Viral Aksi KKB Mengancam Sopir Pendatang untuk Mengakui dan Meminta Papua Merdeka
- dok.kolase tvOnenews.com/ medsos @minangsekitar @lusia_pasamman
Jakarta, tvonenews.com- Viral satu video di media sosial yang memperlihatkan KKB tengah mengancam seorang sopir di tengah jalan.
Aksi kelompok kriminal bersenjata atau KKB ini mengundangan perhatian publik di medsos. Sebab sudah banyak korban berjatuhan atas tindakannya yang menembak mati orang lokal atau pendatang.
Dalam video yang berdurasi 20 detik itu, diunggah banyak akun medsos, salah satunya @lusia_pasamman, dan @minangsekitar. Terlihat sopir pendatang tengah memegang bendera.
Sekelompok KKB sekitar 7 sampai 10 orang berada di jalan raya. Mereka menahan Sopir tersebut untuk turun ke tengah jalan dan memegang bendera untuk meyakini dan meminta Papua bisa merdeka.
Dalam keterangan yang ada, dugaan sementara, lokasi kejadian berada di jalan trans Wamena-Nduga terjadi pada Selasa (16/9).
- dok.kolase tvOnenews.com/ medsos @minangsekitar @lusia_pasamman
Bahkan beredar kabar juga, jika sopir pendatang tersebut telah tewas. Ia meninggal karena aksi kekejaman KKB.
Pria tersebut bernama Aris Sanda meninggal dunia pada Selasa, kemarin. Kejadiannya, disebutkan kala ia melintas dan membawa penumpang.
"seorang sopir lajuran asal Toraja, Aris Sanda dilaporkan ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) kodap III Ndugama Derakma Piimpinan Egianus Kogoya," bunyik keterangan dalam akaun @minangsekitar.
Kabar ini masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwajib atau terkait. Tvonenews.com mencoba menghubungi pihak-pihak terkait untuk mengetahui kebenarannya.
![]()
Aksi kekejaman KKB sebelumnya telah menewaskan tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Papua Pegunungan.
Ketiga korban ditembak saat perjalanan pulang usai menyalurkan bantuan pangan kepada warga. Mereka ditembak, karena dianggap sebagai intel dari TNI. Hal ini sudah ditepis oleh (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Dalam keterangannya, Kepala St PAPUA,af Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meluruskan isu tersebut, kalau tiga warga yang tewas ditembak di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Maruli memastikan seluruh korban bukan anggota TNI maupun intelijen tentara
“Itu memang pekerja, orang dari NTT, orang masih muda ingin membantu di daerah (Papua),” kata Maruli, dikutip Sabtu, 12 September 2026.
Kedua dari tiga jenazah korban masih berada di Jayawijaya. Keduanya dijadwalkan dipulangkan ke daerah asal masing-masing, yakni satu menuju Maumere, Nusa Tenggara Timur, dan satu lainnya ke Toraja, Sulawesi Selatan.
Load more