Apa Itu Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA? Mekanisme Musyawarah Penentu Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU
- NU
tvOnenews.com - Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Dalam forum Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU pada Minggu (30/6/2026), sebanyak 73 persen muktamirin sepakat adanya perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU untuk masa bakti 2026-2031.
“Dari seluruh 552 suara yang hadir, sebanyak 401 suara atau sekitar 73 persen menghendaki adanya perubahan di dalam mekanisme pemilihan. Yang memilih untuk tetap ada 150 suara dan 1 suara tidak sah,” ungkap Pimpinan Sidang Pleno, Prof Muhammad Nuh.
Lantas apa itu Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA)? Simak penjelasan singkatnya berikut ini.
Apa itu AHWA pada Muktamar NU?
Menurut penjelasan pada situs resmi Nahdlatul Ulama, Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) merupakan konsep yang berasal dari tradisi fikih Islam.
Istilah ini merujuk pada sekelompok tokoh yang memiliki kewenangan penuh dalam menentukan keputusan-keputusan strategis, termasuk perkara kepemimpinan.
Secara harfiah, istilah AHWA menggambarkan wewenang sejumlah figur pilihan yang dinilai memiliki kapasitas untuk merumuskan, menetapkan, serta mengikat suatu perkara demi kemaslahatan bersama.
Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, AHWA dipahami sebagai forum khusus yang berisikan sembilan kiai sepuh, di mana para anggotanya diusulkan langsung oleh jajaran struktur NU di tingkat wilayah maupun cabang.
- tvOne - Khumaidi
Sistem pemilihan seperti ini sejatinya bukan hal baru di lingkungan NU, mengingat mekanisme AHWA pernah digunakan dalam proses penentuan Rais Aam pada gelaran sebelumnya.
Muktamar ke-27 NU di Situbondo pada 1984 menjadi salah satu tonggak sejarah penting saat model kepemimpinan berbasis musyawarah mufakat ini mulai mendalam dibahas.
Penerapan AHWA secara resmi kemudian kembali digunakan sebagai mekanisme penentuan Rais Aam pada Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015.
Dalam prosesnya, nama-nama kiai calon anggota AHWA dijaring melalui usulan resmi dari Pengurus Cabang NU (PCNU) dan Pengurus Wilayah NU (PWNU).
Sembilan kiai yang mengantongi dukungan suara terbanyak nantinya akan duduk bersama dalam satu forum musyawarah untuk menentukan sosok Rais Aam.
Skema AHWA ini kerap dipandang sebagai langkah krusial untuk menjaga iklim pemilihan pemimpin NU agar tidak terjerumus dalam pola politik elektoral.
Load more