Mendagri Tito Karnavian Dorong Sumatera Jadi Kekuatan Ekonomi Baru, Integrasi Antarwilayah Harus Diperkuat
- Kemendagri
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mendorong seluruh pemerintah daerah di Pulau Sumatera untuk mempererat integrasi ekonomi antardaerah.
Langkah terpadu ini dinilai krusial agar kawasan barat Indonesia tersebut mampu menjadi lokomotif utama penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Arahan tersebut diutarakan Tito saat meresmikan pembukaan Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera yang digelar di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (9/9).
Menurut mantan Kapolri itu, wilayah Sumatera menyimpan modal pembangunan yang sangat menjanjikan.
Selain kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan kualitas sumber daya manusia yang memadai, posisi geografis Sumatera yang berada tepat di lintasan perniagaan global menjadikannya memiliki nilai tawar serta potensi strategis yang sangat besar untuk dioptimalkan.
Ia menyebutkan, Sumatera memiliki 63 juta penduduk atau 21,9 persen dari total populasi Indonesia dengan wilayah yang luas. Modal tersebut merupakan kunci penting bagi sebuah wilayah untuk dapat maju.
“Saya yakin keunggulan Sumatera itu sumber daya alamnya luar biasa baik di darat maupun yang laut, baik di permukaan maupun yang di bawah permukaan, makanya disebutkan pulau emas, pulau harapan," ujar Mendagri.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pembangunan yang tidak lagi berjalan sektoral, melainkan mengintegrasikan produksi, pasar, infrastruktur, dan perdagangan antardaerah hingga lintas negara.
“Yang saya tangkap adalah integrasi regional integrasi ekonomi pembangunan regional,” ujarnya.
Mendagri juga mendorong konektivitas lintas Sumatera agar tidak hanya mendukung mobilitas, tetapi juga menjadi penggerak pusat-pusat ekonomi baru.
Selain itu, kerja sama antardaerah perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan komoditas dan mengendalikan harga.
“Kalau itu bisa dikerjasamakan maka daerah-daerah yang inflasinya tinggi harganya tinggi karena suplainya kurang bisa disuplai dari daerah yang cukup suplainya. Dan hampir untuk semua hampir semua pangan di Sumatera ini, hampir semuanya ada,” katanya.
Kerja sama tersebut, lanjutnya, juga perlu diarahkan untuk menangkap peluang pasar negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.
“Saya mengapresiasi betul dan mengharapkan kerja sama yang dilakukan antardaerah. Pemerintah pusat juga menyusun konsep untuk membangun region Sumatera ini salah satu kekuatan ekonomi,” tuturnya.
Mendagri menegaskan, penguatan ekonomi Sumatera akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan nasional.
Karena itu, kerja sama antardaerah harus diwujudkan dalam program konkret yang mendorong investasi, perdagangan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Naiknya Sumatera akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara nasional, karena angka nasional itu agregat dari usaha pusat dan usaha di daerah,” pungkasnya.
Forum tersebut dihadiri oleh gubernur dan wakil gubernur se-Sumatera. Dalam kesempatan itu, Mendagri juga mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan oleh gubernur dan wakil gubernur yang hadir.
Ia turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama dan berita acara pembentukan Forum Sumatera 10 (Sepuluh) oleh gubernur dan wakil gubernur. (dpi)
Load more