Prabowo Ubah Cara Pandang TNI-Polri, Tak Cuma Soal Fisik: Perang Drone dan Siber Jadi Alasannya
- ANTARA/HO-BPMI Setpres-Laily Rachev/pri
Rekrutmen TNI-Polri Tak Lagi Sekadar Mengandalkan Fisik
Perubahan karakter ancaman tersebut juga berpengaruh terhadap cara melihat kualitas calon personel. Dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap sistem rekrutmen TNI dan Polri agar tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan fisik.
Dudung mengatakan kemampuan intelektual calon prajurit maupun anggota kepolisian perlu ikut dipertimbangkan.
"Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik tetapi adalah intelektual. Jadi kalau misalnya masuk tentara atau polisi pakai kacamata boleh tapi dia pintar," katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap personel keamanan mengalami perkembangan. Ketika teknologi semakin masuk ke dalam berbagai aspek pertahanan dan keamanan, kemampuan berpikir, memahami informasi, mengoperasikan teknologi, serta merespons situasi secara tepat menjadi semakin relevan.
Dengan demikian, penguatan sumber daya manusia tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah personel. Kualitas pendidikan, latihan, kompetensi teknologi, dan kapasitas intelektual menjadi bagian dari kesiapan menghadapi ancaman baru.
Prabowo Ingin TNI-Polri Memiliki Visi yang Lebih Siap
Selain membahas profesionalisme dan sumber daya manusia, pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk menyampaikan gambaran mengenai kondisi yang dihadapi Indonesia.
"Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara," ujar Presiden.
Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi TNI dan Polri dalam mendukung sejumlah program pemerintah, termasuk ketahanan pangan, ketahanan energi, serta menjaga situasi keamanan.
"Atas sumbangsih para TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, ketahanan energi termasuk menjaga situasi keamanan saat ini, beliau mengapresiasi," ujar Dudung.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto menilai pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan visi sekaligus memperkuat solidaritas dan sinergi jajaran TNI.
Ia mengatakan arahan Presiden akan menjadi salah satu pedoman dalam menentukan langkah dan kebijakan ke depan, terutama di tengah lingkungan strategis yang semakin kompleks.
Load more