GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bima Arya Minta Daerah Tak Lagi Cuma Andalkan SDA, Otonomi Harus Ciptakan Nilai Ekonomi

Wamendagri Bima Arya mendorong otonomi daerah berbasis penciptaan nilai, kolaborasi antarwilayah, dan Pemda sebagai penggerak pembangunan.
Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:22 WIB
Bima Arya Minta Daerah Tak Lagi Cuma Andalkan SDA, Otonomi Harus Ciptakan Nilai Ekonomi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong perubahan dalam penyelenggaraan otonomi daerah agar tidak lagi hanya berorientasi pada pembagian kewenangan dan pengelolaan sumber daya. Menurutnya, otonomi daerah harus diarahkan untuk menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

Bima mengatakan desentralisasi seharusnya tidak berhenti pada pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. Kebijakan tersebut juga harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Bima saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di IPB International Convention Center Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026).

Dalam forum tersebut, Bima menekankan pentingnya memaknai kembali desentralisasi fiskal sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai daerah.

“Desentralisasi fiskal hari ini juga harus menjadi instrumen yang menciptakan lebih banyak lagi pusat-pusat pertumbuhan, bukan sekadar pembagian kewenangan saja,” ujar Bima.

Kemendagri Siapkan Desain Besar Otonomi Daerah

Sejalan dengan gagasan tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah mematangkan Desain Besar Penataan Otonomi Daerah.

Penataan tersebut diarahkan untuk memperjelas pembagian kewenangan antartingkat pemerintahan. Selain itu, pemerintah juga berupaya menyempurnakan formula Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) agar distribusinya lebih proporsional bagi daerah.

Menurut Bima, penataan tersebut penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah secara berkelanjutan. Pemerintah daerah tidak hanya dituntut mampu mengelola anggaran, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah.

Untuk mencapai tujuan itu, Bima mendorong adanya tiga perubahan paradigma dalam pengelolaan pemerintahan daerah.

1. Dari Andalkan Sumber Daya Jadi Ciptakan Nilai Tambah

Transformasi pertama adalah menggeser pendekatan pembangunan yang semata-mata berbasis sumber daya menuju penciptaan nilai tambah.

Daerah dinilai tidak cukup hanya mengandalkan komoditas atau sumber daya yang telah dimiliki. Pemerintah daerah perlu membangun ekosistem ekonomi dari sektor hulu hingga hilir agar sumber daya tersebut dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.

“Dari resource based decentralization menuju value creation based decentralization. Jadi daerah-daerah kita dorong, kita minta, kita semangati, kita berikan motivasi. Tidak hanya berdasar resource saja, tetapi ada value creation di sana,” tegas Bima.

Dengan pendekatan tersebut, sumber daya yang dimiliki daerah diharapkan tidak hanya menjadi komoditas, tetapi dapat dikembangkan melalui proses ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.

2. Daerah Jangan Saling Bersaing, tapi Berkolaborasi

Perubahan kedua menyangkut hubungan antarwilayah. Bima mendorong agar daerah tidak lagi melihat satu sama lain hanya sebagai pesaing.

Sebaliknya, kerja sama antardaerah perlu diperkuat untuk membangun rantai pasok, mengoptimalkan potensi ekonomi, serta menciptakan pertumbuhan yang saling mendukung.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena potensi ekonomi suatu daerah dapat saling melengkapi dengan daerah lainnya. Dengan demikian, pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat membentuk ekosistem ekonomi yang lebih kuat.

3. Pemda Harus Jadi Penggerak Pembangunan

Transformasi ketiga adalah mengubah posisi pemerintah daerah dari sekadar lembaga yang membelanjakan anggaran menjadi penggerak pembangunan.

Bima mendorong Pemda membuka ruang investasi, mengurangi berbagai hambatan, mengoptimalkan sumber pembiayaan alternatif, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Perubahan peran tersebut diharapkan membuat pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penyerapan anggaran, tetapi juga mampu menciptakan kondisi yang mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing.

80 Persen Kepala Daerah Disebut Pendatang Baru

Bima menilai keberhasilan perubahan paradigma tersebut sangat bergantung pada kapasitas kepemimpinan di daerah.

Hal itu menjadi perhatian karena sebagian besar kepala daerah saat ini merupakan pemimpin baru yang belum memiliki banyak pengalaman dalam menjalankan pemerintahan.

“80 persen kepala daerah adalah pendatang baru, newcomer. Dan sebagian besar gen X ada milenial [juga ada]. Jadi tidak lagi baby boomers. Jadi muda-muda dan bukan incumbent. Di satu sisi ini harapan baru, di sisi lain mereka belum banyak pengalaman,” ungkap Bima.

Menurutnya, kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Banyaknya pemimpin baru dapat menjadi energi baru untuk melahirkan inovasi di daerah.

