Sebut Korban Pelajar

Pemilik Kos di Pinang Ranti Ceritakan Awal Mula Mayat Perempuan Terikat Tali Rafia dan Kaos Hitam Ditemukan, Sebut Korban Pelajar

Pemilik kos menceritakan awal mula mayat perempuan terikat tali rafia ditemukan di salah satu kamar yang disewakannya di Pinang Ranti. Sundiyah menceritakan awalnya dia hendak mengecek kamar yang sebelumnya akan disewa oleh seorang pria yang mengaku bernama Daniel. Hingga akhirnya berujung mayat itu ditemukan.
Tiga Gol dalam Sepuluh Menit Akhir, Kecerdasan Adaptasi Pemain Persib Dipuji Igor Tolic

Tiga Gol dalam Sepuluh Menit Akhir, Kecerdasan Adaptasi Pemain Persib Dipuji Igor Tolic

Lebih dulu ketinggalan satu gol, Persib Bandung membalas lewat tiga gol di menit-menit akhir pertandingan.
Selengkapnya

Viral