Basarnas Catat 601 Kecelakaan Kapal Sepanjang 2026, DPR Beri Masukan Teknis Aturan Penumpang Kemenhub
- Istimewa
Ia mencontohkan praktik baik di negara-negara kepulauan lain seperti Jepang, Kanada, Filipina, dan Hong Kong yang mengombinasikan inflatable life raft (rakit penolong darurat berbahan karet atau kain) maupun rigid life raft (rakit penolong darurat berbahan material padat yang kokoh) untuk menghadapi cuaca ekstrem.
“Rigid life raft memiliki ketangguhan dalam menghadapi cuaca ekstrem dan laut dengan gelombang besar. Dengan kombinasi peralatan yang lengkap, proses pertolongan dapat dilakukan secara maksimal,” terangnya.
- Basarnas
Di samping pemenuhan alat keselamatan di atas kapal, BHS menekankan pentingnya penguatan kesiapsiagaan dan response time (waktu merespons) dari tim penyelamat nasional seperti Basarnas, KPLP, Coast Guard, dan Polair.
Ia mendorong adanya penetapan standar response time yang terukur serta penguatan alokasi anggaran operasional bagi instansi penyelamat di laut sebagai garda terdepan penanganan darurat.
"Tim penyelamat ini sangat penting sebagai garda terakhir penyelamatan penumpang. Dukungan anggaran dan armada untuk tim penyelamat ini harus memadai agar sejajar dengan standar internasional," tegas BHS.
Ia berharap sinergi antara regulasi Kemenhub, kelengkapan alat keselamatan kapal, dan kesiapan tim SAR mampu menciptakan sistem keselamatan pelayaran nasional yang handal tanpa mengganggu mobilitas harian masyarakat.
Load more