Namun, pada saat yang sama, kepala daerah yang belum banyak memiliki pengalaman membutuhkan penguatan kapasitas dan pendampingan agar berbagai kebijakan yang dihasilkan tetap berjalan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Karena itu, Kemendagri terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pemerintah daerah. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, mendorong inovasi yang akuntabel, serta mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil AVC Women's Continental 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Kena Comeback Iran, Angkat Koper di Perempat Final

Hasil AVC Women's Continental 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Kena Comeback Iran, Angkat Koper di Perempat Final

Hasil AVC Women's Continental 2026 babak perempat final yang mempertemukan Timnas Voli Putri Indonesia menghadapi Iran berlangsung pada hari Jumat 28 Agsutus.
Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Pertamina Eco RunFest terus memperkuat inisiatifnya sebagai event berkelanjutan. Prinsip-prinsip ramah lingkungan menjadi fondasi dan jiwa rangkaian kegiatan Eco RunFest 2026.
Mencekam! Penumpang KRL Diminta Tutup Tirai dan Menunduk Buntut Ketegangan di Slipi-Petamburan

Mencekam! Penumpang KRL Diminta Tutup Tirai dan Menunduk Buntut Ketegangan di Slipi-Petamburan

Dalam video viral di media sosial, penumpang Commuter Line (KRL) diminta menutupi kaca & menunduk di tengah bentrokan aksi demo 27 Agustus di Slipi-Petamburan.
TNI AU Ungkap Alasan Pesawat Tempur Lalu-lalang di Jakarta Hari Ini: Persiapan Flypast Merdeka Run

TNI AU Ungkap Alasan Pesawat Tempur Lalu-lalang di Jakarta Hari Ini: Persiapan Flypast Merdeka Run

Munculnya sejumlah pesawat tempur yang melintasi langit Jakarta dipastikan sebagai bagian dari rangkaian latihan para penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU). 
Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: John Herdman Bisa Turunkan Skuad Terbaik

Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: John Herdman Bisa Turunkan Skuad Terbaik

Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Jakarta, 28 September 2026. Duel panas ini jadi sorotan utama.
Transfer Pemain Berdarah Indonesia ke AS Roma Batal, Hasil Medis Bikin Giallorossi Ubah Kesepakatan

Transfer Pemain Berdarah Indonesia ke AS Roma Batal, Hasil Medis Bikin Giallorossi Ubah Kesepakatan

Transfer Jayden Oosterwolde ke AS Roma batal setelah pemeriksaan medis menemukan cedera lebih serius. Giallorossi kini memburu bek baru untuk pertahanan.

Trending

Kerusuhan di Pejompongan, Wali Kota Jakpus Bongkar Fakta Bahwa Massa Ternyata Bukan Warga Setempat

Kerusuhan di Pejompongan, Wali Kota Jakpus Bongkar Fakta Bahwa Massa Ternyata Bukan Warga Setempat

Arifin mengatakan dirinya sempat berbincang dengan sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi. Dari pembicaraan tersebut, diketahui ada massa yang berasal dari daerah lain
Siap Garuda Calling, Pemain yang Buat Heboh Kasta Teratas Eropa Tak Sabar Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia

Siap Garuda Calling, Pemain yang Buat Heboh Kasta Teratas Eropa Tak Sabar Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia berpotensi mendapat amunisi berharga dari salah satu pemain keturunan yang bersinar di kasta teratas Eropa. Adalah Joseph Simatupang Ferguson.
Langkah Pemerintah Naikan Anggaran Penanganan Bencana Tuai Respons Positif

Langkah Pemerintah Naikan Anggaran Penanganan Bencana Tuai Respons Positif

Pemerintah berencana menaikkan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada APBN 2027 menjadi berkisar Rp1 triliun.
Ternyata Ini Alasan Ruben Onsu Belum Ditahan, Artis yang Tersangkut Kasus Dugaan Penipuan Investasi

Ternyata Ini Alasan Ruben Onsu Belum Ditahan, Artis yang Tersangkut Kasus Dugaan Penipuan Investasi

Kasus Ruben Onsu menjadi sorotan, yang dilaporkan pada 2025. Polisi meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan pada 25 April 2026.
Kondisi Terkini Lalu Lintas di Sekitar DPR Pasca Kerusuhan Semalam

Kondisi Terkini Lalu Lintas di Sekitar DPR Pasca Kerusuhan Semalam

Berdasarkan informasi yang dihimpun, konsentrasi massa sempat berada di sepanjang Jalan Jenderal Gatot Subroto, khususnya kawasan Halte Petamburan hingga jalan layang Slipi.
Viral, Walikota Jakpus Turun ke Lokasi Demo, Ajak Warga Menjaga Jakarta Tetap Aman

Viral, Walikota Jakpus Turun ke Lokasi Demo, Ajak Warga Menjaga Jakarta Tetap Aman

Dalam video tersebut, Arifin menyematkan pesan bijak setelah demo agar warga bisa menjaga bersama.
Hingga Jumat Dini Hari, Massa Masih Berkerumun di Sekitar Slipi

Hingga Jumat Dini Hari, Massa Masih Berkerumun di Sekitar Slipi

Hingga Jumat,  pukul 03.00 WIB, massa masih berkerumun di sejumlah titik sekitar Slipi dan Petamburan, Jakarta, setelah aksi di sekitar Gedung DPR/MPR RI.
Selengkapnya

Viral