Danantara Kejar Merger 4 BUMN Karya Rampung November 2026, Utang Rp34 Triliun Jadi Sorotan
- ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas
tvOnenews.com - Pemerintah mulai mempercepat penataan perusahaan pelat merah di sektor konstruksi. Melalui Danantara dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), pemerintah menargetkan merger empat BUMN Karya dapat diselesaikan paling lambat pada akhir November 2026.
Empat perusahaan tersebut tidak akan digabung menjadi satu entitas. Pemerintah menyiapkan dua kelompok konsolidasi, yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI dengan PT PP (Persero) Tbk atau PTPP, serta PT Nindya Karya (Persero) dengan PT Brantas Abipraya (Persero).
Target tersebut disampaikan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria dalam agenda Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Menurut dia, proses penggabungan empat perusahaan yang dinilai relatif lebih siap tersebut akan didahulukan sebelum pemerintah menangani BUMN Karya dengan persoalan keuangan yang lebih kompleks.
“Ini kita harapkan nanti paling telat itu di akhir November sudah selesai,” ujar Dony.
Empat BUMN Karya Akan Dilebur Menjadi Dua Entitas
Skema konsolidasi tersebut membuat empat BUMN Karya masuk dalam dua kelompok merger. ADHI akan digabungkan dengan PTPP, sedangkan Nindya Karya akan dikonsolidasikan bersama Brantas Abipraya.
Dony mengatakan pemerintah belum menentukan perusahaan mana yang akan menjadi surviving entity atau entitas yang tetap berdiri setelah merger. Keputusan tersebut masih dikaji dengan mempertimbangkan kondisi keuangan serta kemampuan internal masing-masing perusahaan.
Penentuan entitas yang bertahan juga tidak diarahkan sebagai persoalan siapa yang lebih besar atau menjadi "pemenang". Fokus pemerintah adalah memastikan perusahaan hasil konsolidasi memiliki kapasitas bisnis dan organisasi yang lebih kuat.
“Surviving entity-nya lagi dikaji oleh teman-teman. Tentu dilihat dari berbagai macam aspeknya. Kita tidak terlalu fokus kepada siapa menang, dan bukan menang dan kalahnya. Tapi bagaimana kemudian mereka bersatu menjadi perusahaan yang baik,” tutur Dony.
Aspek yang dinilai mencakup kondisi finansial, organisasi, hingga sumber daya manusia (SDM).
“Lagi dikaji mana dari financial aspect maupun dari internal capabilities-nya tadi. Apakah organisasinya, orangnya semua diasesmen. Nah nanti tentu akan diumumkan,” kata Dony.
Load more