BNPB Ungkap Perkembangan Karhutla Sumatra-Kalimantan hingga Papua Barat, Operasi Darat dan Udara Diperkuat
- Mayawana Persada.
BNPB bersama pemerintah daerah akan memperkuat satgas darat melalui penambahan personel dan dukungan peralatan darat.
Puluhan Armada Udara Dikerahkan
Penanganan karhutla juga diperkuat melalui operasi udara. Per 30 Agustus 2026, terdapat 53 armada udara yang digunakan untuk mendukung penanggulangan karhutla 2026.
Armada tersebut terdiri atas 19 armada untuk patroli/OMC dan 34 armada untuk water bombing. Operasi udara mencakup wilayah Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Untuk water bombing, BNPB mencatat total 2,3 juta liter air telah digunakan. Rinciannya antara lain:
-
Riau: 58 kali drop atau 232.000 liter.
-
Jambi: 84 kali drop atau 336.000 liter.
-
Sumatra Selatan: 143 kali drop atau 572.000 liter.
-
Kalimantan Barat: 45 kali drop atau 180.000 liter.
-
Kalimantan Selatan: 273 kali drop atau 1.023.000 liter.
-
Kalimantan Tengah: belum terdapat data unit, sortie, maupun jumlah liter pada paparan tersebut.
Selain water bombing, OMC juga dilakukan dengan total bahan semai natrium klorida (NaCl) sebanyak 5.600 kilogram. Operasi ini mencakup Riau, Jambi, dan Lampung.
Asap Karhutla Berpotensi Terbawa ke Negara Tetangga
Berdasarkan prediksi BMKG pada 31 Agustus hingga 1 September 2026, konsentrasi PM2.5 dari aktivitas kebakaran lahan di Sumatra dan Kalimantan menunjukkan pola sebaran yang terpusat di Sumatra bagian tengah hingga selatan serta sebagian besar wilayah Kalimantan.
Polutan tersebut berpotensi terbawa angin menuju negara tetangga, khususnya Singapura dan Semenanjung Malaysia, termasuk wilayah Sarawak, Sabah, serta Brunei Darussalam.
Data ISPU Kementerian Lingkungan Hidup pada Senin (31/8) pukul 13.36 WIB juga menunjukkan sejumlah wilayah memiliki kualitas udara dengan tingkat pencemaran tinggi.
Papua Barat Masih Jadi Perhatian
Penanganan karhutla juga dilakukan di Papua Barat. Per 30 Agustus 2026, kondisi secara umum terkendali, meski masih ditemukan titik berasap.
Tercatat 20 hotspot, lima fire spot, indikatif luas lahan 2.496,39 hektare, serta jarak pandang 7-10 kilometer.
Untuk penanganan, tiga helikopter dikerahkan, terdiri dari satu helikopter BNPB dan dua helikopter BP Berau. Operasi tersebut telah dilakukan sebanyak tujuh sortie dengan total 227 kali drop atau 662.000 liter air.
Namun, operasi pemadaman di Papua Barat menghadapi sejumlah kendala. Operasi darat sementara dihentikan, sementara vegetasi yang tinggi dan rapat membuat air dari water bombing banyak tertahan di tajuk pohon.
Load more