Gubernur DKI Persilakan Warga Pati Sampaikan Aspirasi di DPR RI: Demo Itu Dijamin, Asal Tidak Anarkis
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mempersilakan masyarakat Pati, Jawa Tengah, datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat.
Namun, Pramono meminta aksi demonstrasi tersebut dilakukan secara tertib dan tidak merusak fasilitas umum.
“Jakarta menjadi aman, nyaman kalau kita semua bisa menjaga dengan baik. Demo itu dijamin oleh demokrasi dan kami mempersilakan mau demo tanggal 26, 27, monggo saja,” ujar Pramono dikutip dari Antara, Minggu (23/8/2026).
Menurut Pram, Pemprov DKI Jakarta tidak akan menghalangi masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat melalui aksi unjuk rasa. Sebab, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari praktik demokrasi yang dijamin.
Gubernur DKI pun mengingatkan peserta aksi agar tidak melakukan tindakan anarkis, perusakan, atau perbuatan lain yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.
Pramono menyebut telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memastikan aksi berjalan aman. Ia telah meminta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta berkoordinasi dengan kepolisian selama pelaksanaan unjuk rasa.
“Yang tidak boleh dilakukan adalah melakukan perusakan, melakukan anarkis, dan kemudian melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik,” katanya.
“Saya sudah memerintahkan kepada Kepala Satpol PP untuk berkoordinasi juga dengan kepolisian supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Pram menyampaikan bahwa Pemprov DKI akan mengutamakan pendekatan humanis dalam menghadapi aksi penyampaian aspirasi.
Cara tersebut dinilai penting agar masyarakat tetap dapat menggunakan haknya untuk menyampaikan pendapat tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban di Jakarta.
Pramono juga mengungkapkan adanya sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Jakarta yang ikut membantu warga Pati selama berada di Ibu Kota. Bantuan tersebut termasuk mengarahkan massa agar tidak bermalam di kawasan Gedung DPR dan MPR RI.
“Beberapa ormas di Jakarta memfasilitasi, bahkan mereka mengarahkan untuk jangan kemudian bermalam di depan gedung DPR MPR dan akhirnya difasilitasi kalau memang semalam misalnya sampai bermalam di Jakarta,” kata Pramono.
Sebelumnya, belasan warga Pati yang di antaranya merupakan pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) tiba di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026). Tujuan kedatangan mereka ke Jakarta adalah untuk mengawali rencana aksi yang akan dilakukan 26-27 Agustus nanti.
Rombongan tersebut berangkat dari Pati menggunakan dua mobil setelah menempuh perjalanan sejak Kamis siang dan tiba di kompleks parlemen pada Jumat pagi.
Ada dua tuntutan yang dibawa warga Pati dalam aksi nanti. Mereka mendesak DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset serta menerapkan hukuman mati bagi pelaku korupsi.
“Tuntutannya cuma dua. Satu, perampasan aset koruptor, yang kedua hukum mati koruptor, itu saja,” kata salah satu koordinator AMPB Teguh, di depan Gedung DPR/MPR RI.
Kedatangan rombongan AMPB sekaligus menjadi bagian dari persiapan menjelang aksi yang lebih besar di depan Gedung DPR RI. Mereka kemudian memasang dua kain putih berukuran besar di pagar kompleks parlemen.
Salah satu kain bertuliskan “Jakarta (love) Pati Bersatu”. Sementara kain lainnya berisi desakan agar DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Dukungan terhadap aksi juga terlihat dari sejumlah kardus berisi air mineral yang ditumpuk di sekitar lokasi. Rombongan kemudian sempat diketahui beristirahat di taman kecil di depan Gedung DPR/MPR dengan beralaskan tikar.
Mereka juga mempersiapkan rencana pendirian posko di kawasan parlemen meski akhirnya harus terpaksa bergeser tempat pada malam harinya. (rpi)
Load more