News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kecam Aksi KKB, KemenHAM Desak Pelaku Diusut dan Dihukum

Baru-baru ini muncul kabar adanya 3 ASN menjadi korban kekejaman KKB di Papua. Mereka adalah pegawai atau staf dari Dinas Pertanian yang sedang membawa bantuan
Jumat, 11 September 2026 - 12:28 WIB
Tim gabungan saat mengevakuasi ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan oleh KKB
Sumber :
  • Satgas Damai Cartenz

Jakarta, tvOnenews.com- Peristiwa pilu menimpa rombongan Dinas Pertanian saat membawa bantuan di Papua. Tiga orang dari sebelas diketahui kena tembak sama KKB. 

Aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM). Meminta bisa diusut tuntas dan berikan hukuman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangannya, Juru Bicara KemenHAM RI Thomas Harming Suwarta mengatakan tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan.

Sebab ini bertentangan dengan prinsip penghormatan serta pelindungan hak asasi manusia. KemenHAM pun mendesak tindakan tegas. 

ilustrasi - Anggota Kelompok kriminal bersenjata (KKB)
ilustrasi - Anggota Kelompok kriminal bersenjata (KKB)
Sumber :
  • Antara

“KemenHAM RI mengecam keras penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya ini. Pembunuhan ini sangat keji, terhadap warga sipil yang sedang mencari penghidupan atau nafkah di Papua," katanya.

"Kami juga meminta agar pelaku diusut tuntas dan dihukum,” kata Thomas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, dikutip dari Antara. 

Sejauh ini, aparat masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan kelompok yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Lebih lanjut Thomas mengatakan KemenHAM tidak memiliki kompetensi dalam menilai narasi yang beredar dari kelompok KKB yang menyebut korban merupakan agen intelijen.

Ilustrasi KKB Intan Jaya menyerang Polsek Homeyo
Ilustrasi KKB Intan Jaya menyerang Polsek Homeyo
Sumber :
  • Istimewa

“Kami pun tidak paham apakah mereka agen intelijen atau tidak sebagaimana narasi beredar dari kelompok KKB, tapi pasti mereka warga sipil yang sedang mencari penghidupan di Papua. Pembunuhan terhadap warga sipil ini tidak bisa dibenarkan,” ungkapnya. 

Seperti diketahui, 3 orang aparatur sipil negara (ASN) meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Wamena, Papua pada 9 September 2026. 

Kemudian ketiga orang ASN itu tergabung dalam 11 orang. Willy Mboik bersama rombongan dalam perjalanan dinas untuk membagikan bantuan pangan (bibit dan anakan babi) dihadang kelompok kriminal bersenjata atau KKB. 

Rombongan tersebut juga sekalian meninjau kegiatan cetak sawah bagi masyarakat setempat. Pilu karena ada salah satu korban baru lolos CPNS dan menjadi ASN selama 2 bulan lebih lalu dikabarkan jadi korban kekejamqn KKB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabarnya, saat rombongan berada di Distrik Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena, mereka dihadang dan tiga ASN menjadi korban penembakan.

Dengan diketahui, identitasnya, ketiga korban adalah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Malaysia Resmi Umumkan Jadwal FIFA Matchday November 2026, Timnas Indonesia masih Abu 

Malaysia Resmi Umumkan Jadwal FIFA Matchday November 2026, Timnas Indonesia masih Abu 

Malaysia mengumumkan jadwal laga uji coba internasional FIFA Matchday edisi November 2026 melalui laman resmi mereka pada Selasa (3/11/2026). 
Herri Pras Minta Adi Paryanto Bertobat, Tak Terima Video Dipotong hingga Dibuat Parodi

Herri Pras Minta Adi Paryanto Bertobat, Tak Terima Video Dipotong hingga Dibuat Parodi

Herri Pras meminta Adi Paryanto bertobat karena menudingnya melakukan framing dengan memotong video hingga membuat parodi pakaian yang menyerupai atribut silatnya.
Michael Carrick Terpojok, Pelatih AS Roma Ogah Terbuai dengan Keterpurukan Manchester United

Michael Carrick Terpojok, Pelatih AS Roma Ogah Terbuai dengan Keterpurukan Manchester United

Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menolak terbuai dengan situasi yang dialami oleh Manchester United. Michael Carrick berada dalam posisi terpojok jelang duel.
Soal Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran, Polri Tegaskan Proses Evaluasi Masih Terus Berjalan

Soal Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran, Polri Tegaskan Proses Evaluasi Masih Terus Berjalan

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir buka suara soal penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10/2026) lalu. Dia menerangkan salah satu bentuk evaluasi yang telah dilakukan, yaitu Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena telah dinonaktifkan.
Buntut Kasus Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Mabes Polri Minta Para Kapolres Bercermin dan Profesional Pimpin Satuan

Buntut Kasus Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Mabes Polri Minta Para Kapolres Bercermin dan Profesional Pimpin Satuan

Polri masih terus melakukan evaluasi buntut peristiwa penggeledahan yang terjadi di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10/2026) lalu. Polri meminta kepada Kapolres jajaran agar peristiwa tersebut kedepannya dijadikan sebagai pembelajaran.
Resmi, The Remarried Empress Tayang Lebih Awal Hari Ini, Simak Sinopsis dan Jadwal Lengkapnya

Resmi, The Remarried Empress Tayang Lebih Awal Hari Ini, Simak Sinopsis dan Jadwal Lengkapnya

Drama Korea The Remarried Empress tayang lebih awal hari ini, 3 November 2026, simak sinopsis dan jadwal lengkapnya.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Selengkapnya

Viral