Diproduseri Gandhi Fernando, Film Musikal Anak Iyus Jenius Hadirkan Nostalgia Lagu Papa T. Bob
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Film musikal anak Iyus Jenius mengangkat kisah seorang anak bernama Iyus yang harus menghadapi perubahan besar dalam hidupnya setelah kehilangan sang ayah.
Film Iyus Jenius diproduseri Gandhi Fernando, diproduksi melalui kerja sama Creator Media, Seru Juga Film Studio, MAXStream Studios, dan Frontline Pictures. Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 September 2026.
Selain Kevin Abadio sebagai Iyus, film ini dibintangi Babah T-Bob sebagai Babah T-Bob, Wichita Satari sebagai Mina, Brian Mahesa sebagai Babah Hartono, Adnan Djani sebagai Kepala Sekolah, Fernando Hany Putra sebagai Ucok, Jonathan Alvaro sebagai Ade, Rasendrya Adwa Syah Putra sebagai Koko Papitok, Mireille Grimonia sebagai Gadis.
Iyus Jenius mengikuti perjalanan Iyus (Kevin Abadio), bocah berusia 10 tahun yang kehilangan semangat belajar dan rasa percaya diri setelah ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan.
Kehilangan tersebut membuat Iyus berubah menjadi anak yang pemurung dan pendiam. Prestasi belajarnya pun menurun drastis. Tak hanya menghadapi kesepian, Iyus juga harus berhadapan dengan perundungan serta krisis kepercayaan diri.
Di tengah kondisi tersebut, hadir sosok Babah T. Bob yang membantu Iyus menemukan kembali semangatnya melalui lagu, imajinasi, dan persahabatan.
Film ini menjadi menarik karena mengemas cerita anak dalam format musikal dengan menghadirkan sejumlah lagu ciptaan Papa T. Bob, pencipta lagu anak yang dikenal lewat karya-karya seperti Diobok-obok, Jangan Marah, hingga Aku Takut Mamaku Marah.
Bagi Babah T. Bob, kehadiran Iyus Jenius bukan sekadar proyek film. Film tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap karya dan semangat Papa T. Bob yang selama bertahun-tahun menciptakan lagu untuk anak-anak Indonesia.
Babah T. Bob mengaku ingin memperkenalkan kembali sosok Papa T. Bob kepada generasi anak-anak saat ini dengan harapan anak-anak masa kini dapat mengenal lagu-lagu yang dahulu menemani masa kecil orang tua mereka.
"Oke pertama kita pengen orang aware dulu bahwa ada Papa T. Bob, sang pencipta lagu legendaris anak yang sudah diakui oleh Indonesia," kata Babah T. Bob dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Ia juga ingin orang tua ikut mengenalkan lagu-lagu tersebut kepada anak-anak mereka melalui cara yang lebih relevan dengan zaman sekarang.
"Kita pengen anak-anak mempunyai, disuruh orang tuanya untuk, 'Ini lho Nak, lagu Mama Papa dulu'," ujarnya.
Namun, Babah T. Bob menegaskan bahwa Iyus Jenius tidak sekadar mengambil lagu-lagu lama kemudian memasukkannya ke dalam film. Lagu-lagu tersebut dikemas kembali dengan pendekatan musik yang lebih modern.
"Dan kita juga kemasnya sekarang lebih modern untuk musiknya," kata Babah T. Bob.
Dalam prosesnya, tim memilih sejumlah lagu yang dianggap paling relevan dengan cerita film. Dari banyaknya lagu ciptaan Papa T. Bob, hanya sebagian yang digunakan dalam film ini.
"Ya karena ada ratusan justru lebih susah milih untuk menjadi kita kompres. Sebetulnya kita lihat bagaimana relevansinya untuk di film ini," tuturnya.
Beberapa lagu yang dipilih antara lain Diobok-obok, Jangan Marah, dan Aku Takut Mamaku Marah. Menurut Babah T. Bob, lagu-lagu tersebut memiliki tema yang masih dekat dengan kehidupan anak-anak hingga saat ini.
"Misalnya kayak Diobok-obok, Jangan Marah, kayak Aku Takut Mamaku Marah. Banyak yang anak-anak zaman sekarang takut dimarahin karena dia tidak belajar," katanya.
Lebih dari sekadar tribute, Babah T. Bob berharap film tersebut dapat menjadi alternatif tontonan bagi anak-anak Indonesia.
Ia menyadari bahwa orang tua saat ini menghadapi tantangan besar dalam mengawasi konsumsi konten anak. Anak-anak memiliki akses yang sangat luas terhadap internet, media sosial, hingga berbagai permainan digital.
"Kita pengen film Young Genius ini menjadi pilihan. Karena gini, banyak orang tua itu melarang anaknya untuk tidak memegang handphone, tidak main Roblox atau memainkan apa pun medsos, kenapa? Karena anak itu akhirnya merasa terkekang," katanya.
Ia pun berharap anak-anak tetap mendapatkan pendampingan dari orang tua, tetapi juga mempunyai pilihan tontonan yang dianggap lebih sesuai.
"Kenapa sih nggak kita bikin pilihannya buat anak? Jadi orang tua tetap guide anaknya, tetap bimbingan orang tua, namun mereka punya pilihan yang bagus," ujar Babah T. Bob.
Ia juga berharap pemerintah dan berbagai pihak dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap karya-karya yang ditujukan untuk anak.
"Mungkin kan pasti disupport oleh pemerintah untuk yang seperti ini, kayak kementerian budaya, musik dan seni gitu ya. Mereka juga mendukung juga gitu, mudah-mudahan ya," ujarnya.
Gandhi Fernando memiliki alasan tersendiri ketika memutuskan terlibat sebagai produser Iyus Jenius. Ia melihat film musikal anak sebagai genre yang jarang diproduksi di Indonesia.
Gandhi mengaku ingin menghadirkan keberagaman di tengah industri film Indonesia yang menurutnya sudah cukup banyak dipenuhi genre tertentu.
"Ya, karena aku pengin melawan arus, film yang jarang banget dibuat," kata Gandhi Fernando.
Meski tetap memproduksi film horor, Gandhi merasa perlu membuat karya yang menawarkan pengalaman berbeda bagi penonton.
"Meskipun aku tetap bikin film horor, tapi aku tetap pengin bikin sesuatu yang berbeda gitu. Jadi, supaya tetap ada keberagaman di industri film Indonesia," ujarnya.
Menurut Gandhi, Iyus Jenius menjadi salah satu proyek yang dianggap mampu mewujudkan keinginan tersebut.
"Jadi salah satunya adalah Iyus Jenius ini yang di-project aku," tutur dia.
Load more