Prabowo Dorong Budi Gunadi Sadikin Jadi Dirjen WHO, Indonesia Berpeluang Punya Wakil di Level Dunia
- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membenarkan dirinya masuk dalam bursa calon Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).
Budi mengungkapkan pencalonannya sebagai calon pimpinan organisasi kesehatan dunia tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Budi, dirinya akan menjalankan tugas yang diberikan Presiden Prabowo sebaik mungkin. Pencalonan tersebut disebut sebagai amanah yang diberikan kepadanya oleh kepala negara.
“Itu kan amanah dari Bapak Presiden. Jadi pastilah saya akan kerja buat Bapak Presiden, apa pun tugas dari beliau akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” kata Budi, dikutip Jumat (28/8/2026).
Prabowo Soroti Belum Ada Orang Indonesia Pimpin Lembaga Dunia
Budi mengatakan Presiden Prabowo menyampaikan kepadanya bahwa hingga saat ini belum pernah ada orang Indonesia yang menjabat sebagai pimpinan lembaga tingkat dunia.
Menurut Budi, Indonesia merupakan negara besar sehingga peluang untuk menempatkan perwakilan di posisi pimpinan organisasi internasional menjadi sesuatu yang penting.
“Indonesia kan bangsa yang besar ya. Bapak Presiden sampaikan ke saya, kita tuh tidak pernah ada wakilnya yang duduk sebagai pimpinan lembaga tingkat dunia yang levelnya PBB atau United Nations,” kata dia.
Budi kemudian menyebut pencalonannya sebagai Dirjen WHO menjadi sebuah peluang yang dilihat oleh Presiden Prabowo. Karena itu, dirinya mendapatkan tugas untuk maju dalam proses tersebut.
“Jadi begitu beliau melihat ini ada opportunity, ya saya ditugaskan di sana,” sambung Budi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan Budi untuk masuk dalam bursa calon Dirjen WHO bukan semata-mata berasal dari dirinya, melainkan bagian dari penugasan yang diberikan Presiden Prabowo.
Indonesia Dinilai Punya Potensi
Selain melihat peluang bagi Indonesia untuk memiliki wakil yang memimpin lembaga tingkat dunia, Budi juga menyampaikan adanya pandangan mengenai perlunya reformasi di dalam organisasi WHO.
Menurut dia, negara-negara anggota WHO juga melihat bahwa organisasi tersebut membutuhkan reformasi.
“Dan dia melihat Indonesia, ya mungkin di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo itu memiliki potensi itu,” tegasnya.
Pandangan tersebut menjadi salah satu alasan yang disampaikan Budi terkait pencalonannya dalam bursa Dirjen WHO.
Budi menilai posisi Indonesia sebagai negara besar serta kepemimpinan Presiden Prabowo menjadi potensi yang dilihat dalam konteks pencalonan tersebut.
Budi Siap Jalankan Amanah Presiden
Dengan masuknya nama Budi Gunadi Sadikin dalam bursa calon Dirjen WHO, pemerintah Indonesia memiliki peluang untuk menempatkan perwakilan pada posisi pimpinan lembaga kesehatan dunia tersebut.
Budi sendiri menegaskan kesiapannya menjalankan arahan Presiden Prabowo. Ia menyebut tugas apa pun yang diberikan Presiden akan dijalankan dengan sebaik-baiknya.
“Itu kan amanah dari Bapak Presiden,” ujar Budi.
Budi saat ini menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Dalam pencalonannya sebagai Dirjen WHO, ia membawa nama Indonesia setelah mendapatkan penugasan dari Presiden Prabowo.
Menurut Budi, peluang tersebut muncul ketika Presiden melihat adanya kesempatan bagi Indonesia untuk memiliki perwakilan yang duduk sebagai pimpinan lembaga tingkat dunia yang berada pada level Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations.
Di sisi lain, adanya kebutuhan reformasi di WHO juga menjadi bagian dari pertimbangan yang disampaikan Budi. Negara-negara anggota WHO disebut melihat perlunya perubahan dalam organisasi tersebut.
Budi kemudian menyebut Indonesia dinilai memiliki potensi untuk mengambil peran dalam proses tersebut, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Pencalonan Budi Gunadi Sadikin sebagai calon Dirjen WHO pun menjadi bagian dari penugasan yang diberikan Presiden Prabowo untuk membawa peluang Indonesia ke tingkat lembaga internasional. (saa/nsp)
Load more