Ketua DPR Desak Kasus Tewasnya Warga Saat Ricuh di Pejompongan Diusut Tuntas
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua DPR RI, Puan Maharani memberikan perhatian serius terhadap kasus kematian seorang pedagang cermin, Bambang Setiyawan (59), yang terjadi di tengah kericuhan di wilayah Pejompongan, Jakarta Pusat.
Puan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut hingga benar-benar terang.
"Kita minta semuanya itu diselidiki oleh pihak penegak hukum dengan tuntas," tegas Puan saat ditemui di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (1/9).
Berdasarkan kronologi kejadian, Bambang ditemukan tidak sadarkan diri saat pecah kericuhan di kawasan Pejompongan pada Kamis (27/8) malam.
Meski sempat mendapatkan bantuan medis, nyawa pria paruh baya tersebut tidak tertolong.
Puan menekankan bahwa kepolisian perlu bekerja secara transparan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya serta mengumpulkan bukti-bukti yang kuat.
Menanggapi adanya isu mengenai dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya dalam peristiwa tersebut, Puan menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.
"Bila memang terbukti ya harus diselesaikan dengan tuntas," imbuhnya.
Selain menuntut pengusutan kasus, politisi PDI Perjuangan ini juga mengimbau agar setiap aksi unjuk rasa dilakukan secara damai dan teratur guna mencegah terjadinya kekacauan yang berujung pada kerusakan fasilitas maupun jatuhnya korban jiwa.
Sebelumnya, pihak Polda Metro Jaya telah menjelaskan situasi saat penemuan korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyebutkan bahwa tim medis tidak bisa langsung menjangkau posisi Bambang karena pertimbangan faktor keamanan di lokasi konflik.
"Begitu lokasi sudah berhasil diamankan, Tim Biddokkes Polda Metro Jaya langsung mengevakuasi seorang laki-laki yang ditemukan dalam kondisi pingsan," jelas Budi.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo, namun ia dinyatakan meninggal dunia.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Bambang masih belum bisa dipastikan karena pihak keluarga tidak memberikan izin untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Di sisi lain, ormas GRIB Jaya secara tegas membantah keterlibatan anggota mereka dalam insiden yang menimpa Bambang.
Organisasi tersebut menyatakan bahwa keberadaan anggota mereka pada saat kejadian tidak menyentuh titik kericuhan di area Pejompongan. (ant/dpi)
Load more