Intelijen Ukraina Sebut 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Begini Respons Menhan Sjafrie
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Intelijen Ukraina menyebut delapan warga negara Indonesia (WNI) direkrut Rusia untuk bergabung dalam angkatan bersenjata negara tersebut dan bertempur dalam perang melawan Ukraina.
Dalam laporan yang dipublikasikan melalui Telegram pada Kamis (27/8/2026) lalu, Badan Intelijen Ukraina menyebut pihaknya memperoleh dokumen yang mengkonfirmasi perekrutan delapan WNI tersebut.
Menurut mereka, perekrutan itu merupakan salah satu cara Kremlin menambah kekuatan pasukannya dalam perang.
Selain itu, menurut mereka, kehadiran “tentara” itu dimanfaatkan sebagai bahan propaganda untuk menunjukkan seolah-olah Rusia mendapat dukungan dari berbagai negara di dunia.
Disebutkan pula bahwa alasan meningkatnya perekrutan warga asing adalah semakin sedikit warga Rusia yang bersedia untuk bergabung dengan militer.
"Kremlin sedang mencari pasukan baru sebagai umpan meriam di kepulauan Indonesia," demikian pernyataan tersebut.
Badan Intelijen Ukraina, warga negara asing yang direkrut dijanjikan bayaran tinggi, mendapatkan kemudahan mendapatkan kewarganegaraan Rusia hingga berbagai tunjangan sosial.
Akan tetapi, sambungnya, banyak dari mereka tidak menyadari bahwa pada akhirnya mereka bisa dikirim ke medan perang.
Terkait kabar tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan tidak ada informasi mengenai delapan WNI menjadi tentara Rusia.
"Enggak ada. Tidak menerima laporan ini, tidak ada informasi," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026). (Yeni Lestari/VIVA/nsi)
Load more