Proses Selanjutnya Diungkap Kepolisian soal Kasus Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK, 3 Orang Ini Jadi Saksi
- dok.kolase tvone/ instagram @ : X/Steve_ADF
Jakarta, tvOnenews.com- Kasus dugaan bunuh diri Fajar Sahrudin di kawasan GBK hingga kini masih menjadi perhatian publik, terutama warganet di X.
Dalam kasus dugaan bunuh diri ini, Kepolisian sudah mengkonfirmasi, benar adanya penemuan jenazah Fajar Sahrudin alis FS di GBK pada Minggu (6/9) dini hari.
Disclaimer: Berita ini tidak menginspirasi siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Jika punya kelainan mental segeralah berkonsultasi ke Psikolog atau Psikiater.
Kabar Fahar Sahrudin tutup usia ini menghebohkan dunia maya. Sebab sebelum kepekergiannya banyak cuitan berisi curhatan almarhum semasa hidup di medsos x pribadinya.
Bahkan Fajar mengungkapkan sejumlah cerita yang menyatakan dirinya kerap melakukan percobaan bunuh diri. Ini masih belum bisa dipastikan sebab Kepolisian masih mendalami kasus tersebut.
- Instagram/@stewiecopp
Langkah selanjutnya Kepolisian, disampaikan Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo menyebut pihaknya sedang mengajukan barang bukti (BB) ke Laboratorium Forensik (Labfor).
Hal ini perlu dilakukan untuk melengkapi kasus dugaan bunuh diri FS. Di mana dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan GBK pada Minggu, ditemukannya air minum kemasan yang terdapat racun.
Sehingga dibutuhkan tindakan mengetahui lebih lanjut atau uji BB ke Labfor. Sementara tindakan autopsi, dipastikan Prasetyo tidak ada karena jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga.
"Petugas telah melakukan pengecekan dan olah TKP bersama Tim Identifikasi serta Dokkes. Dari hasil pemeriksaan awal pada bagian luar tubuh FS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” ujar AKBP Dhimas dalam keterangannya yang diterima TVOnenews.com pada Selasa (8/9).
"sedang dilakukan upaya mengajukan cek labfor terkait BB di TKP. Keluarga menolak autopsi," jelas AKBP Dhimas Prasetyo.
- dok.kolase tvOnenews.com/ emdsos @stewie @steve @
Kronologi Kejadian
Sehubungan dengan peristiwa ini AKBP Dhimas Prasetyo menjelaskan sekitar ada 3 orang saksi dalam kasus dugaan bunuh diri Fajar Sahrudin.
Ketiga orang saksi ini, pertama rekan atau sosok yang dekat dengan FS. Kedua dan ketiga ialah petugas keamanan dari GBK.
"Berawal saksi 1 saat sedang berada di GBK membaca unggahan korban di instagram bahwa korban mau bunuh diri, setelah membaca, kemudian saksi 1 (teman korban) mendapat kiriman SOS melalui aplikasi atau Fitur Jam Xiaomi terkait lokasi korban,” kata Dhimas.
Kemudian saksi menghubungi petugas kanan kawasan GBK usai mendapat unggahan dan kiriman SOS itu. Petugas keamanan kawasan GBK dan saksi lantas menelusuri titik SOS yang dikirimkan tersebut.
“Saksi 1 mencoba mencari sendiri, akan tetapi tidak menemukan korban selanjutnya saksi 1 melapor kepada petugas security (saksi 2) yang bertugas di pintu 5 selanjutnya saksi 2 bersama saksi 1 mencari posisi korban sesuai titik terakhir korban (kiriman SOS) disekitaran GBK namun korban tidak ditemukan,” bebernya.
Di tengah namanya yang dicari warganet, terselipkan perhatian penuh dan doa-doa. Doa yang dikirim untuk sosok dermawan bernama Fajar Sahrudin (FS).
Doa warganet memenuhi kolom komentar unggahan organisasi non-profit Sahabat Satwa Jogja atau @animalfriendsjogja.
"Rest in peace Fajar... kamu udah ga sendiri lagi, anak2 AFJ terdahulu pasti nemenin kamu disana, knowing you do good things for their beloved friends," ucap warganet dalam kolom komentar.
"Hai Fajar, terima kasih sudah menjadi voice for the voiceless. May you rest in peace," tulis lainnya.
"Terima kasih remisi_org yang setahu kami telah membersamai kak Fajar setahun ini," jelas lainnya.
"Rest in Peace, kak Fajar, Tuhan terima setiap kebaikanmu walau yg terkecil sekalipun untuk menempatkan mu Di Surga," timpal yang lain.(klw)
Load more