Lurah Kebon Jeruk Konfirmasi Tak Ada Korban dalam Kebakaran Gudang Properti Stasiun TV
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kebakaran melanda bangunan yang diduga sebagai gudang penyimpanan properti milik salah satu stasiun televisi swasta di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu (6/9/2026) pagi.
Insiden ini sempat memicu kepanikan warga pemukiman sekitar. Para warga pun langsung berlari ke luar rumah dan menyelamatkan barang-barang berharga masing-masing.
Mereka juga saling bahu membahu untuk menyingkirkan barang-barang agar tidak tersambar api.
- Istimewa
Pemadam kebakaran langsung bergerak cepat ke lokasi untuk memadamkan kobaran api. Kepala Regu Pengendali Pos Rumah Sakit Siloam, Bayhaki, mengonfirmasi bahwa penanganan awal dilakukan sesaat setelah pihaknya menerima laporan langsung dari petugas keamanan (satpam) stasiun televisi tersebut.
"Dapat laporan dari security stasiun televisi langsung ke Pos RS Siloam sekitar 07.05 WIB, kita langsung meluncur. Alhamdulillah, api bisa dipadamkan dengan dua unit kecil dari pos rumah sakit dan Kebon Jeruk Lama," ujar Bayhaki kepada tvOnenews.com, Minggu (6/9/2026).
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran beserta enam personel dari Pos RS Siloam dan Pos Pemadam Kebakaran Kebon Jeruk Lama bergegas diterjunkan untuk mengisolasi titik api, agar tidak menjalar ke permukiman padat warga.
- tvOnenews.com/Ines Melia
Di tengah proses pemadaman, Lurah Kebon Jeruk, Mahrur, tampak hadir langsung di lokasi untuk memantau situasi secara menyeluruh.
Mahrur menjelaskan bahwa dirinya pertama kali menerima laporan mengenai insiden kebakaran tersebut saat sedang berada di Jalan Panjang untuk menghadiri agenda kerja resmi.
Setelah mendapati informasi darurat tersebut, ia langsung bergegas menuju lokasi kejadian untuk memimpin penanganan dampak di wilayah permukiman warga.
"Saya langsung dapat info ketika sedang lewat. Saya langsung hubungi Pak RW 007, tapi ternyata salah karena kejadiannya ada di RW 010," kata Mahrur.
Mahrur mengatakan bahwa kepanikan sempat menyelimuti warga setempat karena letak gudang yang berdekatan dengan rumah tinggal.
Meski demikian, ia mengonfirmasi dan memastikan bahwa tidak ada warga sekitar yang terdampak secara langsung maupun menderita kerugian fisik akibat insiden ini.
- tvOnenews.com/Ines Melia
"Sebetulnya posisi kebakarannya berasal dari dalam gudang properti stasiun TV. Jadi, warga takut api menyebar ke rumah mereka. Untuk warga tidak ada terdampak," jelas Mahrur kepada tim tvOnenews.com.
Mahrur menceritakan penelusuran asalnya saat insiden baru saja pecah. Sebelum tiba di lokasi utama, ia sempat melihat beberapa santri berlari menuju arah pos pemadam kebakaran.
Saat melihat momen tersebut, ia sebenarnya sudah mengantongi informasi awal mengenai adanya insiden kebakaran. Namun, ia masih mencari tahu lokasi pasti dari titik api yang berkobar.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga kepada tim tvOnenews.com, api pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB oleh para santri di Pondok Pesantren Terbuka Al Isyraq.
Teriakan histeris para santri seketika membuat warga sekitar area Jeruk Manis 3 dan 5 panik. Warga yang kaget langsung berhamburan keluar rumah, bahkan beberapa di antaranya mengaku lemas dan bingung sebelum akhirnya bahu-membahu menyelamatkan kendaraan serta barang elektronik berharga.
Karena jarak gudang hanya berkisar 3–5 meter dari rumah warga, masyarakat sempat berinisiatif menyiramkan air seadanya ke dinding batas, sebelum armada pemadam kebakaran tiba dan berhasil memadamkan api sepenuhnya. (ism)
Load more