Menko AHY di Dies Natalis ke-12 ITK: Kampus Mitra Strategis Pengembangan SDM Unggul dan Infrastruktur Kalimantan
- Istimewa
- Istimewa
Menko AHY menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, perumahan, dan air bersih, merupakan kebutuhan mendasar yang turut menentukan produktivitas dan daya saing daerah. Konektivitas antarwilayah juga akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Pembangunan infrastruktur tersebut juga memiliki cakupan yang lebih luas, mulai dari mendukung swasembada pangan, energi, dan air, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, menjaga ketahanan lingkungan, hingga mendorong pemerataan pembangunan kewilayahan.
Namun, pembangunan fisik tersebut perlu berjalan beriringan dengan penguatan pendidikan dan kesehatan agar manfaat pembangunan dapat ditopang oleh kapasitas sumber daya manusia yang memadai.
Melalui kuliah umum yang disampaikan dalam rangkaian Dies Natalis ITK, Menko AHY mengangkat semangat kolaborasi sebagai jembatan komunikasi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kalangan kampus.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dapat berperan sebagai pusat pengetahuan, inovasi, kewirausahaan, dan solusi bagi kebutuhan pembangunan.
Dorong Konektivitas dan Penguatan Transportasi Logistik
Dalam kesempatan yang sama, Menko AHY menyoroti pentingnya peningkatan konektivitas melalui transportasi darat, laut, dan udara, termasuk pengembangan kereta api untuk mendukung angkutan logistik.
Menurutnya, keragaman komoditas Kalimantan, termasuk batu bara dan minyak sawit mentah atau CPO, membutuhkan moda transportasi yang tangguh untuk menjangkau berbagai kawasan dan menghubungkan pusat produksi dengan pasar di dalam maupun luar negeri.
“Kereta ini, di banyak negara, menjadi tulang punggung konektivitas, terutama untuk angkutan logistik,” jelas Menko AHY.
Ia menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan dan KAI terus merencanakan serta mematangkan perhitungan pengembangan kereta api. Perencanaan tersebut memerlukan kajian yang detail, mencakup tata ruang, kapasitas fiskal, dan keberlanjutan investasi, mengingat kebutuhan anggarannya yang besar.
Perkuat Sinkronisasi Pemerintah Pusat dan Daerah
- Istimewa
Menanggapi kebutuhan ruang fiskal daerah, Menko AHY menyampaikan bahwa dirinya telah berdiskusi dan bertukar pikiran dengan Gubernur Kalimantan Timur mengenai pentingnya hubungan yang saling mendukung antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Ia menekankan bahwa daerah membutuhkan ruang fiskal yang memadai untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang besar dan beragam. Bahkan, sebelum membangun infrastruktur baru, pemeliharaan dan perbaikan jalan maupun jembatan yang rusak sudah memerlukan anggaran yang cukup.
Load more