Nasib Abah Setu Masih di Ujung Tanduk Meski Sudah Minta Maaf Usai Hina Nabi Muhammad SAW
- Foe Peace Simbolon/Viva
Jakarta, tvOnenews.com - Asep Setiawan alias Abah Setu akhirnya buka suara soal pernyataannya yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW yang viral di media social.
Tak hanya itu sejumlah massa menggeruduk acara majelis taklim di Kabupaten Bekasi. Proses klarifikasi dan mediasi digelar di Markas Polres Metro Bekasi, Kamis (10/9/2026).
Abah Setu menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan yang sebelumnya menimbulkan keberatan di tengah masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, permintaan maaf tersebut disampaikan langsung dalam forum yang turut dihadiri sejumlah pihak terkait.
- Tangkapan layar YouTube Abah Setu MDNH
"Asep Setiawan menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menimbulkan keberatan di tengah masyarakat," katanya, dikutip Jumat (11/9/2026).
Mediasi tersebut melibatkan unsur MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Meski Abah Setu sudah menyampaikan permohonan maaf, polisi belum menyatakan persoalan tersebut selesai. Kepolisian masih menggali informasi dari pihak-pihak terkait.
"Kepolisian selanjutnya tetap mendalami peristiwa tersebut, memantau dan berkomunikasi dengan para pihak guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ujarnya.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri menyikapi video dan pernyataan yang beredar.
"Masyarakat juga diimbau tetap menjaga ketenangan serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban," tutur dia.
Sebelumnya, polisi turun tangan menyikapi keresahan warga terkait video yang dinilai memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Video tersebut dikaitkan dengan aktivitas di Majelis Dzikir Nurul Hikam, Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat sebelumnya hadir ketika sejumlah warga mendatangi majelis tersebut pada Senin malam, 7 September 2026. Kedatangan warga dilakukan untuk meminta klarifikasi mengenai video yang beredar.
"Polisi kemudian mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, Rabu (9/9/2026).
Warga kemudian diminta menyampaikan dugaan tindak pidana melalui mekanisme laporan kepolisian. Setelah itu, massa membubarkan diri pada Selasa dini hari dalam kondisi aman dan kondusif. (Foe Peace Simbolon)
Load more