Akademisi: PLTP Ungaran Perkuat Pasokan Listrik dan Pertumbuhan Ekonomi Jateng
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Geothermal Research Center (GRC) sekaligus dosen panas bumi Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Pri Utami menilai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran berpotensi memperkuat pasokan listrik Jawa Tengah karena mampu menghasilkan listrik secara stabil dari sumber energi bersih.
“PLTP menghasilkan listrik stabil untuk memenuhi beban dasar dari energi bersih,” ujar Pri.
Menurut Pri, kemampuan menghasilkan listrik secara stabil menjadi salah satu keunggulan panas bumi.
“Karakter tersebut membuat PLTP dapat mendukung sistem kelistrikan yang semakin banyak menggunakan energi terbarukan,” katanya.
Pri mengatakan tambahan kapasitas 55 Megawatt (MW) dapat meningkatkan pasokan listrik bagi masyarakat Jawa Tengah sekaligus mendukung berbagai kegiatan produktif penunjang perekonomian warga, yang juga dapat digunakan untuk mengisi baterai kendaraan listrik.
“PLTP Gunung Ungaran direncanakan beroperasi dengan kapasitas 55 MW akan mampu menambah suplai listrik bagi ribuan rumah tangga yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif guna meningkatkan kesejahteraan,” kata Pri.
Dari sisi sistem kelistrikan, Pri menilai lokasi Gunung Ungaran di wilayah Semarang-Kendal cukup strategis. “Kehadiran pembangkit baru di kawasan tersebut berpotensi memperkuat jaringan listrik Jawa Tengah dan mengurangi kebutuhan pasokan dari luar wilayah,” katanya.
Menurut Pri, pengembangan panas bumi juga dapat memperkuat keragaman sumber energi terbarukan. Pemanfaatannya berpotensi mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar fosil sekaligus mendukung upaya menurunkan emisi gas rumah kaca.
Listrik dari sumber energi bersih tersebut juga dapat mendukung dekarbonisasi sektor transportasi. Pri mengatakan listrik dari PLTP dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pengisian baterai kendaraan listrik.
“Selain manfaat di sektor energi, pengembangan PLTP Gunung Ungaran berpotensi membuka lapangan kerja dan menggerakkan kegiatan ekonomi di sekitar wilayah proyek,” katanya.
Kebutuhan tenaga kerja dapat muncul pada berbagai tahap pengembangan, mulai dari pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus hingga kegiatan pendukung. “Aktivitas proyek juga dapat memberikan peluang bagi usaha di sektor boga, akomodasi, dan transportasi,” katanya.
Pri mengatakan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) juga dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat. Program tersebut dapat diarahkan untuk mendukung sektor ekonomi, pendidikan, dan lingkungan.
Load more