Yahya Cholil Staquf Berharap Muktamar NU 2031 Kembali Dibuka Prabowo
- Youtube/Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan, harapan agar Presiden Prabowo Subianto kembali membuka Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) pada 2031 mendatang.
Harapan itu disampaikan Gus Yahya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8).
Di hadapan Prabowo, Gus Yahya awalnya mengungkapkan rasa bahagia dan terima kasih atas kehadiran Presiden dalam pembukaan Muktamar NU ke-35.
Ia kemudian menyinggung permainan angka yang sebelumnya juga disampaikan Ketua Panitia Muktamar NU ke-35 Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Menurut Gus Yahya, “otak-atik” angka dalam momentum Muktamar NU ke-35 kali ini dinilai cocok. Namun, ia mengaku belum menemukan cara serupa untuk Muktamar NU ke-36 yang akan digelar lima tahun mendatang.
“Bapak Presiden yang kami hormati, tentu saja kami sangat berbahagia, bergembira dan sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Presiden. Dan kami mohon Bapak Presiden nanti membuka secara resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama ini. Yang alhamdulillah otak-atik nomornya kelihatannya cocok semua,” jelas dia, sebagaimana tayang di YouTube, Sekretariat Presiden, Kamis (27/8).
“Lima tahun lagi kita akan muktamar lagi, Muktamar ke-36 pada tahun 2031. Saya tidak tahu mungkin ini agak susah untuk diotak-atik menjadi angka yang bagus, tapi dalam hati saya, saya tetap berharap semoga nanti dibuka oleh Presiden Prabowo lagi, insyaallah,” lanjutnya Gus Yahya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi harapan Gus Yahya bahwa Prabowo tetap menjadi presiden di 2031 alias tetap lanjut periode kedua.
Gus Yahya menegaskan Muktamar NU bukan sekadar forum pergantian atau penetapan kepemimpinan organisasi.
Forum yang berlangsung selama lima hari tersebut akan menjadi ruang bagi para pimpinan NU untuk menentukan arah organisasi sekaligus bagaimana NU membawa lebih dari 120 juta warganya.
Menurut Gus Yahya, terdapat 2.232 Muktamirin yang merupakan pimpinan NU dari seluruh Indonesia. Mereka akan memiliki peran penting dalam menentukan arah NU ke depan.
“Para Muktamirin 2.232 orang pimpinan NU seluruh Indonesia ini, dalam lima hari ke depan akan menentukan arah organisasi. Akan menentukan bagaimana mereka akan mengajak lebih dari 120 juta warga Nahdlatul Ulama menuju,” ujar Gus Yahya.
Karena itu, Gus Yahya menekankan arah perjuangan NU tidak boleh berjalan berseberangan dengan arah bangsa dan negara. Ia menegaskan keterkaitan NU dengan Indonesia merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan.
“Maka tidak boleh arah Nahdlatul Ulama ini tidak bersesuaian dengan arah bangsa dan negara. Tepat yang dikatakan oleh Kiai Hasib Wahab bahwa Nahdlatul Ulama dan Indonesia tidak boleh dan tidak mungkin bisa dipisahkan,” kata Gus Yahya.
Penegasan tersebut menjadi salah satu pesan utama Gus Yahya dalam pembukaan Muktamar NU ke-35.
Ia menempatkan perjalanan organisasi NU dalam konteks yang lebih luas, yakni sebagai bagian dari perjalanan bangsa Indonesia.
Sebelumnya, Ketua Panitia Muktamar NU ke-35 Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengaitkan pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 dengan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, terdapat rangkaian angka yang menarik dalam momentum Muktamar NU pertama di abad kedua tersebut.
“Meneruskan Kiai Hasib (Hasib Wahab Chasbullah), kalau boleh sedikit bermain angka Bapak Presiden. Muktamar ke-35. 3 tambah 5 sama dengan 8. Dan yang membuka adalah Presiden ke-8. Mudah-mudahan ini menjadi pertanda baik. Pertanda bahwa Muktamar pertama Nahdlatul Ulama di abad kedua ini membawa keberkahan bagi Nahdlatul Ulama, bagi bangsa dan negara, serta seluruh rakyat Indonesia,” kata Gus Ipul. (agr/dpi)
Load more