Periksa Istri Bupati Pemalang, KPK Dalami Hasil Penggeledahan hingga Penyiapan Uang yang Dibawa Anom Widyantoro saat OTT
- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa istri Bupati Pemalang nonaktif Anom Widyantoro, Noor Faizah Maenofie (NFM), Rabu (9/9/2026).
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan pemeriksaan tersebut untuk mengkonfirmasi temuan barang bukti yang diamankan di Pendopo Kabupaten Pemalang.
"Di mana dalam penggeledahan itu, penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang terkait dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan," katanya.
Budi menuturkan, bahwa penyidik juga meminta keterangan kepada saksi atas pengetahuannya berkaitan dengan mutasi, rotasi, maupun promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
"Karena di sana ada dugaan, ya, berkaitan dengan rotasi, mutasi, ataupun promosi jabatan ini juga diduga ada tarifnya," tuturnya.
Selanjutnya istri Bupati dimintai keterangannya dugaan penyiapan uang. Uang tersebut diamankan pada saat peristiwa tertangkap tangan Anom di Jakarta.
"Termasuk soal uang-uang yang disiapkan, ya, oleh istri bupati yang kemudian atas uang itu juga diamankan pada saat peristiwa tertangkap tangan, ya. Salah satunya uang tersebut diamankan di Jakarta yang dalam keterangan awal dijelaskan bahwa uang-uang tersebut disiapkan oleh pihak istri," jelasnya.
Sebelumnya, KPK mendalami peran istri Bupati Pemalang nonaktif, Anom Widiyantoro, Noor Faizah Maenofie di kasus dugaan pemerasan.
Budi mengungkapkan bahwa uang yang dibawa Bupati pada saat tertangkap tangan disiapkan oleh sang istri.
"Kami akan dalami soal itu, karena dari fakta-fakta yang terungkap pada saat peristiwa tertangkap tangan, uang-uang yang dibawa oleh Bupati ini di antaranya disiapkan oleh istri Bupati," ucap juru bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa (8/9/2026).
Selain itu, sambung Budi pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan saksi terhadap dugaan aliran-aliran uang dari pihak swasta maupun penerimaan yang bersumber dari lingkungan Pemkab Pemalang.
"Apakah juga mengetahui dugaan penerimaan dari pihak-pihak lain, ya pihak swasta maupun pihak-pihak di lingkungan Pemkab Pemalang atau seperti apa, nanti akan kami dalami soal itu," jelasnya.
Sementata itu berdasarkan temuan penggeledahan ataupun keterangan dari saksi lainnya, uang-uang yang didapatkan tersebut diduga untuk kebutuhan operasional Bupati termasuk keluarga. (aha/rpi)
Load more